Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Kaluak paku kacang balimbiang
Buah simantuang penggang-penggangkan
Anak dipangku kamanakan dibimbiang
Urang kampuang di petenggangkan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Bahaya Dengki PDF Print E-mail
Written by Rahima Rahim   
Monday, 05 November 2007

ImageAssalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu.

Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda yang  artinya:" Hasad akan memakan kebaikan yang ada,  sebagaimana kayu memakan api".

Betapa jeleknya sifat iri atau dengki ini, karena  semua kebaikan yang kita lakukan akan   sia-sia, hanya  karena adanya rasa iri atau dengki kita pada  seseorang, karunia yang   diberikan oleh Allah  Ta'ala pada orang yang kita kenal, ataupun yang tidak  kita kenal sama sekali.

Mungkin kita sering melihat secara langsung dengan  mata kepala kita sendiri, atau ditelevisi akan  kebakaran yang menimpa gedung-gedung yang bertingkat,  gedung mewah, atau bahkan gubuk derita sekalipun,  ludes ditelan api dalam sekejap mata memandang.
Lihatlah pagaruyung yang mewah itu, jangankan bangunan  utamanya, bangunan disampingnyapun bisa terkena  hembusan api yang menyala-nyala, merah merekah, bak
apel yang lagi ranum saking merahnya. Ini baru api  dunia yang memakan bangunan, apatah lagi api neraka  yang warnanya bisa hitam pekat, tidak bisa dibayangkan  oleh pikiran kita betapa panasnya api neraka tersebut.

Seperti itulah perumpamaan bagaimana hasad memakan  kebaikan yang selama bertahun-tahun kita lakukan,  amalan ibadah yang sudah tunggang tanggik kita  kerjakan, pagi siang-malam, sampai lutut dan kening  pegal, dan berwarna kehitaman dikarenakan ibadah yang  kita kerjakan, namun semua ludes, hanya dikarenakan  satu perkara saja kita kerjakan, yang dikerjakan bukan  oleh tangan, hanya sekeping daging yang lembut dan  lunak, itulah yang dinamakan hati. Hasad itu berasal dari dalam hati seseorang.

Rasulullah pernah memberitakan pada para sahabatnya  sampai beberapa kali.
Akan ada kedatangan seseorang ahli surga. Setelah berkata hal tersebut, maka datanglah seorang lelaki.  Keesokan harinyapun begitu.Sampai ada seorang sahabat  penasaran akan amalan apa sih yang dilakukan oleh  pemuda ini, sampai-sampai ia dikatakan Rasulullah 
penduduk surga? Maka sahabat itupun meminta izin untuk menginap dirumah lelaki tersebut. Setelah beberapa hari  menginap, dilihatnya ibadah lelaki tersebut  biasa-biasa saja, ngak ada yang istimewa. Akhirnya ia  bertanya pada lelaki tersebut, dan menceritakan sebab  ia menginap dirumahnya.Apa jawab lelaki  tersebut?. "Saya sebelum tidur setiap harinya selalu  merenungkan diri saya, dan tidak ada sedikitpun dihati  saya ada rasa iri atau dengki pada siapapun.

Jadi, betapa besarnya pengaruh sifat dengki pada diri  seseorang, dan betapa seseorang bisa masuk surga hanya  karena tidak adanya setitikpun rasa iri atau dengki  pada  sesama. Pada adik kita, pada anak kita, pada  suami/istri kita, pada teman kita, pada tetangga kita,
atau bahkan pada madu kita sekalipun. Karena kita harus  menyadari, "likulli syaiin  maziyyah" (Pada setiap orang  masing-masingnya punya kelebihan yang telah ditetapkan
oleh Allah Ta'ala).

Allah Ta'ala berfirman dalam Q.S Annisa ayat 32, Dan  janganlah kamu berangan-angan dengan pemberian  kelebihan yang telah ditetapkan oleh Allah kepada  sebahagian kamu, bagi para lelaki telah ditetapkan  kadar nasibnya sesuai dengan amalannya, bagi perempuanpun telah ditentukan kadar nasibnya sesuai  dengan amalannya juga..."

Orang yang hasad, menginginkan agar karunia yang telah  diberikan oleh Allah Ta'ala   kepada orang yang  diirikannya itu hilang, dan beralih kepada dirinya,  baik itu kelebihannya, kasih sayang orang kepadanya,  keutamaannya, kekayaannya, kepintarannya, atau apapun
yang merupakan kelebihan orang tersebut, hilang  lenyap, bahkan ia tak segan-segan berupaya membuat  tipu daya, segala macam cara agar karunia dan rahmat  serta kelebihan yang ada para orang tersebut hilang  diterpa angin, kalau bisa tak berbekas sama sekali.
Dan  karunia, atau kelebihan itu beralih kepada dirinya,  saking hasadnya ia pada orang tersebut.betapa jeleknya  sifat ini, wajar saja kebaikan, amalan ibadah kita  bisa terlahap sampai hangus, kehitaman, yang ada hanya  debu-debu berterbangan, karena betapa jeleknya sifat iri ini.

Kalau kita tak ingin amalan ibadah kita lenyap begitu  saja, ada baiknya kita sering-sering mengingat hadits  tersebut, terutama disaat melihat kebakaran, atau  minimal melihat kayu ditungku saat kita memasak, atau  melihat orang sedang masak. Kita sadar, begitulah rasa
iri, dengki, atau hasad memakan segala kebaikan yang  telah bertahun-tahun kita  kerjakan.
Apakah kita mau  amalan kita sia-sia bagai angin menerbangkan daun  kering? betapa   rapuhnya daun yang telah kering  kerontang itu.

Allah Ta'ala menyuruh kita agar berlindung dari  memiliki sifat hasad, dan dari kehasatan orang lain  kepada kita dengan perintahnya dalam Q.S Al falaq ayat  5: "Dan (aku   perlindung)dari kejahatan orang yang hasad  apabila ia telah memiliki sifat iri(dengki)".

Hanya ada rasa hasad didalam diri seseorang yang  diperbolehkan oleh agama  sebagaimana sabda Rasulullah  yang kira-kira bermaknakan: " Tidak diperbolehkan hasad
kecuali dalam dua perkara, seseorang  yang diberikan  oleh Allah ta'ala akan harta lalu ia menafkahkan  hartanya itu pada jalan Allah, dan seseorang yang  diberikan karunia oleh Allah Ta'ala akan ilmu dan ia  mengamalkan ilmunya serta memberikannya pada orang  lain.....".

Lantas bagaimana cara kita agar kita terhindar dari  sifat iri tersebut?Caranya cukup mudah, asal ada  kemauan yang kuat.

Pertama:
Kita harus menyadari bahwa kalau kita iri,  segala amalan kita akan rusak.

Kedua:
Kita harus menyadari, dan bersyukur atas  karunia yang telah diberikan oleh Allah ta'ala, Allah  berfirman.Jika kamu bersyukur maka nikmatku akan  kutambah, tetapi bila kamu kafir (tak bersyukur), maka  tunggulah azabKu yang maha pedih 

Ketiga:
Kita harus menyadari bahwa ada beberapa perkara  yang tidak bisa diganggu gugat oleh manusia dari  ketentuan yang pencipta,yaitu, kelahiran, kematian, rezeki dan jodoh   seseorang, telah ditetapkan dari  Allah Ta'ala.

Keempat :
Tak perlulah kita mencari-cari aib, atau  kesalahan seseorang, hal ini akan menimbulkan dosa dan  rasa iri dengki kita saja pada orang tersebut. Allah  berfirman:"Janganlah kamu bertajassus (mencari-cari  kesalahan orang lain) "Dan janganlah kamu bergunjing. (bergunjing hanya dibolehkan agama dalam  beberapa perkara, salah satunya bila ada niatan baik  untuk merubah orang yang kita gunjingkan tersebut.)

Tiada gading yang tak retak, tiada manusia yang tak  memiliki kesalahan, yang benar   datangnya dari Allah  Ta'ala, yang salah berasal dari diri saya sendiri dan  syetan.

Wassalamu'alaikum.
Bukittinggi, 20 September 007.

Rahima.

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Tuesday, 06 November 2007 )
 
< Prev   Next >
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 5 guests and 11 members online
Generated in 0.96703 Seconds