Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Bakati samo barek
Maukue samo panjang
Tibo di mato indak dipiciangkan
Tibo di paruik indak dikampihkan
Tibo didado indak dibusuangkan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Mati Langkah Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Dr. H. K. Suheimi   
Senin, 26 November 2007

ImageSetiap  kali main badminton saya selalu  menggunakan  tangan  kanan,  karena tak terbiasa dan tak pandai memakai  tangan  kiri.  Sehingga  hanya  lapangan sebelah kanan yang  bisa  saya  kuasai. Kalau lawan memberi bola ke lapangan sebelah kiri, kewalahan saya mengejarnya,  sering bola saya kembalikan dengan back hand,  tapi back  hand  saya tidak baik, sering jelek, sehingga  bola  sering nyangkut  di net. Apalagi kalau tiba-tiba lawan  memberikan  bola silang  saya  tidak  siap, selalu saya mati  langkah. 

Ndak  tahu kenapa istilah mati langkah ini di gunakan dalam olah raga,  tapi yang saya rasakan betul-betul mati langkah, langkah itu tak  bisa  hidup,  saya  seakan-akan  terpaku,  sementara  bola  mengelinding  masuk.  Lawan  menang orangpun bersorak, sayapun  berkeringat  dingin.  Mengetahui titik lemah dan kelemahan saya ini, maka  lawan secara bertubi-tubi selalu mengarahkan bola ke lapangan kiri  dan selalu membuat bola-bola silang. Jika sudah demikian dapat dipastikan diakhir pertandingan saya akan menjadi orang yang kalah dan selalu  jadi bulan-bulanan.

Memang jika lawan tahu kelemahan  dan titik  lemah  kita dengan mudah dan enak dia dapat  membuat  kita  bertekuk lutut, tidak berkutik lagi. Begitu pula saya lihat  para atlit  kita,  kalau sekali mati langkah habis dan  musnah  sudah.
Tampak  sekali perubahan rona wajahnya  disamping mereka  ketaku­tan, tapi juga beban psikis dan  emosinya yang terpancing.  Semakin dia emosi, semakin dia salah langkah dan grogi, sebentar lagi dia  akan  bertekuk lutut , menyerah dan habislah  sudah  dia  dipermain dan di perbagaikan oleh lawan. Orang mati langkah  adalah karena tidak mau melatih diri ditempat-tempat kelemahnannya  itu.
 
Orang mati langkah karena takut akan keadaan yang akan di hadapi. Orang  akan  mati  langkah kalau di hadapkan  akan  hal-hal  yang  menghantuinya. Untuk itu perlu sekali latihan dan menghadapi hal-hal yang di takuti dan membiasakan hal-hal yang dianggap sukar.

Kesalahan saya adalah saya tidak membiasakan dan  menghidup­kan back hand, dan saya tak membiasakan bermain di lapanagan kiri dengan  segala  kemungkinannya  dan yang lebih  jelek  lagi  saya selalu takut akan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, saya kalah  sebelum bertanding. Kalau lawan tahu kelemahan saya  habis sudah,  saya takut saya ngeri, sering saya menyerah sebelum  pertandingan usai. Begitupun waktu saya main catur, kalau sudah mati langkah,  saya mulai berkeringat dingin dan sesudah itu dapat  diramalkan saya akan kalah.
 
Saya  perhatikan ternyata bukan dalam main  badminton,  main tennis,  main catur saja orang mati langkah, rupanya dalam  semua permainan ada saja orang yang mati langkah. Dalam permainan hidup pun  demikian, sering orang mati langkah. Kalau sudah mati  lang­kah, maka hidup pun mulai mempermainkannya, membawanya kesana ke­mari,  mengombang  ambingkannya  dan  akhirnya  menghempaskannya.
 
Tidak  sedikit  orang yang terhempas dan  terkandas  akibat  mati langkah, buntu fikiran "tatumbuak pangana", apapun yang  dikerjakan  tak mau menjadi, jangankan akan menjadi, bahan  mentahnyapun rusak binasa. Apa yang di resek menjadi rusak, apa yang di  kakok menjadi bengkok, serba salah, maju kena mundur kena. Kalau  sudah mati langkah dan mati pucuk, artinya kemanapun kaki akan  dilangkahkan  akan  menimbulkan kesalahan, sering menemui  jalan  buntu karena fikiran yang tertumpu dan fikiran yang buntu.

Lalu  bagaimana pandangan dan bimbingan agama kita  terhadap orang  yang mati langkah dan buntu fikiran ini?.  Dalam  beberapa kisah  saya dengar. Tuhan selalu memanggil hamba-hamba_Nya  ini, wahai orang-orang yang letih, wahai orang-orang yang lesu,  wahai
orang-orang yang buntu fikiran, wahai orang-orang yang  tatumbuak pangana, kembalilah pada Allah. Allah akan bukakan rahasia  besar dan  terlindung  yang selama ini engkau tidak  ketahui.  Pintunya senantiasa  terbuka,  memintalah kepada_Nya sekali-kali.
Dia  tak akan pernah mengecewakanmu. Kalau engkau masih menyandarkan  diri dan hidupmu kepada orang lain ketahuilah, bahwa orang  lain  itu tak  pernah  merasa dirinya puas dan selalu merasa  kurang.  Maka tempat  berharap satu-satunya dan tempat  bersandar  satu-satunya hanyalah   pada  Allah.  Bukankah  setiap  Shalat   kita   selalu berkata;"Hanya  pada_Mu  kami menyembah dan  hanya  pada_Mu  kami minta pertolongan".  Dengan cara demikian  kita  selalu  mencari keredhaan_Nya.  Kalau  kita telah mendapat ke  redhaan_Nya,  maka akan  dibukakan_Nya  untuk kita semua jalan-jalan,  jalan  menuju keselamatan.  Jalan yang tidak akan mematikan langkah  dan  jalan yang tidak membuntukan fikiran. Dan Tuhan menunjukki  hamba-hamba ini  dengan  bimbingan dan wahyu yang diturunkankan  pada  Rasul-Rasul-Nya  yaitu kitab Suci Al_qur'an. Dengan  Al_Qur'anlah  kita bisa menuju jalan keselamatan. Al_Qur'anlah yang akan  membimbing dan  membukakan mata kita kalau kita menemui jalan buntu.  Disaat  kita  tak menampak jalan keluar, disaat kita diliputi kabut  yang tebal, disaat kita bingung tak tahu kemana kaki harus  dilangkahkan,  bukalah Al_Qur'an, disana akan kita temukan apa  yang  kita cari,  jalan  akan terbuka dan terbentang di hadapan  mata  kita, yakni jalan keselamatan.

Untuk  itu  saya  teringat  sebuah  Firman  suci_Nya   dalam Al_Qur'an  surat  Al Maaidah ayat 16: "Dengan kitab  itulah  Allah  menunjuki  orang-orang  yang  mengikuti    keredhaan_Nya  ke  jalan keselamatan,  dan  (dengan  kitab itu  pula)  Allah  mengeluarkan
orang-orang  itu  dari  gelap gulita kepada  cahaya  yang  terang benderang dengan seizin_Nya, dan menunjukki mereka ke jalan  yang lurus".
 
Padan g  8 Juni 1993
 

 

Komentar

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

Terakhir kali diperbaharui ( Senin, 26 November 2007 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 1 dari 50 (1 Unik)
Peak: 25
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: 01.EXTRA LANSER-ODI MALIK

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 1 ) Anggota 1
 Tamu ( 3 ) Tamu 3
  Total  4
 Angoota ( 7,173 ) Angoota  7,173


Statistik
Agg Baru  anwal
Hari Ini 6
Minggu Ini 95
Bulan Ini 406
Tahun ini 3,044
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 3 pengunjung dan 1 anggota yang online
User Terbaru

anwal

Terdaftar pada
2008-07-05 12:08:47

Pengunjung: 3477002