maaf pulo ciek lai untuak kato-kato Pacikik kariang
kenapa kita terlalu terhanyut dengan kata2 itu, kalau manurut awak kata yang jelek itu di ucapkan oelh individu mencari perhatian, individu yang merasa iri, individu yang tidak mampu bersaing, juga menutup kelemahannya untuk teori ini mungkin saudaraku telah banyan membaca bukunya. namun masih banyak pujian yang kita dapatkan. untuk kata pelit ini saya pernah berdialok dengan teman yang melomparkan kata2 itu:
ini terjadi di bandung
kronologisnya :
awa barado dalam suatu kelompok disitu
ado serang dotor lulusan ITB
inyo batanyo ada orang padang nga disini?
teman menjawab ada pak gaek syam katanya.
DR menjawab saya ingin belajar bagai mana membuka rumah makan padang.
dua orang teman menjawab padang pelit
waktu itu saya menjawab terimakasih, kenapa bapak dan ibu mengatakan kami pelit?
kata yang bapak waktu teman saya orang padang menerima gaji 13 di tidak bagi-bagi?
saya tanya lagi apakah gaji 13 bapak di bagi ?
di jawab sebelum gaji saya diterima istri saya udah mengambil barang.
saya jawab lagi mungkin orang padang itu sama dengan keluarga bapak, apa lagi kami butuh biaya lebih mahal mulai dari biaya kontrakan, makan, dan juga biaya mudik lebaran yang cukup mahal.
bapak itu tidak mau kalah
di jawab lagi orang padang menjual barang mahal
saya tanya lagi apakah bapak menjual barang lebih murah dari pokok.
di tidak menjawab waktu itu di memfoto kopy 2 halaman kertas dia minta 1000 rupiah tiap dua halaman kertas katanya di foto kopy dikantor semua teman membayar termasuk saya karna masternya ada pada dia dan dia juga telah fotokopy pas jumlah kami
waktu itu saya katakan mana lebih mahal fotokopy sama orang padang dengan bapak fotokopi di depan aja cuman 100 rupiah.
setelah itu saya berlalu dengan hingarnya suasana.
ini bukan ilustrasi tapi ini bner terjadi<br><br>Post edited by: Inyiak_gata, at: 2008/04/21 07:28