<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Jangan Lupa Mampir ke PDIKM dan Perkampungan Minang</title>
		<description>Comments for Jangan Lupa Mampir ke PDIKM dan Perkampungan Minang at http://www.cimbuak.net , comment 1 to 1 out of 1 comments</description>
		<link>http://www.cimbuak.net</link>
		<lastBuildDate>Wed, 03 Dec 2008 22:41:11 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<item>
			<title>Taxi diBandara Tabiang.</title>
			<link>http://www.cimbuak.net/content/view/648/36/#comment-215</link>
			<description>Assalamualaikum w.w
Menanggapi ulah para supir taxi bandara yang terkesan cuek (enteng), saya pribadi pernah mengalami kejadian yang sangat tidak enak, kejadiannya tiga tahun yang lalu dan berulang lagi setahun kemudian:
1. Kejadian pertama (2002) saya alami sewaktu saya pulang \&quot;kampuang\&quot; bersama keluarga istri,anak,ipar (+/- 7orang). Karena saya membawa keluarga yang begitu banyak, jauh-jauh hari saya sudah booking mobil (travel) via adik yang berdomisili di Padang dan dinyatakan OK, dengan tujuan Payakumbuh.Turun dari pesawat di Tabing saya sudah disambut oleh para calo-calo yang menawarkan jasa angkut barang dan taxi (seperti biasa), saya bilang sudah ada yang jemput .Rupanya orang tsb tetap membuntuti saya, sampai terjadi pertengkaran mengenai jasa angkutan taxi. Katanya selain taxi Air port (ANGKASA) tidak boleh ambil penumpang!!. Saya dengan rasa menyesal dan memohon pada orang-orang yang katanya yang mengurus pertaxian di Bandara Tabiang minta dispensasi, supaya mobil yang saya pesan dibolehkan masuk karena saya sudah bayar. tetapi dengan arogannya mereka jawab tidak bisa,kalau begini terus dari mana kami dapat makan, katanya.Sampai ada yang nyeletuk diantara mereka dan kebetulan saya dengar: Alah duo supir travel nan kami tangani (pukul) disiko, nan mancubo-cubo ambiak panumpang.!!! Waktu itu suasana agak memanas dan istri saya minta jangan diteruskan akhirnya kami mengalah dengan membayar ongkos taxi dalam kota (walaupun tidak memakai taxi tersebut).
2. Kejadian kedua ketika saya pulang sendirian ke Payakumbuh juga, karena ingat kejadian pertama saya langsung ambil taxi dan sesuai harga yang tercantum pada list (resmi),setelah saya naik,saya heran AC tidak dinyalakan, terus saya minta supaya AC dinyalakan. Tetapi saya dapat jawaban kalau AC hidup harus tambah ongkos. Karena ketidak tahuan saya akhirnya disepakati separoh harga yang diminta. Penderitaan saya ini belum berakhir, sesampai diPadang panjang saya minta berhenti di Lapau Mak Sukur, karena KAMPUANG TANGAH minta diisi. Sisopir saya ajak makan sate bersama-sama, tak tahu dirinya sisopir setelah kenyang makan sate juga minta dibungkusin sate dan sekalian minta sebungkus rokok tanpa persetujuan saya.(notanya semua saya yang bayar). Waktu itu saya tidak protes cuma dalam hati saya agak heran, apakah sudah begini rendah harga dirinya..!!!!, Terakhir setelah sampai dirumah sopir kita ini minta tambah ongkos lagi, katanya rumah saya sudah diluar kota.(Rumah saya +/- 5 KM dari pusat kota).
Demikian sekilas pengalaman saya tentang per-taxi-an khususnya di bandara Tabiang, mudah-mudahan ada manfaat dan jadi koreksi untuk kita semua,karena dibanding layanan taxi dikota besar lain, kota Padang sangat tidak memadai sebagai pintu gerbang pariwisata Sumatera Barat. Saya berharap dengan telah pindahnya bandara ke Katapiang akan membawa perubahan juga kepada layanannya terutama masaalah angkutan ini.
Wassalam
Apieto. - Apieto</description>
			<pubDate>Tue, 22 Nov 2005 00:50:00 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
