Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Balabiah ancak ancak
Bakurang sio sio
Diagak mangko diagiah
Dibaliak mangko dibalah
Bayang bayang sapanjang badan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Pendidikan Anti Korupsi PDF Print E-mail
Written by Prof. Dr. H. Buchari Alma   
Thursday, 15 November 2007

ImagePendidikan anti Korupsi, membangun bangsa yang Jujur, Disiplin, Percaya diri, Kreatif, dan  Rajin Membaca melalui Proses Ujian Sekolah

Tertarik akan berita di surat kabar, tentang Usaha melaksanakan Pendidikan Antikorupsi di Padang belum berjalan maksimal, maka penulis ingin urun rembug bagaimana menemukan solusi membiasakan anak-anak  generasi muda bangsa yang akan datang agar selalu berperilaku jujur.

Sebab perilaku jujur adalah modal dasar hidup ditengah masyarakat.
Memang orang yang tidak jujur bisa juga berhasil hidupnya tapi hanya  untuk sementara, setelah itu ia akan menderita. 
Diberitakan dalam surat kabar tersebut tentang upaya membiasakan  berperilaku jujur  dengan cara melatih anak-anak melalui kotak  kejujuran dan kantin jujur. Ini adalah salah   satu usaha yang terpuji  dan diharapkan akan berhasil. Namun sampai dimana tingkat
keberhasilannya belum jelas.
Kemudian kita perhatikan fenomena yang terjadi dalam diri bangsa Indonesia

1. Kita sulit mencari pegawai, kasir, partner bisnis bahkan mencari  calon pemimpin yang jujur. Kalaupun ada pemimpin yang jujur, orang- orang sekelilingnya banyak yang tidak jujur sehingga menghambat  kinerja sang pemimpin. Ada kasus calon pemimpin berijazah palsu, suatu  bukti ketidakjujuran moral yang harus dihukum seberat-beratnya,

2. Kita sangat maju dalam praktek demokrasi tapi hanya dalam demokrasi  prosedural untuk memilih presiden, gubernur, bupati, dsb. yang  seringkali diikuti dengan perkelahian. Demokrasi dinegara kita belum  mampu mengambil manfaat substansial dari demokrasi itu sendiri, karena  kekurangan pengetahuan,

3. Lulusan sekolah pada tingkat apapun selalu ingin menjadi pegawai,  tidak kreatif,  malas baca dan kurang percaya diri.

4. Jika ada kesempatan/ peluang selalu ikut kelompok untuk korupsi,  tidak mungkin menolak ajakan menyeleweng dari kelompoknya

5. Dunia pendidikan digunakan sebagai ajang promosi, beberapa daerah  berusaha meningkatkan mutu pendidikan melalui tingkat kelulusan 100 %  yang dilakukan dengan berbagai cara. Beberapa cara yang tidak terpuji  adalah sedikit melonggarkan pengawasan dalam ujian, jika perlu guru  membantu membuat jawaban kemudian dibagikan kepada siswa yang sedang  diuji (ini sudah rahasia umum).

Usaha-usaha yang tidak lazim diatas, menyebabkan proses pendidikan  yang dilakukan selama ini, mengarah kepada pembentukan watak, perilaku  lulusan sekolah akan menjadi koruptor, tidak disiplin, tidak jujur,  tidak bertanggung jawab tidak percaya diri, dsb.
Salah satu usaha yang menurut penulis akan berhasil secara signifikan  untuk merubah perilaku bangsa Indonesia ialah melalui proses ujian  sekolah yang bersih dan jujur mulai dari tingkat bawah (SD) sampai  tingkat S1, S2, dan S3. Selama ini telah betahun-tahun negara kita  melaksanakan ujian sekolah apa yang terjadi?

Pelaksanaan Ujian Sekolah Membentuk Karakter Manusia Tidak Jusur, Malas Baca, Mudah  Nyontek dan Korup

Memang dunia pendidikan kita dikatakan carut marut, kusut dengan  berbagai persoalan yang tidak kunjung selesai. Para pakar selalu  memikirkan bagaimana mengurai benang kusut ini, dari mana dimulai,  simpul mana yang harus dibongkar? Depdiknas sudah berusaha melakukan  perbaikan kurikulum, menatar guru-guru, membenahi distribusi buku, meninjau atau reevaluasi perbukuan, proyek perpustakaan, meningkatkan  dana pendidikan, tapi semua ini belum membuahkan hasil yang  diinginkan.
Seharusnyalah dunia pendidikan ini diserahkan kepada orang-orang yang  ahli dibidangnya. Kita punya universitas pendidikan, fakultas  pendidikan, sarjana pendidikan yang ahli dalam bidangnya, mereka harus  terlibat dalam merumuskan pengelolaan pendidikan nasional. Serahkan  egala urusan kepada ahlinya.
Tingkat produktivitas dunia pendidikan kita rendah, diukur dari  berbagai aspek yang telah diungkapkan melalui berbagai survai dan  penelitian. Proses belajar mengajar dalam lembaga pendidikan kita  gagal, mendidik generasi muda bangsa menjadi generasi yang diidam-idamkan. Manusia tidak jujur dan korup lahir dari hasil pendidikan  kita, setelah  tamat mereka menjadi polisi, guru, dokter, sarjana  hukum, sarjana teknik, pengusaha berbaur dengan lingkungan eksternal  yang sudah rusak oleh generasi pendahulu.
Penulis melihat perilaku NYONTEK dalam proses ujian adalah simpul yang  amat strategis yang perlu dibasmi dalam proses ujian dunia pendidikan  kita. Kita harus mengembangkan suatu budaya DILARANG KERAS NYONTEK  dalam ujian, dan harus diberikan sanksi berat dan tegas tidak pandangbulu.

Sekarang coba perhatikan fenomena ujian yang dihadapi oleh murid-murid  dari dari SD-SLTP-SLTA-PERGURUAN TINGGI S1-S2-S3- dan sebagainya  selalu saja terbuka kesempatan, banyak peluang untuk nyontek. Murid sama murid nyontek, guru sama guru jika diuji juga nyontek, guru  memberi kesempatan siswa nyontek, atau guru memberikan jawaban soal  dalam ujian akhir nasional,  siswa siswa-siswa S1, S2, S3 juga biasa
nyontek. Dimana-mana selalu nyontek.
Kasus terakhir, kita baca, bahwa ada guru yang dilempari batu karena  terlalu keras mengawas UAN, ini menyalahi prosedur dan kebiasaan yang  berlaku. Selama ini pengawas harus pura-pura tidak tahu bahwa para  siswa nyontek. Jadi harus ada toleransi dari pengawas dan ini sudah  biasa.
Penulis pernah melakukan survei dan memberi angket kepada para  mahasiswa sebanyak 55 orang, hasilnya sangat mengagetkan bahwa 100 %  mereka pernah nyontek dalam ujian. Lebih separoh diantaranya sering  dan seringkali menyontek.
Akibat dari nyontek ini sudah jelas akan muncul perilaku, atau watak,  tidak percaya diri, tidak disiplin, tidak bertanggung jawab, tidak mau  membaca buku pelajaran tapi rajin membuat catatan kecil-kecil untuk  bahan nyontek, potong kompas, menghalalkan segala macam cara, dan  akhirnya menjadi koruptor.

Di negara maju, Amerika, Eropa, Australia, dsb. sangat ditekankan  TIDAK DIBENARKAN NYONTEK dalam ujian. Barangsiapa kedapatan nyontek,  maka ia akan dikeluarkan dari sekolah, dan cari sekolah lain yang  sesuai. Hasilnya budaya jujur bisa terbentuk selama mereka mengalami  proses pendidikan, dan lebih percaya diri.
Proses ujian yang tidak membolehkan nyontek ini harus kita budayakan  dilingkungan sekolah, dan perguruan tinggi, tidak ada peluang lagi  untuk nyontek.
Alasan klasik mungkin muncul untuk membiarkan berkembangnya perilaku  nyontek, yaitu murid kita terlalu banyak, dalam satu kelas ada 50 - 60  orang. Untuk mengatasi ini, maka murid harus dibagi dua kelompok, dan   menggunakan dua ruangan, hal ini bisa diatur. Yang penting tidak ada  lagi peluang untuk tidak jujur dalam ujian.
Pengaruh dari pelaksanaan ujian seperti ini ialah, siswa akan belajar  giat, guru akan mengajar lebih serius, anak-anak akan rajin membaca,  kegiatan siswa akan fokus pada pelajaran, bukan pacaran, bukan  tawuran, mencuri, kenakalan remaja, bermain-main, tapi siswa mulai  disiplin dan bertanggung jawab, dan orang tua tidak lagi mencampuri
urusan pendidikan. Semua prestasi hasil belajar, adalah benar-benar  "murni" mencerminkan kemampuan anak-anak mereka. Selanjutnya UAN tidak  akan dipersoalkan lagi, UAN menjadi hal yang biasa, UAN sangat  diperlukan pengawasan yang ketat makin ditingkatkan, perilaku jujur  akan menjadi budaya nasional kita khususnya budaya jujur dalam dunia   pendidikan.
Nah mulai dari hal yang simpel ini, kita akan bisa membangun generasi  anak bangsa menjadi membanggakan dan sesuai dengan yang kita idam-idamkan. Alangkah indahnya jika budaya tidak dibenarkan atau HARAM  HUKUMNYA NYONTEK, NYONTEK SAMA  DENGAN MALING/ MENCURI mulai  diterapkan di negara kita Ini suatu usaha mudah, dan hasilnya sangat  maksimal, mari kita coba dibawah komando Depdiknas.
Siapapun yang pegang kekuasaan, cobalah penjuangkan, diskusikan  dan  deklarasikan mulai hari   ini DIHARAMKAN NYONTEK DI SEKOLAH, ATAU DI  DAERAH KITA. Bapak Mendiknas, Bapak Dirjen bisa deklarasikan ini untuk  diberlakukan diseluruh NKRI, atau Kepala Diknas Prov.,Kab,/ Kota,  ataupun Kecamatan bisa mendeklarasikan ini, kemudian diikuti dengan pengawasan pelaksanaannya. Pengawasan dilakukan terhadap pelaksanaan  ujian itu sendiri, yang diawasi sekarang guru yang mengawasi ujian.
Begitu dideklarasikan maka Indonesia akan geger, kita akan bangkit,  menuju bangsa yang berbudaya jujur dan perilaku korup akan berkurang. 
Mudah-mudahan dengan demikian dunia pendidikan betul-betul akan mampu  merubah perilaku generasi muda dan akan berpengaruh terhadap orang  tua, para pemimpin yang akan mengakui eksistensi, otonomi, kemandirian  dunia pendidikan yang mengutamakan proses pendidikan, melalui proses  ujian  yang mendidik lulusannya menjadi orang jujur,  tidak korup,  memiliki budaya malu, disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, dan   rajin membaca. Inilah "SIMPUL" yang selama ini dibicarakan dan belum  terpecahkan.

Catatan:
- Pemikiran diatas adalah pemikiran umum, yang saya angkat dalam sebuah  paper sederhana, mudah dimengerti dan dipahami, disampaikan kepada   semua pihak dan media massa.
Mudah-mudahan ada yang tergugah dan  yakin, bahwa bangsa Indonesia sulit "bangkit" tanpa merubah watak dan  perilaku generasi muda melalui proses ujian demi ujian di sekolah yang  jujur.
Tidak ada lagi usaha mengkatrol nilai, tidak lagi dicari rumus-rumus agar siswa banyak lulus, tidak ada lagi usaha yang tidak lazim  yang dilakukan oleh guru. Semua orang tidak takut lagi dengan UAN-UAN  diperlukan.

- Juga disampaikan kepada Yth Bpk Wakil Presiden dan Bpk. Mendiknas
Identitas penulis :
Prof. DR. H. Buchari Alma,
FAX 022-2020373, HP. 0812 237 9xxx

- Penulis adalah (Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung)

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Friday, 16 November 2007 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 2 guests and 5 members online
Generated in 1.97758 Seconds