Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Kok diajak urang pasupadan
Kok dialiah urang kato pusako
Kok dirubah urang kato dahulu
Jan cameh nyawo malayang
Jan takuik darah taserak

Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Cerita Musafir Gila tuk Menidurkan Temannya sang Pengemis Gila PDF Print E-mail
Written by syam yunior   
Saturday, 12 January 2008

Malam ini lampu kota berpijar entah untuk apa ? membuat hati ku galau di dalam rumah kontrakan, yang penuh latah bertumpukan barang yang telah di bungkus.

Ku duduk dengan lemas bersandar pada dinding tanpa jendela, tanpa pintu, tanpa semen, tanpa kayu, tanpa pasir, tanpa batu, tanpa bambu, tanpa besi tuk menatapi tumpukan barang entah untuk apa.

hati ku jadi galau kerena rumah baru tanpa seng, tanpa genteng, tanpa, asbes, tanpa kayu, tanpa daun, tanpa akar, tanpa tali. tanpa bambu telah menunggu ku sebagai tamu agung dari kayangan tanpa istana

ku melangkah kaki ini setapak demi setapak tuk menatap tumpukan harta yang berserakan ini.

ku liat kasur yang empuk,

ku teringat kasur ini dari hasil aku menipu keluarga ku dikampung, entah beribu pelacur yang tidur disini, terlihat banyak ileran bagai peta buta. ???

ku lihat sofa berukiran bunga matahari nan indah bagai gadis-gadis cantik sedang menari,

ku teringat  itu hasil curian dari rumah tetangga yang sedang di tinggal mati suaminya hidup bersama 12 anak balita. di sofa ini entah berapa ribu para pejudi mengadu nasipnya, entah berapa ribu remaja sakau entah ????

ku liat permadani berwarna emas berhias intan dengan motif singa lagi mandi bersama gadis dubai impor dari Mesir

ke teringat ini hasil korupsi waktu aku menjabat jadi Ketau RT, entah berapa banyak anggur, tuak, yang tumpah menyiraminya, entah ??

kaki ku gementar entah kenapa namun ku coba melangkah ke sebuah peti tua

ku jengok sebuah peti rapuh yang tlah di makan rayap, ku buka ku lihat tiga ekor anak tikus sedang menangis di balik kuali warisan ibu ku waktu ku sekolah dulu,

ku teringat pesan ibu, anak ku sayang ini kuali ibu beli dari hasil menjual sirih di pasar tadi pagi, bawalah dan masak resep apa aja yang kamu dapatkan, masak dengan tangan mu yang suci, ingat budaya mu.

dengan berlinang air mata ku melihat sebuah kompor yang sudah kropos di telan karatan bekas terbakar entah berapa lama.

ku teringat pesan bapak ku, nak ini kompor bapak dapatkan dari nenek mu dulu, panasilah hati mu, makanan mu dengan resep budaya, adat  dari ibu mu

ku buka sebuah bungkusan dari daftar nila ku dulu, ku melihat dua ekor kecoak sedang bersedih entah kenapa? ku tatap sebuah sejadah tua memancar cahaya emas berkilau intang di balik pelangi diatas merapi

ku menganang pesan tentangga, teman, sahabat karib, saudaraku saat mempersembahkan sebuah kado "bung bawalah ini pemberian kami, bersujudlah dengan iklas, dengan keiman, dengan ketaqwaan yakinlah kamu akan menang. aku ?????????

entah berapa abat peti ini tak pernah ku jengok

aku gaduh yang mana akan ku bawa di gang ini tidak mobil tidak ada becak tidak ada ojek, tidak ada tetangga. kontrakan baru ku tlah menunggu?????  aku tidak bisa kembali lagi...

dengan kaki teluka, hati bernanah, kepala begelumuran darah ku harus pergi membaya peti tua tampa harta, tuk mengejar impian.....

 

selamat tahun baru hijjiriyah 1429 semoga kita pindah dari.......

 

 

Trackback(0)
Comments (1)add comment

ong said:

ceritanya terlalu fiktif..alias maado ado
kalau dapek labiah difokuskan kapado tujuan.
jadi dapek dijadikan tauladan dan bahan olah pikia ataupun maisi ilmu bagi pambaco. trim
 
report abuse
vote down
vote up
January 14, 2008
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Monday, 14 January 2008 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 2 guests and 5 members online
Generated in 0.63936 Seconds