View guestbook

These are the entries in our guestbook

Search guestbook entries - Write in guestbook

Display # 

Guest
2010-01-25

salam
salam kenal kasadonyo dunsanak 2 putra putri minang baik dalam maupun lua negeri, salam kenal dari putra rao pasaman,-lubuk basung by afrijal nha trang - vietnam

Mel
2010-01-09

Ingin mencari perantau suku Chaniago
Wassalam dan Selamat Tahun Baru 2010 warga Minang di Malaysia. Sebagai warga dan kelahiran Malaysia keturunan Minang di Kuala Lumpur, saya bangga sekali bisa mengikuti perkembangan warga minang di Malaysia melalui website ini setelah 40 tahun dibesarkan di Malaysia. Maaf bahasa Indonesia saya kurang lancar apa lagi bahasa minang tidak tahu. Ortu lebih banyak berbahasa Indonesia atau Inggeris dengan anak anak dan cucu di rumah. Kenalkan nama saya Melly (senang dipanggil Mel) suku Chaniago Bukittinggi, ingin mencari kalau ada siapa yang kedua dua orang tuanya dari suku Chaniago tinggal di Malaysia atau di mana2 di perusuk rantau. Bisa hubungi saya email di bawah. Terima kasih. Salam hormat Mel.

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

awis_Sutan Mudo_wisnedi
2010-01-07

2010 Tahun Baru,Baju Baru,Sepatu Baru,Semangat Baru...
Selamat Tahun Baru 2010 .. teriring do'a Semoga hari hari mendatang akan membawa berkah bagi kita semua.Bagi yang baru " mancogok " Semoga diberi Kesehatan dan dilapangkan jalannya , bagi nan " sadang Balaia " diberikan kekutan iman ,udra sejuk dan angin sepoi sepoi basah.. untuk yang alah sampai ditapian " ditanangkan hatinya " supaya dengan iklas mambuka " puro " hati.. Amian... Amin.. Amin.. Yarabbal'alamin.

Guest
2010-01-05

BANGKITLAH WAHAI BUKITTINGGI-KU
KETIKA BUKITTINGGI MAMPU BERBENAH DIRI Sudah 20 tahun lamanya, penulis menghirup udara sejuk di kota Bukittinggi. Sungguh hidup terasa indah dan nyaman. Masyarakatnya yang hidup bersahaja, berdampingan satu sama lain adalah termasuk alasan penulis belum punya niat untuk hengkang dari kota Jam Gadang ini. Namun, penulis mempunyai sebuah pertanyaan yang mungkin saja banyak orang sependapat dengan penulis. Apakah Bukittinggi sudah berada pada puncak kejayaan atau sedang berada pada tahap mengarah ke puncak itu, atau berjuang mempertahakan segudang prestasi yang telah diraih, atau mungkin saja berangsur-angsur menurun sambil menikmat apa yang selama ini telah diperoleh. Dengan didasari rasa cinta dan memiliki terhadap kota dimana lahirnya tokoh proklamator Bung Hatta ini, penulis ikut terpanggil untuk mencarikan formula dari jawaban yang paling tepat. Tulisan ini dituangkan disela-sela kesibukan penulis yang semata-mata hanya berupa sumbangan pemikiran dan pandangan. Tanpa bermaksud mencari popularitas, apalagi mengungkit kesalahan orang lain. Secara bertahap penulis mencoba mengetengahkan kalimat demi kalimat ini kehadapan para pembaca, tentunya dengan harapan bisa menggugah dan membangkitkan semangat kita untuk membangun Bukittinggi ke depan. BUKITTINGGI, adalah nama sebuah kota yang terletak di bagian utara provinsi Sumatera Barat. Dua kata yang terhimpun jadi satu, mempunyai makna identik dengan letaknya pada ketinggian perbukitan. Dimana kota Bukittinggi yang terletak di tengah pulau Andalas (julukan pulau Sumatera) dengan fisik berbukit dan berlembah serta berhawa sejuk ini. terdiri dari 27 bukit. Sudah melekat diingatan masyarakat, sebut saja Bukit Ambacang dimana berlangsungnya event pacu kuda, Bukit Apit dengan panoramanya yang indah mempesona dan bukit-bukit lainnya. Pendek kata, tiadalah alasan bagi pendiri kota ini dizaman kolonial dulu untuk membangun Jenjang 40 kalau bukan disebabkan oleh kota Bukittinggi yang terletak di perbukitan. Bukan hanya nama, juga ada sebuah pasar yang terletak disebuah lereng perbukitan kota , pasar itu bernama Pasar Lereng. Jika kita ingin melihat lebih sfesifik pada alamnya, BUKITTINGGI dihiasi oleh panorama alam yang sungguh tiada duanya. Lembahnya yang sangat terkenal adalah Ngarai Sianok dengan kedalaman 100 M dan kemiringan antara 800 – 900 adalah salah satu daya tarik kota BUKITTINGGI dijadikan sebagai kota wisata. Keagungan Gunung Merapi, Gunung Singgalan dan, Gunung Sago pun ikut menghiasi moleknya kota Jam Gadang ini. Bagaimana dengan masyarakatnya. Kota Bukittinggi didiami oleh ribuan masyarakat yang universal dan multi etnik. Hidup membaur dan menyatu adalah modal utama terwujudnya kerukunan hidup sesama warga. Apalagi bicara soal makanan dan masakan, jaranglah orang yang tidak kenal dengan rendang dan nasi kapaunya. Akomodasi pariwisata, di Bukittinggi terdapat puluhan hotel mulai dari klasifikasi berbintang sampai kelas melati. Persoalannya, apakah yang telah ada dianggap cukup untuk dipertahankan atau perlukah perobahan?. Penulis merasa yakin banyak kita yang sepakat dan ingin perobahan, tentunya perobahan kepada yang lebih baik. Maka melalui tulisan ini penulis ingin berbagi pemikiran dan pandangan melahirkan ide-ide dalam bentuk konseptual. Penulis merasa terpanggil mengisi waktu luang untuk mengaktualisasikan kemauan berimajinasi lewat tulisan. Tentunya semoga tulisan ini bermanfaat sesuai dengan harapan, menjadikan kota Bukittinggi sebagai kota tujuan yang berbudaya, tetap berpegang pada filsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Amin. Walau penulis bukan seorang ilmiah dan akademisi popular, namun melalui beberapa referensi yang berhasil di himpun, maka penulis mengajak para pembaca untuk melihat dan mengamati kota Bukittinggi ini melalui analisa SWOT (S= Strength ; Kekuatan Bukittinggi itu apa, W= Weakness ; kelemahan Bukittinggi apa, O = Oppurtunity ; peluang yang dimiliki apa dan T = Threat ; ancaman yang ada seperti apa). Ketika empat komponen di atas telah dapat kita analisa, maka penulis merasa yakin akan mampu membawa kita pada gambaran yang diinginkan seperti apa. Kenapa demikian, tanpa berpijak pada unsur tersebut, niscaya arah kebijakan bukan tidak tepat, tetapi terkadang cenderung pada situasional semata. Namun apabila tulisan ini kurang mendapat perhatian dan atau rasanya belum bermanfaat, penulis tetap merasa dihargai. Karena ini hanya sumbangan pemikiran yang tidak menuntut untuk harus diterima. Setiap kita punya cara pandang dengan analisa yang penulis maksud ini dan itu amat wajar. Penulis merasa yakin, bahwa Bukittinggi ini akan berada pada predikat kota pilihan yang menyenangkan apabila kita bangun dengan memperhatikan apa kekuatan yang dimiliki, dimana letak kelamahan, peluang apa yang mesti ditangkap dan ancaman seperti apa yang harus dicermati. Penulis tidak akan mengurai secara satu persatu dan mendetail sebagaimana layaknya sebuah skripsi yang disusun oleh mahasiswa. Kita awali dengan S (Strength = Kekuatan). Letak kota Bukittinggi dijantung pulau Sumatra dan memiliki alam yang indah dengan suhu udara yang sejuk adalah satu diantara sekian kekuatan lainnya yang dimiliki. Tinggal lagi bagaimana mengemas seluruh potensi yang ada dengan merangkul segenap komponen masyarakatnya. Fasilitas yang serba ada dan bernilai mewah menurut penulis bukanlah sesuatu yang mutlak. Yang menjadi predikat tertinggi semestinya adalah mengemas nilai-nilai adat budaya dan keunikan yang melambangkan khas kedaerahan. Walau bukan seperti membalikkan telapak tangan, tetapi mungkin saja Bukittinggi memiliki sesuatu yang tidak ada ditempat lain. Atau paling tidak masyarakatnya mampu menjadikan setiap yang dimiliki mempunyai daya tarik dan bernilai jual. Kemiskinan diharapkan berkurang, pengangguran mudah-mudahan bisa ditekan dengan memberikan dorongan kepada masyarakat untuk berkarya. Mari kita teliti makna Weakness atau kelemahan yang dimiliki. Menurut penulis Bukittinggi mempunyai kelemahan dari segi infra struktur, dimana hal ini merupakan kebutuhan dasar ketika memang kita mengharapkan orang banyak berkunjung dan meninggalkan uangnya selama berada di kota ini. Kita menyadari bahwa pemerintah telah berupaya selama ini untuk mengatasi permasalahan infra struktur kota. Satu contoh saja yang terus dirasakan terutama pada saat kota ini ramai dikungjungi adalah fasilitas parkir. Kenyamanan orang datang, apakah kesebuah objek wisata, pusat perbelanjaan ataupun hanya sekedar duduk bersantai ditaman dan ruang terbuka, ikut ditentukan oleh perasaan nyaman atau tidak nyamannya kenderaan mereka yang diparkir. Mencari lahan parkir memang diakui bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi Bukittinggi sangat terbatas dengan luas kota hanya 25 km. Tapi setidaknya bagaimana memberikan pengertian dan pemahaman kepada warga kota itu untuk lebih mengutamakan lahan parkir kepada orang pengunjung terlebih dahulu. Sangat keliru ketika diarea parkir terdapat kenderaan petugas parkir, atau didepan sebuah toko diparkir kenderaan pemilik toko. Kalau ini yang terjadi, berarti boleh dikatakan sebuah penolakan secara halus agar orang tidak perlu meninggalkan uangnya. Memberikan pengertian semacam ini menurut penulis mesti diperlukan kearifan pemerintah secara persuasive dan penuh bijaksana. Lanjut kita pada kata Oppurtunity atau peluang. Setiap komponen atau stakeholder kota ini bisa mencari peluang apa yang dimiliki agar mampu meraih sesuatu yang diinginkan. Antara lain dengan telah ditetapkannya Bukittinggi sebagai kota Wisata, ini peluang lebih awal yang dimiliki Bukittinggi dari pada kota/kabupaten lain di Ranah Minang ini. Sehingga orang sudah banyak mengetahui bahwa Bukittinggi sebagai julukan kota wisata. Pemerintah pusat melalui departemen kebudayaan dan pariwisata juga telah menetapkan bahwa Sumatera Barat merupakan satu diantara lima daerah unggulan pariwisata di Indonesia. Bukittinggi mestinya menjadi pilot project untuk menangkap dan memanfaatkan peluang ini. Brain atau icon wisata telah dimiliki, namun bagaimana respon komponen kota terhadap butiran emas dan mutiara yang sinyalnya telah diserahkan ini. Ketika kita melihat bahwa belum semua masyarakat merasakan apa manfaat dari semua ini, kita tidak bisa men-funish bahwa ini adalah kendala. Tapi kita harus berani mengatakan itu juga peluang, yaitu peluang kita untuk bisa mengajak masyarakat yang mungkin saja melalui penyuluhan atau seminar dengan memberdayakan dinas atau SDM yang handal untuk itu. Karena sebahagian orang mau melakukan sesuatu yang salah disebabkan oleh ketidak tahuan mereka terhadap apa yang sebenarnya harus mereka lakukan. Indikasi keberhasilan bukan ditentukan oleh program yang dilakukan beberapa kali saja tanpa berkala. Pasrah dan berserah diri letaknya diujung dari setiap usaha, bukan dipertengahan atau diawal apalagi tanpa usaha. Analisa kata yang keempat adalah Threat atau ancaman. Lengah dalam membaca perkembangan daerah sekitar merupakan ancaman yang akan membunuh potensi Bukittinggi secara perlahan. Penulis mengikuti bagaimana komitmen dari pemerintah kab/kota lain di Sumatera Barat saat ini. Satu contoh saja kota Sawah Lunto yang sedang mempunyai semangat membangun kota tambang tersebut menjadi kota wisata. Dalam lima tahun kedepan mungkin belum berdampak terhadap kota Bukittinggi. Ibarat menaman tentunya mustahil langsung menuai. Tetapi bertangung jawabkah kita pada generasi mendatang yang merasa tertinggalkan oleh daerah lain ?. Mampukah kita mencarikan jawaban ketika mereka bertanya, kenapa kami hanya bisa menikmati indahnya kota ini hanya melalui cerita tempo dulu. Tiada kata terlambat untuk bangkit kalau kita punya semangat dan keinginan. Kalau kita terlena dengan indahnya Bukittinggi saat ini, masih banyak orang berkunjung, kita yang terbaik dan dipilih, maka akan datang saatnya nanti kita terhenyak duduk di kursi batu sambil memandang orang lain tersenyum duduk di kursi empuk. Dari uraian yang penulis kemukakan di atas, ada satu hal yang mesti kita sepakati bahwa ini bukan berarti kita harus mencari kesalahan ada dipihak mana. Bukanlah sebuah keberhasilan apabila diawali dengan menggali kelemahan orang lain, tetapi sesuai menurut urutan kata SWOT di atas, mari kita mulai menghimpun kekuatan yang telah dianugerahkan sang pencipta kepada kita. Pertanyaan terakhir, siapa yang akan memulai dan siapa yang bertindak sebagai fasilitator?. Jawabannya, tentu semua komponen masyarakat dan stakeholder kota termasuk penulis dan siapa saja secara pribadi, kelompok bisa memulainya dari sekarang. Kemudian yang berperan sebagai fasilitator, tiada lain kecuali pemegang tampuk pemerintahan kota, termasuk saudara-saudara kita yang berkeinginan menjadi orang nomor satu di lembaga executive 2010 nanti. Siapakah dia ?

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Jalemedan
2010-01-02

Musafir
Assalaualaikum Dusanak kasadonyo,ambo lai gadang di Medan,marantau di Cikarang-Bekasi rang gaek koto Marapak-Magek-Bukit Tinggi tapi kini dapek tugas di Atlanta,USA. Ado tau dusanak perkumpulan urang awak di Atlanta..?. Salam kenal ka sadonyo. Wassalamualaikum Wr Wb.

wandana
2010-01-01

salam kenal dari rang tangah koto
assalam wak sadang kul kini ko ha d azhar

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it Homepage

Guest
2009-12-25

camex
Aslm,mukasuik ingin batanyo ka Mamak nan ado di cimbuak.Kiro2 Mamak di cimbuak ado nan punyo alamt/e-mail/blog urang Awak nan ado di Prancis?Karano ado nan ka ditanyoan.Sabalunnyo tarimo kasih.Kalau ado tolong kirim ka e-mail/facebook :"Camex Aulia"

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Guest
2009-12-13

salam kenal
salam kenal dari orang rantau kelahiran medan

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

keretaangin
2009-12-08

salam kenal
Asalamulaikum Wr, Wb, Salam kenal untuk semuanya, dengan adanya forum seperti ini mudah2an persatuan kita orang minang semakin erat, dan untuk individu seperti saya yg keturunan minang yg lahir di Jakarta lebih mengenal lagi tentang budaya minang. Saya suku sikumbang dan orang tua saya berasal dari Pesisir Selatan - Balai Selasa.

Herdana
2009-11-28

Cari saudara di Pemda Bukittinggi
Ass WW, semua saudara-saudaraku di Pemda Bukittinggi. Saya asli orang Padang tapi besar di rantau, ibuku dari Sebarang Padang dan Bapakku dari Pacuan Seberang padang juga.saya punya saudara sepupu yang bernama Lemar Putra ,SH. dari dulu saya tahu beliau kerja di Pemda Bukittinggi. Jadi siapa saja yang kenal dan tahu Bapak tersebut tolong kabari saya terima kasih dun sanak. Ir.H.Herdana Jaya, Kurdistan Iraq

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
Results 21 - 30 of 944

Powered by Jambook by Olle Johansson from JX Development


Advertisement

Generated in 0.14858 Seconds