Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Adaik iduik tolong manolong
Adaik mati janguak manjanguak
Adaik lai bari mambari
Adaik indak baselang tenggang
Janji nan biaso mungkie
Titian nan biaso lapuak
Pantang di anak minangkabau
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Rumput Hijau Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Ali Nurdin   
Selasa, 11 Maret 2008

ImageMungkin judul ini sedikit membingungkan bagi pembaca, dalam pikiran kita akan muncul berbagai pertanyaan, kenapa dan ada apa dengan rumput hijau ? untuk menjawab pertanyaan tersebut ada baiknya kita memperhatikan isyarat dari Rasulullah Saw kepada para sahabatnya sperti berikut : " Iyyakum wakhudhara addimaan, qaala : mal ma'na diman ya Rasulullah ? qaala : Almar atulhastanatul mimmambatissuuq

(Artinya : Jauhakanlah/ hati-hatilah dengan rumput hijau, bertanya sahabat : apa itu rumput hijau ya Rasulullah ? Nabi menjawab : " Orang yang baik dari keturunan yang jelek".

Hadist ini ditujukan oleh Rasulullah kepada hambanya yang sedang memilih dan menentukan jodoh dan uniknya hal ini disampaikan oleh nabi dalam bentuk kiasan yang sangat tajam dan amat dalam maknanya. Isyarat/ kiasan seperti ini agaknya bagi kita umat Islam umumnya dan Minangkabau khususnya sudah dapat memahaminya dengan mudah karena minangkabau itu dukenal dengan ajaran kato kiyeh jo bandiang " Tahu dibayang kato sampai, alun bakilek lah bakalam, takilek ikan dalam aia jaleh jan batinonyo dan seterusnya.

Barangkali rumput hijau yang dimaksud oleh Rasulullah diatas adalah rumput yang tumbuh subur diatas tahi tahi yang menjijikan. Saya teringat waktu kecil dulu yang diberi tugas oleh orang tua untuk mengembala kerbau pada setiap pulang sekolah. Diantara kami pengembala biasanya berebut membawa kerbau masing2 jika ada melihat rumput yang hijau dan tebal. Pada suatu kali saya pernah gembalakan kerbau kepada rumput yang tumbuh sangat subur dan hijau tersebut, tapi kemudian saya jadi kaget karena kerbau itu tidak mau memakannya, lantas sampai dirumah ditanyakan kepada orang tua saya, lantas orang tua saya menjawab dan menyuruh saya melihat dibawah rumput itu, mungkin rumput itu tumbuh diatas tahi, mungkin saja tahi  sapi atau tahi kerbau itu sendiri. Setelah besoknya saya lihat kembali memang terbukti bahwa rumput tersebut disuburkan oleh tahi binatang yang masih terlihat sisanya.

Disini saya memperoleh pelajaran yang berharga bahwa kendatipun binatang itu pemakan rumput, namun mereka tidak mau memakan rumput yang tumbuh dan dibesarkan serta  subur diatas tahi.

Masaalah jodoh pada hakikinya sudah ada ketentuan yang jelas dari Allah Swt  namun karena hal itu masih rahasiaNya, maka disinilah letaknya kewajiban kita sebagai hambanya untuk berikhtiar untuk mencari, memilih dan menentukan siapa yang pantas menjadi jodoh kita, untuk anak  kemanakan, saudara dan kerabat kita lainnya.

Agama kita Islam telah memberikan pedoman dalam hal memilih jodoh ini sebagaimana sabdanya yang artinya : Perempuan itu dinikahi atas 4 perkara

  1. kecantikannya,
  2. hartanya
  3. bangsawannya
  4. agamanya dan pilih yang taat beragama semoga anda beruntung.

Dari dua hadist ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada dua hal yang ditekankan oleh Rasulullah dari yang 4 macam tadi yaitu agamanya dan keturunannya.

Jika kita mau membuka diri dan bercerita dengan orang tua kita dan membaca tentang sejarah bagaimana payahnya seorang mamak dan orang tua dulu dalam mencarikan jodoh untuk anak dan  kemanakannya diantara penyebabnya adalah karena teliti dan hati-hatinya mereka dalam merumbukan/musyawarahkan dan mencari silsilah  keturunan dari calon anak dan kemanakannya tersebut. Bahkan menurut sejarah mereka harus mengetahui menimal tiga garis keturunan keatas dari bakal calon tersebut.

Jadi jauh sebelum pemerintah kita memberlakukan SKBL, ninikmamak kita telah dahulu menerapkannya terhadap calon anak kemanakannya kendatipun versinya beda. Kenapa Mamak dan orang tua kita dulu bersikap demikian ? Jawabannya mungkin sangat sederhana yaitu " Alam Takambang jadi Guru ". Proses belajar dari alam inilah yang diterapkan oleh ninikmamak kita dahulu, karena tanaman itu akan tumbuh sesuai dengan biji yang kita tanam, kendatipun pertumbuhan dan perkembangannya nanti akan berbeda, itu tak lebih dari kesesuain tanah dan pemberian pupuk yang diberikan, namun disemaikan padi mustahil akan tumbuh jagung, disemaikan biji sawit mustahil akan tumbuh kelapa dan begitu seterusnya. Dan lahirlah istilah ayahnyo kuriak anaknyo bintiak ( Bapak kurik anaknya akan bintik ).

Jikok dilayangkan pandangan nan jauah ditukiakkan pandangan nan dakek artinya jika kita mau jujur melihat generasi sekarang ini baik itu yang ada didaerah lain maupun yang berada dilingkungan kita, terhadap anak kemanakan kita sendiri, disamping adanya rasa heran dan terkadang malah para orang tua dan mamaknya pun ikut merasa senang karena anaknya sudah mendapat jodoh, anehnya banyak diantara mereka itu tidak merujuk lagi kepada ketentuan dan pertimbangan diatas, dan tidak sedikit diantara mereka ini hanya kenal dengan calonnya saja bahkan terkadang kenalnya hanya lewat kontak jodoh dan chating di internet, setelah itu mereka sudah lansung bikin perjanjian dan malah celakanya persetujuan orang tua dan mamak tidak lagi menjadi pertimbangan bagi mereka, dan tidak sedikit pula diantara mereka jika tidak disetujui oleh orang tua dan mamak mereka menmpuh jalan sendiri.

Pertanyaan kita sekarang Kemanakah ajaran adat dan agama ? Apakah ajaran adat dan agama dalam menentukan jodoh ini sudah dianggap usang ? Wallahu'alam Semoga anak kemanakan kita sekarang dan kelak dalam segala hal semakin selektif dalam memilih dan mengambil keputusan sesuai dengan ajaran agama dan adat kita Amin....

Komentar
1. resah andai kekurangan 4 perkara...
Ditulis oleh melati malam pada Selasa, 11 Maret 2008
Dengan izinmu ya Illahi...ku disini... 
maka 
telah tertakluk dihati ibu dan bapa...mencari yang terbaik pada anak-anaknya.. 
beruntung lah gadis yang punya 4 perkara yang tertara... 
namun segala terjadi ada hikmahnya di dunia ini... 
ada yang kurang...ada yang lebeh dalam dirinya... 
ku kasihan pada yang kurang 4 perkara... 
adakah dia dilontar sejauh mata memandang walaupun usahanya untok ke 4 perkara... 
namun hanya Allah yang ketahui akan segala yang diciptakan... 
 
ku hanya umat yang masih melata di bumimu...ya Illahi... 
 
maafkan melati andai kata-kata melati sumbang di matahati...namun hati gadis-gadis ku jagai...kerna mereka hati yang bakal jadi seorang ibu...bukan senang membesar anak2....tangis hati ibu tak siapa yang tahu...
2. rumput hijau ????????????
Ditulis oleh DankTuanku pada Selasa, 11 Maret 2008
Ada dua isi dalam satu tulisan yang korelasinya tidak jelas. 
1,Rumput hijau 
2, Memilih jodoh 
Dalam penulisan pada kitab2 hadist yang ada seperti Kitap bughulmahrom, kitab hadis ibnu katsir dll. Hadist yang ditulis lengkap dengan perawinya (Muslim. Turmudzi ) beliau perawi hadist yang shahi. dan juga banyak hadist perawi tidak kuat atau cacat sehingga kebenaran hadist tersebut menjadi pertanyaan. Sehubungan dengan Rumput Hijau perlu pertimbangan untuk di explore di artikel cimbuak mengingat dunianya adalah dunia maya yang tanpa batas keseluruh dunia, perlu disadari community cimbuak berasal dari berbagai macam latar belakang yang mendapat suatu wadah berintegrasi dipalanta cimbuak. Ambo Dang Tuanku melihat kurang pas artikel ini untuak dipaparkan di media cimbuak, lebih baik disampaikan dalam forum terbatas linkungan sendiri misalnya. Apa benar Islam mengajarkan seperti yang dimaksud di rumput hijau? bukankah ketaqwaan seseorang tergantung amal ibadahnya kepada ALLAH SWT seperti yang diketahui Sunan kali jaga seorang perampok ulung sebelum menjadi  
wali. mohon maaf atas tuilsan ambo, awak urang minang tantu labieh tau ereang jo gendeang raso jo pareso ambo takana nasihat urang tuo ko alun tapek tagak jan balari ditampek urang rami ko jatuah malondong urang bisa sakik kasadonyo
3. Tarimo kasih
Ditulis oleh ktm pada Kamis, 13 Maret 2008

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

Terakhir kali diperbaharui ( Selasa, 11 Maret 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 10 dari 50 (6 Unik)
Peak: 31
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: Pantun Babayang

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 36 ) Anggota 36
 Tamu ( 14 ) Tamu 14
  Total  50
 Angoota ( 6,512 ) Angoota  6,512


Statistik
Agg Baru  yanjavanica
Hari Ini 27
Minggu Ini 94
Bulan Ini 349
Tahun ini 2,616
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 14 pengunjung dan 36 anggota yang online
User Terbaru

docter_cinta

Terdaftar pada
2008-05-16 07:56:57

Pengunjung: 3014483