|
Pada suatu waktu, Elang dan Kalkun berteman baik, mereka selalu pergi bersama-sama. Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang : "kita turun yuk , mana tahu ada sesuatu yang dapat dimakan dibawah sana". "Kedengarannya ide yang bagus", balas elang kedua burung itupun melayang turun ke bumi,mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi yang sedang sibuk memakan jagung.
"Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini". Tawar sapi kepada mereka. Ajakan ini tentu saja membuat kedua burung ini terkejut, jarang-jarang ada binatang yang mau berbagi makanan. "Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?", tanya elang "Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan, Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan". Jawab sapi seadanya Kalkun tambah bingung, "Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?" "Tepat sekali! Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal, " jawab sapi Mendengar hal itu , kedua burung itu syok berat , selama ini mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan. Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Elang berkata "Bagaimana kalau kita tinggal di sini saja, enakkan kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun, saya capek karena harus selalu bekerja untuk dapat hidup.” "Kedengarannya ini terlalu baik untuk diterima teman.... , sulit dipercaya ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa imbalan. Tapi apapun itu , saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas, bagi saya bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung bukanlah suatu hal yang sulit. Pendek cerita, kalkun memutuskan untuk menetap di mana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya. Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan dan tidak pernah bekerja, sehingga dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun lalu suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani akan mengadakan syukuran , alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk minggat dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang. Namun karena ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas, ia kesulitan untuk terbang , diapun mencoba lagi .... tapi ia hanya mampu mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya saat syukuran keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap. |
1. minang from the sky Ditulis oleh rudal pada Selasa, 15 Januari 2008 baa caro maa add alamat rumah awak di minang from the sky | 2. Prinsip Ditulis oleh dizal pada Jumat, 18 Januari 2008 Sebuah prinsip hidup yang bagus dari burung elang |
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |