|
Tafsir Pantun Minang (9) : Pantun Adat |
|
|
|
|
Written by Dr. Darwis SN St.Sati
|
|
Wednesday, 12 September 2007 |
|
Page 11 of 20
Dahan kamunieng bialah patah, Asa mangkudu jan talendo. Dilahie rajo nan disambah, Dibathin rakyat nan kuaso.
Artinya :
Dahan kemuning biarlah patah Asal mengkudu jangan dilenda. Dilahir raja yang disembah, Di bathin rakyat yang kuasa.
Tafsir sampiran : Dahan kamunieng bialah patah, asa mangkudu jan talendo.. Kayu kemuning yang cukup besar, biar sajalah patah dahannya, asalkan pohon mangkudu yang tumbuh dekat pohon kemuning itu tidak akan kena ditimpa olehnya. Ini merupakan satu kiasan yang mendalam menyangkut dengan berbagai kasus yang terjadi, baik yang berbentuk kabaikan maupun kejahatan, hendaknya jangan sampai menimbulkan penderitaan atau kerugian kepada orang lain.
Tafsir isi pantun : Dilahie rajo nan disambah, dibathin rakyat nan kuasa.Dalam satu negara kerajaan pada lahirnya Raja yang mengepalai negara itu, disembah, dihormati, disanjung, dipatuhi dan sebagainya. Akan tetapi dalam bathinnya adalah rakyat yang berkuasa, sebab tidak ada raja kalau tidak ada rakyat dan kalau rakyat tidak menyukai raja itu, misalnya karena tidak adil dan kejam, rakyat bisa saja menggulingkan raja itu.Namun inI hanya terjadi pada satu kerajaan yang demokratis, bukan yang otokriter. Raja di Inggeris dan di Jepang adalah seperti itu. Dan pantun ini mengisyaratkan bahwa kerajaan Minangkabau adalah satu kerajaan yang demokratis, atau parlementer.
|