Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Dalam awa akhia mambayang
Dalam baiak kanalah buruak
Dalam galak tangih ka tibo
Hati gadang hutang kok tumbuah
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Managerialship (5c) : Pembuatan Keputusan PDF Print E-mail
Written by S. Brotosumarto   
Tuesday, 24 August 2004

M tidak pernah lepas dari pembuatan keputusan. Baudrillard menggambarkan sosok M dengan apik.
Executives are like joggers. If you stop a jogger, he goes on running on the spot. If you drag an executive away from his business, he goes on running on the spot, pawing the ground, talking business. He never stops hurtling onwards, making decisions and executing them. - Jean Baudrillard.

Eksekutip adalah bak tukang joging. Jika kita hentikan dia, tetap saja ia lari2 kecil muter2 disitu. Jika kita jauhkan seorang eksekutip dari bisnis, tetap saja benaknya disitu, selalu bicara bisnis, selalu bersikeras maju, membuat keputusan, dan melaksanakannya.

The man who is denied the opportunity of taking decisions of importance begins to regard as important the decisions he is allowed to take. - C Northcote Parkinson 

Seseorang yang tak mendapat kesempatan membuat keputusan2 penting mulai merasa dirinya penting, setara dengan keputusan2 yang boleh dilakukan.  
Pembuatan keputusan terdiri dari 4 babak.
a. Kemauan dan kemampuan menerima tanggung jawab melalui keputusan2nya
b. Matra2 keputusan
c. Keputusan2 individu, mutual, dan musyowaroh
d. Pembuatan keputusan yang baik.  

Yang terakir ini paling sukar dijabarkan.
Nothing is more difficult, and therefore more precious, than to be able to decide. Napoleon Bonaparte  
Tak ada yang lebih sulit, sehingga menjadi begitu berharga, selain bisa membuat keputusan.
Banyak yang mau & mampu bertanggung jawab atas keputusannya tetapi keputusannya salah2 melulu. Membuat keputusan yang tepat gampang2 susah.

Metode Kuantitatif
M memiliki kecenderungan mengukur, makanya mendapatkan metafor 'managers measures the waves'. Dalam membuat keputusan mereka bersandar pada analisa dan data yang serba terukur. Metode2 pembuatan keputusan tak terbilang banyaknya. Ada statistik, analisa regresi, interpolasi, extrapolasi, decision tree, analisa kwadran, survai, riset, operation research, time & motion studies, ergonomi, analisa keuangan, rasio2 keuangan, quantity surveying, dll. Buanyak, dari yang canggih menggunakan komputer sak hoh-hah sampai yang 'kiro2'. M bersifat kuantitatip, cenderung menyatakan segala sesuatunya dengan angka. 
Metode itu adalah metode favorit. M menggunakan logika, akal, analisa, dan penalaran sebagai piranti utama. Cara ini mbalah bukan batu sandungan. Saya yaqin warga milis2 ini kalau diajari akan bisa tanpa kesulitan melakukan. Juga hasil kuliah melatih kita bagaimana mengumpulkan data, analisa, menyimpulkan, dll. Yang bikin sulit kalau data2nya banyak dan kait mengait. 

Akal Sehat
Ada yang data2nya tak lengkap, nggrambyang, ataupun sulit dikwantifikasi. Kalau sudah begini, apa prantinya ? Ada tiga : pengalaman, bakat, dan common sense atau akal sehat. Seorang yang tinggi pengalamannya tanpa itungan njlimet bisa memutuskan dengan tepat harga suatu barang. Akal sehat dipakai pada kasus2 yang belum pernah dialami atau peniti karir yang masih miskin pengalaman. Termasuk dalam metode ini adalah kebiasaan2, konvensi2, dan sejenisnya yang dipakai sebagai sandaran membuat keputusan. Juga, nyontek. Meniru yang lain, yang pernah dilakukan, dll.

A decision is the action an executive must take when he has information so incomplete that the answer does not suggest itself. - Arthur William Radford

Membaca Situasi
Dalam pembuatan keputusan kadang2 data2 kita peroleh dengan 'membaca situasi'. Misal kita sedang nego, kita bisa baca mimik lawan bicara, nada bicara, body language, suasana tegang / santai, dll. Atmosfir konfrontatip / koopertatip. Suasana kompetisi, tekanan jadwal, dst, dst. Suasana politik, ekonomi, dll. Suasana kantor, karyawan2, dll. Jika membaca situasi saja sudah keliru, keputusan kita jadi tidak tepat.  

Never make a permanent decision based on a temporary storm. No matter how raging the billows are today, remind yourself: This too shall pass! - D. Jakes, Clergyman

Jangan pernah membuat keputusan permanen ketika sedang terjadi kekalutan yang sifatnya sementara. Tidak menjadi soal bagaimana dasyatnya angin puyuh ketika itu, ingatlah : badai pasti berlalu.

Diposting di Mailing List UGM
Disadur oleh : Dewis Natra

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 17 guests and 16 members online
Powered By PageCache
Generated in 0.53842 Seconds