<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Malakok</title>
		<description>Comments for Malakok at http://www.cimbuak.net , comment 1 to 1 out of 1 comments</description>
		<link>http://www.cimbuak.net</link>
		<lastBuildDate>Thu, 20 Nov 2008 15:31:28 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<item>
			<title>malakok adalah wujud keterbukaan masyara</title>
			<link>http://www.cimbuak.net/content/view/1197/7/#comment-1325</link>
			<description>Ass.wr. wb
\&quot; urang minang \&quot; sudah mendunia. Sudah go internasional jauh mendahului suku bangsa lain di Indonesia. Mereka merantau, menikah  dan beradaptasi dengan suku dan bangsa lain. Mereka melakukan perkawinan campuran. Sehingga \&quot; anak pisang \&quot; kita tidak akan menjadi Minang, melainkan \&quot; anak  urang Minang.
Sehubungan dengan terjadinya perkawinan campuran diantara sanak sanak kita, sementara urang sumando dan anak pisang kita dapat mencerminkan prilaku yang lebih minang dari anak minangkabau asli, maka sewajarnyalah mereka di rangkul dalam suku suku yang ada di Minangkabu. 
Sebagai urang sumando, mereka didudukkan sebagai urang sumando ninik mamak dan diberi gelar pula. 
Nah.... artikel dan pencerahan yang berjudul \&quot; Malakok \&quot; ini, memberi ketenangan bagi kita bahwa kita tidak perlu kawatir melepas seorang anak apabila menikah dengan orang non minang.

Wassalam,
  - Puti bungsu</description>
			<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 00:37:43 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
