Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nan tuo dihormati
Nan ketek disayangi
Samo gadang baok bakawan
Ibu jo bapak diutamokan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Harapan PDF Print E-mail
Written by Dr. H. K. Suheimi   
Wednesday, 22 August 2007

ImageBanyak  orang  berumah tangga, dan banyak pula  yang  berantakkan rumah  tangganya.  Padahal dari awal rumah tangga  itu  didirikan  dengan  penuh harapan dan mimpi-mimpi yang indah dan tekad  ingin  bahagia.  Masing-masing  pasangan bertekad  membahagiakan  pasangannya.  Didepan saksi berjanji akan sehidup dan  semati,  selalu  bersama hanya maut yang akan memisahkan kita.

Sukamu sukaku  jua.  Ceriamu ceriaku juga dan sakitmu adalah sakitku. Segunung harapan untuk menjalin cinta dan kemesraan. Namun tak semua harapan  jadi  kenyataan. Dalam mengharungi samudra hidup banyak hempasan gelombang, dalam perjalan banyak onak dan duri.  Saya terkesan  dengan  beberapa  episode kehidupan yang dijalani oleh    pasangan-pasangan  ini.  Dan  episode-episode itulah yang terbaca di  layar  monitor  komputer saya pagi ini ketika saya membuka jalur Isnet atau Islam  internet.  Saya rasa ini sangat kita perlukan. Saya pelajari  dan  ingin  saya sampaikan pada pembaca yang budiman. Tulisan  ini  di bagi dua HARAPAN dan KENYATAAN.
 
EPISODE 1

Saat  Fulanah masih seorang gadis, yang ada di benaknya dan  yang  kemudian menjadi  tekadnya adalah keinginan menjadi isteri  shalihat  yang taat dan selalu tersenyum manis. Pendeknya, ingin  memberikan  yang  terbaik bagi suaminya kelak sebagai  jalan  pintas  menuju  surga. Tekad itu diperolehnya setelah mengikuti  berbagai  'tabligh', ceramah, dan seminar keputerian serta membaca  sendiri  berbagai  risalah. Bahkan banyak pula ayat  Al-Qur'an  dan  Hadits  yang  berkaitan  dengan  hal itu telah  dihafalnya,  seperti  "Ar  Rijalu  qowwamuna alan nisaa'...","Fasolihatu qonitatu  hafizhotu  lilghoibi bima hafizhallah..." (QS. An-Nisa ayat 34).
Juga Hadits  :"Ad  dunya  mata',  wa khoiru mata'iha  al  mar'atus  sholihat."  (dunia  adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah  isteri  sholihat). Atau, hadits "Wanita sholihat adalah yang menyenangkan  bila dipandang, taat bila disuruh dan menjaga apa-apa yang diamanahkan  padanya. Begitu pula hadits "Jika seorang  isteri  sholat  lima waktu, shaum di bulan Ramadhan dan menjaga kehormatan dirinya serta suaminya dalam keadaan ridha padanya saat ia mati,  maka  ia  boleh masuk surga lewat pintu yang mana saja. (HR  Ahmad  dan  Thabrani).  Hadits  yang berat dan seram  pun  dihafalnya,  "Jika  manusia boleh  menyembah manusia lainnya, maka  aku  perintahkan  isteri menyembah suaminya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi,Ibnu  Majah,  dan Ibnu Hibban)

Figur isteri yang sholihat, taat, dan setia serta qona'ah seperti  Khadijah  r.a.  benar-benar terpatri kuat di  benak  Fulanah  dan  jelas ingin ditirunya. Maka, tatkala Allah SWT telah  menakdirkan  ia mendapat jodoh seorang Muslim yang sholih, 'alim dan berkomitmen penuh pada Islam, Fulanah pun melangkah ke gerbang pernikahan  dengan  mantap. Begitu   khidmat dan khusyu karena kesadaran  penuh  untuk  beribadah dan menjadikan jihad dan syahid  sebagai  tujuan  hidup berumah tangga.
 
EPISODE 2

Tatkala  Fulan masih menjadi seorang jejaka, ia sering  membatin,  berangan-angan,  dan bercita-cita membentuk rumah  tangga  Islami  dengan seorang Muslimah sholihat yang menyejukkan hati dan  mata. 
Alangkah  bahagianya menjadi seorang suami dan  seorang  "qowwam"   yang  "qooimin bi nafsihi wa muuqimun lil ghoirihi"  (tegak  atas  dirinya  dan  mampu menegakkan orang lain,  terutama  isteri  dan  anak-anaknya).  Juga menjadi 'imam yang adil' yang akan  memimpin
dan mengarahkan isteri dan anak-anaknya.
 
Alangkah menenangkannya mempunyai seorang isteri yang akan  dijaganya  lahir  dan batin, dilindungi dan  disayanginya  karena  ia  adalah amanah Allah SWT yang telah   dihalalkan baginya dengan  dua  kalimat Allah SWT. Ia bertekad untuk mempergauli isterinya dengan  ma'ruf  (QS An-Nisa:19) dan memperhatikan hadits  Rasulullah  SAW  tentang    kewajiban-kewajiban  seorang  suami.  "Hanya   laki-laki  mulialah  yang  memuliakan   wanita." "Yang paling baik  di  antara  kamu, wahai mu'min, adalah yang paling baik   perlakuannya terhadap  isterinya.  Dan  akulah (Muhammad SAW) yang  paling  baik  perlakuannya  terhadap isteri-isteriku." "Wanita seperti tulang  rusuk  manakala dibiarkan ia akan tetap bengkok, dan manakala diluruskan  secara paksa ia akan patah." (HR. Bukhari dan Muslim)
 
Fulan  pun bertekad meneladani Rasulullah SAW yang begitu  sayang  dan lembut pada   isterinya. Tidak merasa rendah dengan ikut meringankan  beban pekerjaan isteri seperti   membantu menyapu,  menisik  baju  dan sekali-sekali turun ke dapur seperti ucapan   Rasulullah  kepada  Bilal :"Hai Bilal, mari bersenang-senang dengan  menolong  wanita di   dapur."Karena Rasulullah suka bergurau dan bermain-main  dengan  isteri  seperti   berlomba lari  dengan  Aisyah  r.a.  (HR  Ahmad),  maka  ia pun berkeinginan meniru hal itu   serta  menyapa  isteri dengan panggilan lembut 'Dik' atau 'Yang'.  dengan tekad yang demikian Fulanah dan Fulan memabangun  Mahligai  rumah tangga.  Tapi apakah harapan  itu sesuai dengan  kenyataan?.  Insya Allah minggu depan akan saya coba sambung.
 
Padang  22 Juli 1996

Trackback(0)
Comments (2)add comment

melati malam said:

yang terindah...adalah impian..
yang nyata ...adalah pengorbanan...

namun harapan senantiasa setinggi gunung...
namun gunung dapat di ratakan...

Allah maha mengetahui...kenapa kekadang berkaca benar di laluan yang tak berliku...

salam mesra
melati malam..

*pengalaman mesti di tempuhi ia sejarah hidup kita nanti...tiada siapa dapat menolong kita ...kita sendiri yang harus membena bahtera impian...
 
report abuse
vote down
vote up
August 22, 2007
Votes: +0

vival_m2 said:

Bisuak kok ado nan ta kolang
Insya Allah minggu muko akan ambo cubo mangomentari.
Mokasih da atas kreativitas nyo
 
report abuse
vote down
vote up
August 22, 2007
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Thursday, 23 August 2007 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 12 guests and 22 members online
Generated in 0.81895 Seconds