Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Gunuang biaso timbunan kabuik
Lurah biaso timbunan aia
Lakuak biaso timbunan sampah
Lauik biaso timbunan ombak
Nan hitam tahan tapo
Nan putiah tahan sasah
Disasah bahabih asa
Dikikih bahabih basi
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Dangki Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Ali Nurdin   
Minggu, 27 Januari 2008

ImageDangki/dengki ( hasad ) merupakan penyakit kronis yang hinggap dihati manusia, penyakit akan terus menggerogoti hati dan akan membuat fungsi hati menjadi rusak.
Adapun gejala dari penyakit ini dapat kita rasakan pada diri kita masing-masing diantaranya adalah :

1. Badatak hati ( detak hati ) pada tahap ini penderita sudah mulai ada rasa curiga dan rasa kurang percaya terhadap orang lain ( su ul zhan)

2. Patah hati, pada tahap kedua ini bertambah parah, selain curiga dan buruk sangka juga kehilangan semangat untuk bergaul secara baik dengan orang lain pada tahap biasanya sudah mulai mencari kambing hitam.

3. Busuk hati, pada tahap ini adalah tahap yang sudah kritis, karena bukan saja dirasakan oleh sipenderita tapi juga dapat membahayakan kepada orang lain disekitarnya. Pada tahap inilah munculnya sifat dengki ( hasad ) itu.


Bagi seorang pendengki tidak ada hal yang menyenangkan, dia bagaikan musuh dalam selimut. Setidaknya ada 4 SMS bagi pendengki : Senang melihat orang susah, senang melihat orang lain sakit, senang melihat orang lain sesat dan senang melihat orang lain sengsara. Sifat ini dalam adat digambarkan " Manuhuak kawan sairiang, mangguntiang dalam lipatan, tunjuak luruih kalingkiang bakaik "

Bagi orang pendengki akan merasa senang jika sikaya itu jatuh miskin, pejabat itu turun dari jabatannya, dan yang dimulyakan ditengah masyarakat mendapat kehinaan, kendatipun apa yang hilang pada orang tersebut tidak dapat berpindah kepadanya.

Mari kita berdo'a agar terhindar dari penyakit dengki, sebagai wujud kasih sayang terhadap diri kita sebelum mengasihi dan menyayangi orang lain. Karena dengki terhdap orang lain sama halnya kita meletakan beban berat secara terus menerus kepada diri kita yang akan mengakibatkan, kegalauan, kegelisahan dan akan menutup diri kita kepada orang lain.

Dr. 'Aidh Al Qarni dalam bukunya La Tahzan mengatakan : Seorang pendengki ibarat orang yang menyalakan pemanggang roti, lalu setelah panas ia menceburkan diri sendiri kedalam pemanggang itu. Keresahan, kecemasan dan kegelisahan merupakan penyakit-penyakit yang dilahirkan oleh sifat dengki untuk mengakhiri ketentraman,kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Bencana besar yang menimpa seorang pendengki adalah dikarenakan ia selalu melawan qadha ( ketentuan Allah ), menuduh Allah tidak adil dalam kebijakanNya, melecehkan syari'at dan selalu menyeleweng dari ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah saw.

Disamping kita berdo'a agar terhindar dari penyakit ini, selayaknya kita juga berhati-hati terhadap orang yang memiliki sifat dengki tersebut. Pendengki bagaikan seeokor kucing, kendatipun dia binatang jinak, namun dibalik kaki yang lembut ada kuku yang tajam setiap saat siap mencakar kita, dibalik hidung yang dingin tersimpan taring yang tajam dan berbisa, dan pada setiap mangsanya jarang sekali mengeluarkan darah namun  jarang yang lepas dari maut. 

Moga kita semua terhindar dari penyakit ini dan jauh dari kejahatan orang yang pendengki amin....

  

 

 

Komentar
1. Tarimo kasih
Ditulis oleh ktm pada Kamis, 13 Maret 2008
Dalam beberapa hal saya setuju dengan komentar Danktuanku, memang untuk layaknya sebuah tulisan itu dilengkapi degnan referensi yang lengkap dan jelas. 
Namun untuk sama diketahui Hadist itu banyak pula tingkatannya, ada shahih, mutawatir, masyhur, Dhaif, dan untuk mengetahui hadist itu sahiah atau tidaknya tidak cukup dengan memegang satu atau dua buah buku saja, harus juga tahu mursalah hadist, dan itupun adalagi hadist kudsi yang tidak ada perawinya. 
Saya kira 2 buah Hadist yang termuat dalam tulisan Rumput Hijau itu adalah hadist yang telah populer dan boleh dilihat dari berbagai buku pikih tentang fasal munakahat. Kedua Hadist tersebut Asbabunnurudnya adalah jelas dan tegas. 
Saya cuma berharap jika sesuatu yang tidak/ belum kita ketahui jangan lancang mengatakan tidak ada. 
Memang diakui Orang yang paling mulya dsisi Allah adalah orang yang taqwa kepadaNya, namun barangkali tidak cukup dengan taqwa saja, tentu ada proses perjalanannya menjelang sampai kederjat taqwa tersebut, dan salah satu dari ciri orang bertaqwa itu adalah orang yang selektif dalam mengambil sikap ( baca buku Mutiara akhlak Ashbi Ashidqi ). 
Namun tidak ada gading yang tak retak dan tidaklah manusia namanya kalau tidak berkerangan, karena maha sempurna itu adalah pemilik yang sempurna Allah Swt. 
Menurut saya yang juga masih mengakui sebagai orang minang seharusnyalah kita sama mengingatkan, menjaga, dunsanak kita baik yang ada dirantau mapun yang dikampung : maminteh sabalun hanyuik, malantai sabalun lapuak, ingek sabalun kanai, karena sudah banyak korban dari hubungan lewat kontak jodoh dan chating tersebut. 
Terakhir saya sudahi dengan sebuah cerita, ado seorang tukang nan baru sajo salasai malepoh/memplaster rumah orang, kebetulan lepohnya bukan hanya semen dan pasir saja tapi juga dicampur dengan kapur. Begitu dia selesai bekerja, dia lansung mencuci tangannya dengan sabun, namun tangan tak kunjung bersih dan tetap kelihatan memutih. Kemudian dia bertanya kepada bosnya dengan apa dicuci tangan ini bos supaya bisa bersih katanya, lantas bos ini menjawab sabun campur dengan asam kapeh, tanpa pikir si tukang ini lansung mengambil sebuah asam dan ia bersihkanlah seperti yang dianjurkan oleh bosnya tadi, namun ia agak menjerit karena ia merasakan tangannya pedih, lantas dia beri tahu lagi kepada bosnya itu, bos kenapa tangan saya menjadi pedih, seketika itu juga bos ini menjawab, itu tandanya tangan kamu luka, jika tangan kamu tidak ada yang terluka pasti tidak akan pedih kata bos tadi, jangan asam pula yang kamu salahkan kata bos ini melanjutkan omongannya. 
Mohon maaf jika kurang berkenan. 

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

Terakhir kali diperbaharui ( Senin, 28 Januari 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online MinangSaat ini Radio Cimbuak
sedang Offline
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 7 ) Anggota 7
 Tamu ( 0 ) Tamu 0
  Total  7
 Angoota ( 7,161 ) Angoota  7,161


Statistik
Agg Baru  antoni_056
Hari Ini 15
Minggu Ini 97
Bulan Ini 412
Tahun ini 3,040
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 7 anggota yang online
User Terbaru

antoni_056

Terdaftar pada
2008-07-04 14:28:59

Pengunjung: 3466209