<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rdf:RDF
	xmlns="http://purl.org/rss/1.0/"
	xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel rdf:about="http://www.cimbuak.net">
		<title>Joomla! powered Site</title>
		<description>Joomla! site syndication</description>
		<link>http://www.cimbuak.net</link>
		<image rdf:resource="http://www.cimbuak.net/images/M_images/joomla_rss.png" />
	   <dc:date>2010-03-12T14:44:51+01:00</dc:date>
		<items>
			<rdf:Seq>
				<rdf:li rdf:resource="http://www.cimbuak.net/content/view/1707/5/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://www.cimbuak.net/content/view/1694/5/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://www.cimbuak.net/content/view/1706/5/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://www.cimbuak.net/content/view/1704/6/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://www.cimbuak.net/content/view/1703/5/"/>
			</rdf:Seq>
		</items>
	</channel>
	<image rdf:about="http://www.cimbuak.net/images/M_images/joomla_rss.png">
		<title>Powered by Joomla!</title>
		<link>http://www.cimbuak.net</link>
		<url>http://www.cimbuak.net/images/M_images/joomla_rss.png</url>
	</image>
	<item rdf:about="http://www.cimbuak.net/content/view/1707/5/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-03-11T19:00:00+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://www.cimbuak.net</dc:source>
		<title>Bermula Asal Keturunan Radja-Radja Didalam Negeri Pasaman Kehasilan Kalam</title>
		<link>http://www.cimbuak.net/content/view/1707/5/</link>
		<description> Ass.wr.wb. Bapak, Ibu dan Sanak Saudara........Saya, Riza Syahran Ganie gelar Sutan Khalifah, adalah anak dari Amaludin Ganie dan cucu dari Siti Zabidah gelar Puti Reno Dewan. Siti Zabidah, nenek saya, adalah anak kedua (sedangkan anak pertama Sutan Sjamsuddin) dari Sutan Abdullah. Sutan Abdullah adalah anak ke-6 dari Tuanku Sulthan Abdul Madjid, yang merupakan radja ke-9 dari Negeri Pasaman Kehasilan Kalam. Adapun urutan Radja-Radja Didalam Negeri Pasaman Kehasilan Kalam (dari yang pertama sampai yang ke-11) adalah sebagai berikut :</description>
	</item>
	<item rdf:about="http://www.cimbuak.net/content/view/1694/5/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-03-08T19:00:00+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://www.cimbuak.net</dc:source>
		<title>Salah Kaprah</title>
		<link>http://www.cimbuak.net/content/view/1694/5/</link>
		<description>Assalaamu&amp;#39;alaikum wr.wb  Umat Islam Indonesia adalah umat yang suka bersilaturahim. Saling berkunjung, saling menyapa dan saling berkomunikasi. Tetapi, mengapa tetap saja selalu menghadirkan kebencian, kedengkian dan konflik, padahal silaturahmi terus dijalin banyak pihak?  Kalau boleh dikatakan penyakit, penyakit itu adalah seringkali kita keliru menggunakan istilah kata. kita keliru menggunakan istilah silaturahmi. </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://www.cimbuak.net/content/view/1706/5/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-03-01T19:00:00+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://www.cimbuak.net</dc:source>
		<title>MIRGANTARA</title>
		<link>http://www.cimbuak.net/content/view/1706/5/</link>
		<description>  Beberapa waktu yang lalu, saya melakukan perjalanan dinas ke salah satu kota di Wilayah Indonesia Bagian Timur. Walau menggunakan pesawat udara, perjalanan panjang dan waktu tempuh yang cukup lama, membuat badan ini terasa capek juga.   Sebetulnya ini bukan perjalanan saya yang pertama ke Timur Indonesia, namun perjalanan kali ini terasa agak berbeda dari biasanya. Ada cerita baik dan atau buruk tentang keadaaan kota yang dituju. Keraguanpun sempat menggayut dalam hati kami saat memutuskan untuk tetap berangkat.  Namun, segala keraguan dan kecemasan itu sirna seketika tatkala roda pesawat menyentuh landasan bandara.   Alhamdulillah, kata tersebut spontan saya ucapkan. Allah telah melindungi kami dan membuat perjalanan kami lancar dan tidak mengalami hambatan yang berarti.Karena tidak memiliki bagasi, saya bersama rekan sepakat untuk saling bergantian ke salah satu kamar di sudut ruang kedatangan bandara. Setelah menuntaskan segala macam urusan pribadi, kami akhirnya meninggalkan ruang kedatangan bandara untuk selanjutnya melaksanakan tugas. </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://www.cimbuak.net/content/view/1704/6/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-02-22T01:35:58+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://www.cimbuak.net</dc:source>
		<title>Anak Manusia Korban Politik (22) : Tinggal Puing</title>
		<link>http://www.cimbuak.net/content/view/1704/6/</link>
		<description>Ujung kisah Marwan semakin mencekam dan mengharukan. Kami, aku dan istriku semakin jarang memotong dengan pertanyaan. Semua kisahnya sangat rinci dan jelas. Dan sangat mengharukan. Desi berkali-kali menyapu air matanya.Marwan melanjutkannya lagi. &amp;lsquo;Aku bekerja sampai tanggal 30 September dan sesudah itu di grounded. Tidak boleh lagi masuk kantor. Gajiku masih dibayar. Aku isi waktuku dengan banyak-banyak merenung. Tidak, aku tidak berubah jadi muno meski kuakui aku jadi sangat pendiam ketika itu. Di rumah aku usahakan untuk bersikap sewajar mungkin, meski tentu saja tidak mudah. Setiap pagi aku antarkan Ita ke kantor dan sore-sore aku jemput dia.</description>
	</item>
	<item rdf:about="http://www.cimbuak.net/content/view/1703/5/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-02-19T17:13:28+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://www.cimbuak.net</dc:source>
		<title>G u a</title>
		<link>http://www.cimbuak.net/content/view/1703/5/</link>
		<description>Gua dikampung saya disebut ngalau, Ngalau kamang, Ngalau Indah dan banyak ngalau dan gua yg lain. Kita akan terkagum-kagum disana yg kita rasakan adalah ke senyapan, kesunyian dan ketenangnanBanyak orang yg mencari ke tenangan bersemedi dan tafakur di dalam gua. Disana dia merasakan sesuatu, sesuatu kebutuhan mendekatkan diri kepadaNyaSehingga Nabi Muhammad juga pergi ke Gua Hira&amp;rdquo; yang terkenal sampai disana turun Ayat Al Qur&amp;rdquo;an yang pertama.Masuk Gua untuk mencari ketenangan dan kedamaian.Dikampung saya juga ada istilah Gua untuk menabuh Tabuh. Disebut  mang Gua tabuh , Tabuh baru di Gua bila ada hal penting atau menandakan waktu shalat sudah tiba, memanggil orang ke masjid merasakan ketentraman dan kedamaian</description>
	</item>
</rdf:RDF>
