<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Sitti Nurbaya dan Masyarakat Tidak Gemar Membaca</title>
		<description>Comments for Sitti Nurbaya dan Masyarakat Tidak Gemar Membaca at http://www.cimbuak.net , comment 1 to 1 out of 1 comments</description>
		<link>http://www.cimbuak.net</link>
		<lastBuildDate>Wed, 03 Dec 2008 21:27:18 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<item>
			<title>batua itu pak</title>
			<link>http://www.cimbuak.net/content/view/954/5/#comment-1101</link>
			<description>Cerita siti nurbaya itu punya nilai yang filosfisnya dan mempunyai cerita yang jauh berbeda dengan cerita rakyat daerah lain, namun itu lah pemahaman sastra masyarakat kita pada abad sekarang. banyak karya satra yang besar tidak dilihat dari nilai-nilai fisolofisnya tapi dari tokoh pemerannya.
jadi dengan terjadinya seperti ini jadi berubahlah moralilta bangsa 
ex  sekarang bukan zaman siti nurbaya.
     (munkin novelnya tidak mereka baca tapi mereka juga tidak mempelajari dari senentron yang di tayangkan oleh TVRI dulu. ada kata bapak siti nurbaya \&quot; Biayar saya mati dari pada anak saya kawin dengan datuak maringih\&quot; apakah dipaksa tapi siti nurbaya terpaksa demi membantu orang tuanya. beda dengan cerita daerah lain yg anaknya disuruh kawin dengan tuan tanah untuk mendapat keturunan yang baik (kaya, ningrat, dll)
kalau memang ada siti nurbaya apakah zaman dahulu orang sudah bebas berpacaran ?
bagai mana cerita ibu2 yang tidak berani keluar
bapak2 waktu dulu yang takun dan sangan segan pada mamak?

ex0 di senetron banyak cerita yang mengandung filosifis tapi masyarakat kita hanya bisa menangis, melahat pemeran yang cantik2, dan cakap2 malah mereka tidak tau apa yang ditangisi dan juga tidak tau bagai mana sipemeran menyelsai permasalahannya. aneh kan???? - Inyiak_gata</description>
			<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 23:14:40 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
