|
Didekat sebuah jembatan di bengkolan dipnggir jalan di Kayu Tanam ada onggokan dedak berasal dari gilingan padi. Setiap kali dedak kasar itu di bakar dan debunya di jadikan pupuk untuk petani ke sawah.
Menyaksikan dedak atau sekam yang di bakar itu saya termenung, dari luar tampak onggokkannya masih baik, padahal di dalamnya sudah hangus membara, hancur luluh berantakkan, tidak berdedak lagi, musnah sudah. Begitu kita ketahui bahwa ada api didalam sekam, biasanya sudah terlambat. Begitu kita lihat asap, begitu tampak gejala-gejala di permukaan bahwa ada api, saat itu sebetulnya didalam sudah musnah, hancur dan hangus menjadi bara dan debu, sudah tidak bisa di tolong lagi, tak dapat di apa-apakan lagi. Ibarat api dalam sekam, begitu pulalah Penyakit AIDS; disaat pasien sudah didiagnosa terkena virus AIDS (Acquired immun Defisiency Syndrom), berarti dia sudah berada di terminal terakhir, didalamnya sudah hangus terbakar, tindakkan dan pertolongan biasanya tidak berguna lagi. Penyesalan tiba, kenapa perbuatan itu telah di kerjakan , memang penyesalan sering datangnya terlambat setelah segalanya tak berguna lagi, nasi telah jadi bubur. Sebetulnya AIDS itu sendiri tidak membunuh, cuma akibat sampingannya itu, dia menghancurkan kapasitas tubuh, dia menbikin tubuh lumpuh, lumpuh daya tahannya, tidak berdaya menghadapi serangan kuman, bacteri atau virus dan jamur serta bermacam-macam penyakit lain. Virus AIDS menyerang dan merusak sistem pertahanan tubuh, dia menyerang sel-sel darah putih, terutama T-Cell dan B cell dan T-4 cell. Didalam tubuh terdapat 3 type cell : 1. Killer T-Cell yang berfungsi secara langsung membunuh dan menghancurkan kuman-kuman atau sel-sel yang menimbulkan infeksi 2. B-cell menghasilkan anti body bila terjadi infeksi 3. T-4 cell yang bertugas meng identifikasi virus, merangsang B cell untuk menghasilkan anti body kembali, serta mengaktifkan system immum dalam tubuh. Sebetulnya infeksi AIDS telah di mulai di saat virus masuk ke dalam aliran darah manusia, tapi biasanya tidak manimbulkan gejala, gejala baru kentara setelah beberapa lama kemudian, setelah merusak kesana sini, setelah tubuh tidak berdaya, setelah pertahanan dan sistem kekebalannya hancur. Virus AIDS ini memilih sel yang di ingininya untuk di serbu. Justru yang di senangi oleh virus ini ialah menyerbu dan menembus T Cell dan merobah DNA yang terdapat dalam sel ini menjadi double-strandes DNA, kemudian menyerbu chromosome, meliputinya, dan dia berada di permukaan chromosome selama beberapa minggu sampai beberapa bulan bahkan samapai bertahun-tahun tanpa memperlihatkan efek penyakit. Dalam keadaan ini disebut dia berada dalam suasana Carier atau pembawa penyakit serta dapat menularkan penyakit itu. Dia berbahaya bagi orang lain, karena dia sumber dan dapat menyebarkan virus ini. Biasanya setelah 6-8 minggu, materi dalam sel menjadi aktif. Keadaannya seperti memasuki awal dari satu terminal terakhir. Dibawah pengaruh virus dalam DNA, sel-sel ini akan mencopy dan memperbanyak virus AIDS menuju satu tingkat yang berbahaya serta memberikan alarm-alarm atau pertanda-pertanda. Biasanya terjadi proses penghancuran sel, sambil virus ini membentuk family-family yang baru lagi yang akan menyerang sel-sel yang lain. Dia memperbanyak diri mereka menyusup ke dalam T-4 cell yang sangat vital serta meliputinya sampai T-4 cell ini habis. Biasanya T-4 cell ini menerima pesan-pesan kimia yang di sampaikan oleh T cell dan B-cell sehingga terbentuk sistem pertahannan dan kekebalan, tapi kini T-4 cell musnah sudah, pesan itu tak jadi sampai. Benteng pertahanan dan kekebalanpun bobol, si pemiliknya kehilangan daya tahan dan daya kebal. Pada saat ini terbuka kesempatan yang luas bagi bacteri, virus-virus yang lain, jamur-jamur dan sel-sel kanker. Mereka bersimaharajalela bertumbuh, berkembang dan menyerang bagian-bagian tubuh, sehingga menimbulkan penyakit yang fatal yang tak dapat di tanggunglangi, karena daya tahan umum merosot dan menurun dengan sangat drastis. Virus inipun dapat menyerang otak, sehingga menimbulkan gejala neurologis yang serius, seperti gangguan motorik dan psykologik. Seekor virus Aids memproduksi dan melipatkan dirinya dengan cepat dan sangat banyak dan tidak satupun yang dapat menghalangi dan menahan perkembang biakan ini. Dalam tempo 2 tahun dia menyergap sistem immun dan korbanpun akan terkulai layu, jatuh tak berkutik menemui ajalnya. Hanya beberapa orang saja yang dapat bertahan sampai 3 tahun, kemudian lenyap dari peredaran, sebuah nyawa telah pergi ke ketiadaannya. Dari mana asalnya AIDS ini? Banyak yang mengatakan bahwa AIDS berasal dari Afrika Tengah, Zaire, Burundi, Uganda Tanzania dan Kenya. Disana di temui monyet yang sangat banyak yang disebut dengan African "Green" yang membawa virus sama bentuknya dengan virus AIDS yang lebih menyukai hidup didalam aliran darah. Monyet ini tidak menderita penyakit seperti yang dialami manusia karena pada monyet ini sudah terbentuk sistem anti terhadap virus ini. Karenanya monyet-monyet ini di kenal sebagai carier atau pembawa virus. Sebelumnya monyet ini sering di tangkap dan ada juga yang memakan dagingnya, cuma dalam penangkapan ada yang digigit oleh monyet, viruspun beredar didalam darah si penangkap. Begitupun waktu memindahkan monyet-monyet ini ke negara lain seperti Amerika. AIDS pertama di kenal pada tahun 1960 yang dapat di deteksi oleh para ahli di Amerika, gejalanya persis sama dengan gejala yang di temukan pada orang Afrika. Dikatakan virus AIDS sampai ke Amerika melalui Haiti, sebab ribuan orang bertamasya di kepulauan ini. Dan disini banyak terjadi pergaulan bebas serta homoseks atau penyuntikkan obat-obat terlarang. Melalui pergaulan bebas, homoseks, serta suntikan-suntikan berpindahlah virus dari orang yang satu ke yang lain. Masing-masing orang ini pulang ke New York, lalu perkemban gan selanjutnya dapat kita saksikan, hampir seluruh dunia sudah di jangkiti oleh AIDS. Orang-orang yang homoseks menularkan pada istri dan istri melahirkan anak yang tak berdosa tapi telah menanggung dosa dan penderitaan yang di pikulkan oleh orang tuanya. Bagaimana penyebaran AIDS?; AIDS di ketahui menyebar melalui aliran darah sewaktu melakukan hubungan intim, terutama hubungan melalui anal dan oral. Anal atau anus yang didalamnya ada rectum, hanya di lapisi oleh selapis epithel toraks yang mudah terkelupas dan terluka, apalagi waktu di masukki oleh benda seperti penis. Begitupun oral atau mulut, yang dilapsisi oleh mucosa yang mudah berdarah. Melalui aliran darah inilah virus AIDS masuk dan berkembang biak. Ketika pasangan ini melakukan hubungan secara demikian ada luka yang terbuka, maka melalui luka ini viruspun menyerbu dan AIDSpun tak terhindarkan lagi. Demikian juga sewaktu wanita haid, ada pembuluh darah yang terbuka, makanya agama melarang manusia berhubungan sewaktu istrinya dalam haid. AIDS juga dapat menyebar melalu suntikkan intra vena, transfusi darah, penyalah gunaan pemakaian obat-obat suntikkan. Menyuntik seseorang dengan jarum bekas suntikkan penderita AIDS. AIDS tidak akan menular oleh karena tinggal serumah dibawah atap yang sama, juga tidak menular karena memakai perabot atau alat-alat rumah tangga, tapi ingat keluarga yang lain jangan sama-sama memakai gundar gigi yang sama atau alat-alat yang menimbulkan luka seperti pisau cukur. Atau perawat yang menusuk an jarum ke ujung jari. Dapatkah Penyakit AIDS di obati?; Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk AIDS, biasanya yang di obati adalah penyakit penyertanya seperti TBC, pnemonia, dll. Juga belum di temukan Vaccin yang dapat mencegah terjangkitnya AIDS. Kita harus bekerja keras dengan meninggikan daya tahan dan kebersihan alat-alat dan kebersihan sikap dan cara hidup. Penelitian baru diarahkan pada 3 jalan: 1. Bagaimana cara untuk meningkatkan daya tahan dan meningkatkan sistem immun di dalam tubuh. 2. Mencari obat-obat yang dapat mencegah pertumbuhan virus AIDS 3. Mencari vaccin. Banyak promosi mengenai obat Azidothymidine (AZT) dan beberapa obat anti virus yang lain. Dikatakan AZT dapat mebunuh virus IDS, tapi side effek yang di timbulkannyapun parah dan serius. Satu lagi kesukaran dalam mengobati AIDS adalah; Korban kebanyakkan di ketahui pada stadium terminal, stadium akhir. Sebelum di kenal dan didiagnosa, biasanya penderita sering sudah dicemari oleh penyakit-penyakit lain akibat bacteri atau virus. Dan dalam waktu yang bersamaan penderita juga mengidap penyakit- penyakit yang sukar di sembuhkan termasuk cancer dan pnemonia. Penyakit inipun sering di temukan pada dewasa menjelang tua. "Gaek alun, mudo talampau." Dimana sistem kekabalannya sudah melemah dan menurun karena di makan usia. Dan kalau di usia segini ditulari oleh virus AIDS korban akan cepat jadi agonal dan sebentar kemudian mati. Pengobatan yang terbaik saat ini adalah; hindari seks melalui anal atau oral, memakai condom, dan berhubungan seks hanya dengan satu istri saja. Dipandang dari sudut agama AIDS adalah merupakan "peringatan" terhadap perilaku ummat manusia yang makin menjauhi nilai-nilai luhur agama, yang dulu jadi panutan dan di pegang teguh. Untuk semua itu saya teringat akan sebuah Firman suci-Nya dalam surat Al a'raf ayat 80 s/d 84 :"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth kepada kaumnya. Ingatlah tatkala dia berkata kepada mereka:"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan homoseks (Faahisyah) itu, yang belum pernah di kerjakan oleh seorangpun (didunia ini) sebelummu?" Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan :"Usirlah mereka (Luthan Pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah rang-orang yang berpura-pura mensucikan diri". Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya, kecual istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan batu; maka perhatikanlah bagaimana kesudahannya orang-orang yang berdosa itu. Padang 1 Januari 1993
Trackback(0)
|