Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Saba ado duo pucuaknyo
Nan patamo saba jo kainginan
Nan kaduo saba jo nan indak diinginkan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Managerialship (3) : bener vs pener PDF Print E-mail
Written by S. Brotosumarto   
Tuesday, 24 August 2004
Minggu lalu telah kita bicarakan ketidak pastian yang dihadapi E. Tidak jelas harga pasar, laba berapa, jual dimana, siapa yang beli, dll. Serba grambyangan.

Berkebalikan dengan M yang serba memastikan yang nggrambyang2 tadi menjadi terukur, yang berujung pada keteraturan, stabilitas, dan kesinambungan.
 
Pada saat kita berada dijajaran manajemen papan bawah yang penting adalah do things right, mengerjakan dengan se-baik2nya. Pada saat posisi makin tinggi, kita dituntut untuk do right things, mengerjakan hal yang tepat. Dalam bahasa Jawa yang pertama disebut bener, yang kedua disebut pener. Apa bedanya ? Temu bertugas untuk menjual kompor sesuai target Gemblong. Temu sebagai M harus mengerjakan dengan benar, sesuai prosedur, sesuai jadwal, sesuai harga, dll. Tetapi, apakah menjual kompor disitu sudah tepat ? Bukan jual VCD ? Keputusan menjual apa, menjadi tindakan yang tepat / keliru.
 
Dijajaran bawah, sikap yang dituntut adalah melaksanakan dengan se-baik2nya. Terkadang karena tugas2 kegampangen kita jadi asal2an, aras2en, dan sak jadinya. Bukan karena tidak mampu, malahan sering karena overqualified. Sebelum kita melakukan tindakan2 yang tepat, yang bermakna strategis, kita dituntut untuk memiliki sikap mengerjakan dengan baik & benar. Kesalahan2 elementer yang banyak dilakukan peniti karir muda adalah menyepelekan, menggampangkan, dan tak sepenuh hati melaksanakan.
 
Lagi2 ini menjelaskan mengapa kawan2 yang keliatannya biasa2 saja bisa merayap lebih cepet. Karena ia well done, ia tuntas, selalu mengerjakan dengan se-baik2nya. Jika anda mengerjakan asal2an dan beruntung naik ketingkat yang lebih tinggi maka anda anak2 buah anda akan ikut2an bekerja asal2an, jadinya tidak well done dan akirnya ambyar. Organisasi2 yang sederhana, semacam kantor pos, DHL, Tiki, dan sejenisnya sangat membutuhkan mengerjakan dengan baik & benar. Pada organisasi2 yang komplex dan besar, sifat mengerjakan se-baik2nya lebih dihargai ketika anda berada pada jajaran yang belum tinggi.
 
Saya pernah mengalami itu, masa cuma disuruh ngitungin pipe fitting yang jumlahnya ribuan. Emangnye gue klerk ? Sambil misôh2 saya kerjakan se-baik2nya. Akibatnya ketika saya punya anak buah, saya punya wibawa karena bisa 'memaksa' staf2 saya bekerja dengan se-baik2nya. Akibatnya tugas2 saya, yang notabene kerja staff2, selalu well done. Jika sudah begitu, we can do right things lebih gampang. Jika input uwôh (sampah), maka outputnyapun uwôh. Jika hasil kerja staff asal2an, yang kita hasilkan juga uwôh.
 
Siapapun yang ingin menyesatkan diri kemanajemen lebih atas, sebaiknya 'berinvestasi' dengan mengerjakan tugas se-baik2nya, apapun itu. Ketika kita terpelanting keatas, kita tinggal memetik buah masa lalu. Batu sandungan yang sering diderita peniti karir adalah di L. Salah satu sumber kewibawaan untuk memimpin adalah memberi contoh (bagaimana mengerjakan yang se-baik2nya). Jika kerja saja asal2an, bagaimana mau kasi conto ?
 
Ketika kita sudah merayap keatas, kita berhadapan dengan do right things. Dan anda sulit sampai kesitu jika mengerjakan dengan se-baik2nya saja tidak becus. Jika kita  keatas maka faktor kecerdasan, kreativitas, dll, menjadi penting. Atau, jam terbang yang tinggi plus sikap kerja yang positip.
 
Syahdan, karena Temu bekerja dengan baik & benar serta Gemblong telah melakukan tindakan yang tepat, kompornya laris dan dalam setahun sudah mapan. Temu mulai punya anak buah karena jualannya tambah banyak. Dari one man show, menjadi organisasi sederhana.
 
Organisasi Gemblong, sudah bukan lagi organisasi entrepreneural. Ini sudah menjadi organisasi managerial. Sebab, entrepreneural by definition hanya sebatas initiating atau merintis. Penggalangan suday yang semula dilakukan E sudah diambil alih M.

Diposting di Mailing List UGM
Disadur oleh : Dewis Natra

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 5 guests and 4 members online
Generated in 0.64053 Seconds