Forum Diskusi Cimbuak
Welcome, Guest
Please Login or Register.    Lost Password?
Go to bottom Post Reply Favoured: 0
TOPIC: -
#1252
Paduka (User)
Fresh Boarder
Posts: 11
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user
Urgensi dan Manfaat Pidato Pasambahan 7 Months ago Karma: 0  
Salam....

Dua pertanyaan menarik yang timbul mengenai "Pasambahan" :
1. Apa urgensinya bagi Minangkabau dan Warganya?
2. Apa manfaatnya?
Untuk yang pertama, barangkali bisa dijelaskan dengan memperhatikan ungkapan berikut :
Putiang talatak di hulu, di bawah kumpalan tali, asa mulo rundiang dahulu, tigo limbago nan tajadi. Partamo sambah manyambah, kaduo baso jo basi, katigo sirieh jo pinang. Sambah manyambah dalam adaik, tali batali undang undang. Tasabuik bamuluik manih, takato baso jo basi, muluik manih pangarang baso, budi baiek tali pikatan, pahubuang silaturrahmi, banamo adaik sopan santun.

Intinya adalah :
Pertama, sambah-manyambah adalah simbul dari saling menghormati dan memuliakan di antara sesama. Bukankan semua orang perlu saling hormat menghormati dan mulia memuliakan? Semua orang, semua komunitas, bahkan semua bangsa yang beradab, merangkai norma-norma dalam kehidupan masing-masing. Ada yang bersifat legal formal, berbentuk hukum positif dan ada pula yang berupa konvensi, sebuah kebiasaan yang "mentradisi". Dan yang lebih penting, hal ini juga merupakan tuntunan agama kita Islam.

Kedua, baso jo basi. Bahasa menunjukkan bangsa. Keindahan dan kehalusan bahasa suatu bangsa mencerminkan tingkat budaya bangsa itu sendiri. Dan bahasa itu merupakan implementasi dari sikap saling menghormati dan saling memuliakan tadi.

Ketiga, siriah jo pinang. Ini merupakan simbul dari kedua hal di atas. Apa yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, siriah pinang itulah yang mewakilinya, Meraka (orang barat, yang mengatakan bahwa orang "bapidato" itu sedang masturbasi) itu, sering mengatakan "say by flower". Tanyakan kepada mereka apa maknanya itu?

Pertanyaannya adalah, apakah sikap saling menghormati dan saling memuliakan itu masih "urgen"? Apakah basa-basi itu, bermulut manis itu, sapan santun itu, silaturrahmi itu masih urgen? Kita sendirilah yang menjawabnya. Dan jawabannya akan mencerminkan jati diri kita sendiri. Jawabannya kita gali dari diri sendiri, untuk di didikkan (bukan diajarkan) kepada anak kemenakan kita, cucu-cicit kita, generasi penerus ranah Minangkabau ini. Mereka, (seperti tersebut di atas) tak akan pernah mengerti, dan biarlah... itu tidak terlalu penting bagi kita.

Masalah kedua, tentang manfaat dari semua ini. Saya kira, kalau yang dimaksud adalah "value" atau nilai, sudah terjawab dengan uraian diatas. Tapi kalau yang dimaksud adalah "benefit" (keuntungan secara materi) sesuai dengan prinsip-prinsip effisiensi, memang harus kita renungkan ulang. Masih layakkah kita melaksanakan prosesi pernikahan, misalnya, sampai 8-10 jam? prosesi penobatan seorang datuak harus semalam suntuk? Sehingga esoknya kita harus kehilangan kesempatan untuk meraih rezeki? Ini memang harus kita renungkan.

Sekian...
Idham Lukman Pakiah Sutan (54)
Muaropaneh - Solok di Bekasi
 
Report to moderator   Logged Logged  
  The administrator has disabled public write access.
#1899
rosdian_tanjuang (User)
Fresh Boarder
Posts: 7
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user
Re:Urgensi dan Manfaat Pidato Pasambahan 1 Month, 4 Weeks ago Karma: 0  
setuju bana ambo mak....
 
Report to moderator   Logged Logged  
  The administrator has disabled public write access.
#1908
de alfiand (User)
Expert Boarder
Posts: 114
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user
- 1 Month, 4 Weeks ago Karma: 0  
-
 
Report to moderator   Logged Logged  
 
Last Edit: 2008/11/10 11:15 By de alfiand.
  The administrator has disabled public write access.
Go to top Post Reply
Powered by FireBoardget the latest posts directly to your desktop


Advertisement

Generated in 0.76202 Seconds