Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Kok diajak urang pasupadan
Kok dialiah urang kato pusako
Kok dirubah urang kato dahulu
Jan cameh nyawo malayang
Jan takuik darah taserak

Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Mimpi PDF Print E-mail
Written by Nukman Luthfie   
Monday, 23 August 2004
Article Index
Mimpi
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13

Mimpi (07) : Mengenali Mimpi

Seorang teman mengeluh, sudah bertahun-tahun menggeluti bisnisnya tetapi tidak maju-maju. Padahal ia sudah merasa bekerja super keras.

Seorang ekonom pernah menulis kolom betapa menyedihkannya nasib petani kita: mereka bekerja keras tetapi tetap miskin dan malah makin miskin. Tukang becak yang dari pagi sampai malam mengayuh becak nasibnya tak berubah.
Seorang karyawan merasa karirnya mentok, gajinya hanya naik setinggi inflasi tiap tahunnya - bahkan kadang tak naik, pekerjaannya itu-itu saja.

Situasi seperti itu sering kita hadapi pada masa tertentu. Tak ada yang kebal dari serangan penyakit ini. Rudyard Kipling mengatakan, jika kita tak mampu meraih apa yang kita inginkan, itu artinya memang kita sesungguhnya tidak menginginkan. "If you do not get what you want, it is a sure sign that you did not seriously want it.

Yang membedakan mimpi dengan bualan adalah mimpi selalu menuntut aksi yang memberikan nilai tambah, sementara bualan tak menuntut apa-apa.
Mimpi untuk "Bebas Finansial" tanpa diiringi langkah-langkah konkrit menuju ke sana, adalah bunga tidur. Oleh karena itu, langkah pertama menggali mimpi yang sesungguhnya adalah pertanyaan pada diri kita sendiri: "Mampukan mimpi itu menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu menjadi lebih baik?" Kalau ya, itulah mimpi atau "desire" menurut Micahel Jordan. Kalau tidak, buang saja ke laut.

Seorang teman yang bermimpi menjadi pengusaha memberanikan diri untuk pindah kuadran, dari karyawan menjadi membangun usaha sendiri. Sebuah langkah yang hebat. Namun, ketika mengelola perusahaannya, ia masih bersikap seperti seperti karyawan:  bekerja sejelek apapun pasti mendapat gaji. Ia masih saja meremehkan klien dengan terlambat datang ke meeting. Ia lupa, jika ia meremehkan pelanggan, sang pelanggan akan lari dan lenyaplah satu sumber pendapatan perusahaan. Jika itu menimpa pelanggan lain, satu per satu pelanggannya akan hilang. Ia lupa bahwa yang menggaji karyawannya dan bakal membuat dia kaya suatu saat sesungguhnya adalah pelanggannya. Oleh karena itu, orang yang terjebak pada situasi ini perlu bertanya pada diri sendiri: benarkah ini mimpiku?

"If you want to make small, incremental imrpovements, works on your behavior. If you want to make quatum leaps in improvement, work on your paradigm" - kata Stephen R. Covey yang mashur dengan serial SevenHabits-nya. Kalau hanya sekadar mau maju, bekerjalah dengan kebiasaan kita. Tapi kalau mau maju pesat, gunakanlah paradigma kita.
Mimpi, seharusnya mampu mendorong kita menuju perbaikan yang di atas rata-rata - quantum leap improvement. Mimpi mestinya mampu mendorong kita untuk menggunakan paradigma baru yang lebih benar dan  meninggalkan paradigma lama yang menjerumuskan kita pada gegagalan.

Memang, kadar mimpi sangat bervariasi. Yang pantas dianggap mimpi, MINIMAL adalah mampu mendorong kita untuk "HARUS" mewujudkan mimpi tersebut apapun tantangan yang harus dihadapi. Dulu ketika mahasiswa, saya dilarang ikut pertandingan karate karena baru sabuk hijau dan baru sebulan ikut latihan.  Saat itu juga saya bangun mimpi harus juara
karate meski hanya sabuk hijau. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya berhasil mengalahkan mereka yang sabuk hitam dan berhasil jadi juara. Hadiahnya? Tangan kiri langganan bengkak karena menangkis tendangan. Pipi selalu pecah dalam pertandingan. Bahkan pernah KO, karena dagu saya kena pukulan telak dan masuk rumah sakit dua hari dengan tiga jahitan. Biarin aja, yang penting mimpi terwujud.

Mimpi yang paling top adalah yang mampu mendorong kita untuk "MEWUJUDKAN MIMPI DENGAN PENUH CINTA. Inilah yang oleh Jack M Zufelt disebut Core Desires. "Core Desires are things that your heart is set on - things you want with your heart - things you love to do or to be". Sesuatu yang 'harus" kita lakukan berubah menjadi "ingin" kita lakukan pada tahapan ini. Mimpi yang jenis inilah yang paling perkasa membantu kita untuk meraih lompatan quantum dalam banyak hal: bukan hanya karir, tetapi juga kehidupan sosial dan keluarga. Tidak usah panjang lebar, apapun yang kita lakukan, jika dasarnya cinta, hasilnya akan luar biasa.

Mimpi yang tak memenuhi kedua syarat tadi, buang saja ke laut.

Bersambung..

Diposting pada Mailing List UGM
Disadur oleh : Dewis Natra



Last Updated ( Wednesday, 08 September 2004 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 2 guests and 10 members online
Generated in 9.43815 Seconds