Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Nak kayo kuek mancari
Nak Tuah batabua urai
Nak mulie tapek-i janji
Nak Luruih rantangkan tali
Nak namo tinggakan jaso
Nak pandai kuek baraja

Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
~ Balambin Love ~ Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh hifni hfd   
Minggu, 16 Maret 2008
ImageJalanan macet dan padat. Asap mengepul dari knalpot angkutan umum. Motor-motor yang melintasi jalan raya yang padat saling menekan kuat pedal gas motornya. Tidak ada yang mengalah. Tidak ada yang mau terlambat, dalam urusan dipagi hari itu. Ini suasana setiap hari disetiap pelosok jalan raya Kota Jakarta. Pengemudi motor saling ber zig-zag melintas  jalanan yang macet dan padat itu. Mobil pribadi yang semestinya berbaris antri, juga menunjukkan prilaku a sosial. Sepertinya juga tidak sabar melalui suasana yang hiruk pikuk. Pagi ini Jakarta tidak berselimut awan. Panas matahari pagi bersinar terang benderang. Sopir Metro Mini, Kopaja dan mikrolet berkejar-kejaran berebut penumpang. Mereka punya tujuan untuk mengejar target setoran.

Hoooi…. ….kalera ..lakehlah…,  seorang knek bus itu berteriak-teriak sambil mengetuk dinding bus sambil bergelantungan, ia memerintahkan mobil pribadi yang menghalangi laju jalannya. Ia bercarut marut…..dengan bahasa sangat tabu diucapkan.  La…laa.. la, bahasa prokem yang sudah asing bagiku. Sudah tidak pernah kudengar, hal-hal yang tabu diucapkan sebagai anak manusia. Lebih-lebih sudah 40 tahun, aku tidak mendengar suara itu.

Asytagfrullah al adzim… , aku berdesah.  Tidak adakah kata yang manis yang terucap dipagi ini.... Sanakku…??? yang kuingat kala kecil dulu berkata yang tidak santun " kanai lado dek rang gaek ambo ". Masihkah di kota Jakarta ini, aku mendengar kata-kata itu. Mengertikah orang lain atas umpatannya itu. Atau mungkin kita ingin mempopulerkan .. umpatan"  dalam bahasa minang preman di Jakarta yang multi etnis ini ?.

Perhatikanlah…, memang hampir mayoraritas, baik pengemudi dan kenek angkutan umum di Jakarta adalah saudara kita. Mereka adalah anak Sumbar tembak langsung ke Jakarta. Duh.. hati ini miris, bila diantara mereka, ada yang berpendidikan yang baik.

Sesaat kemudian…, bus yang dikemudikan dan distokari oleh sanak sekampung itu berlalu mendahuluiku. Lagi… lagi, aku terkesima. Sanak….???  Ternyata di belakang bus “ Metro Mini “ itu tertulis kalimat ; “ Balambin Love “.

“ ondeeeh…. Apo artinyo…. Jatuh cinta….., sanak …??? La…. Laa… la… Aku tertawa, rupanya diantara carut marutnya itu, ia memiliki sense of belonging atas bahasa “ minangnya “. Aku “gelak  takisiek-kisiek “.  Aku ingat atas suatu pencerahan hati dari seorang ahli agama, dalam bukunya: “ menjadi wanita bahagia “  -

" Manakala engkau tersenyum sedangkan hatimu penuh dengan duka nestapa, maka sesungguhnya engkau sedang meringankan beban dan membuka satu pintu untuk kebahagiaan. Jangan pernah ragu untuk tersenyum, Smile karena didalam dirimu ada kekuatan besar yang meluap dengan tersenyum. Jangan menekan kekuatan itu, karena dengan menekannya engkau memaksa jiwamu kedalam botol penderitaan. Tersenyum tidak akan membahayakanmu. Bicaralah dengan orang disekitarmu dengan bahasa kalbu. Alangkah indahnya bibir kita bicara dengan bahasa senyuman  (Kristal kedelapan )" .  Bagiku  hidup ini  dibawa dengan gurauan, sehingga kita akan tersenyum-senyum.

 Oh … ya… sejak kapan ya .. aku jatuh cinta. Lagi-lagi aku ingat cerita monyet, yang cerdik. Yang bisa “ rapat “ disebut “rapek karo”, yaitu hasil rapat yang masak jika dimalam hari, namun keesokan hari menjadi mentah kembali. Atau ketertiban seekor monyet yang disebut “ taratik monyet atau “taratik baruak “, sebagaimana yang diceritakan di cimbuak.net ini. Nah …demikian pula ketika aku “ balambim Love “ pada masa ABG dahulu (anak baru gede), orang tua-tua mengatakan aku – jatuh cinta monyet.

 Nah .. kembali kepada kalimat “ Balambim Love “, dimana aku gelak “ takisiek-kisiek “ tadi dan senyum sepanjang hari, saat ini kata-kata itu mengembalikan cintaku pada ranah minang. Aku “balambin love” .. sanak.??!!, dengan ranahku yang kaya akan; adat dan budaya, alam yang indah permai, keahlian padusi nya  yang pintar masak, memiliki ketrampilan menjahit dan menyulam, dan menghasilkan sang maha karya tangan…, benar-benar luar biasa…!!.??.

Simaklah lagu pop baru kita, yang rilisnya di adopsi menjadi ..;

 Balambin love lagi.. lagi-lagi ku..balambin love.

Aku balambin love pada ranahku minangku...

La…la…la…la….la…la

Nah.. bagaimana Anda.. ?? Silahkan adopsikan istilah “ balambin love “ menjadi sebuah perumpamaan agar kita mampu berbicara dengan orang disekitar kita dengan bahasa kalbu yang lebih santun, agar etnis kita menjadi etnis yang tahu bersopan santun pula.

see me at : http://bundokanduang.wordpress.com

                   http://hyvny.blogspot.com

       
 

 

Komentar
1. BA 22 SE
Ditulis oleh erwin pada Senin, 17 Maret 2008
Urang awak banyak juga rasa Sense of Humor nya, sering melihat mobil angkutan di Jakarta dengan tulisan BA 22 SE, ada juga tulisan Inyiak Gata dlsb nya, mulanya saya pikir apa maksudnya BA 22 SE, eee .. setelah di pikir-pikir artinyo Ba duo duo sajo ...  
Ado-ado sajo urang awak .. 
Salam
2. Ruponyo ber nostalgia....?????
Ditulis oleh elo pada Minggu, 23 Maret 2008
Rupanya sulit sekali menghilangkan kenangan masa lalu itu,,,???? walaupun bagai mana aliah duduak ceritanya...?? di alam maya ini.....namun nostalgia itu.....sulit melupakannya...........bukan adohnyo samo urang minang sajo.....pada suku-suku lainnyo adoh juo....hahahahaha.........
3. bahasa kekadang bukan lagi menunjukkan b
Ditulis oleh melati malam pada Minggu, 23 Maret 2008
hifni ..apa kbar? 
tersenyum mel membaca...ya kadang bibir bicara bagai tak ada telinga lain mendengar... 
namun sekarang bahasa seperti tidak payah di tapis lagi...melati tak menyatakan anak minang..sekenal melati anak2 minang tinggi budaya dan budi pekerti..yang ku temui di indonesia mau pun di malaysia semua indah bicara... 
malah masa di jakarta ke market naik mini bus dan sebagainya tak terdengar bahasa yang kurang sopan ... 
 
mungkin melati kurang fahami bahasa mu...tapi lebeh baik tak faham bahasa yang segitu...jadi bibir kan terukir senyuman walaupn ada bicara kurang sopan berdekatan.... 
 
salam mesra 

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

Terakhir kali diperbaharui ( Senin, 17 Maret 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 6 dari 50 (5 Unik)
Peak: 31
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: 05 Seroja

Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Admin ( 2 ) Admin 2
 Anggota ( 27 ) Anggota 27
 Tamu ( 13 ) Tamu 13
  Total  42
 Angoota ( 6,430 ) Angoota  6,430


Statistik
Agg Baru  okiy_kpling
Hari Ini 26
Minggu Ini 81
Bulan Ini 343
Tahun ini 2,578
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 13 pengunjung dan 29 anggota yang online
User Terbaru
member image
nedi

Terdaftar pada
2008-05-09 07:36:17

Pengunjung: 2949900