|
Halaman 2 dari 3 (II). Nasehat Petaruh untuk seorang suami.
Tadi ananda mengucapkan Ijab Kabul, artinya ikrar timbang terima tanggung jawab antara ayah bunda dari istri dengan diri ananda (suami).
Detik ini, ananda marakpulai telah menjadi suami putri dan keluarga di rumah ini.
Nan ka di-bao jadi kawan sa-iriang, tagak ka di-bao ba-iyo, duduak ka di-bao ba-rundiang.
Patut ananda ketahui, bahwa si Putri adalah, urang gadih nan jolong gadang, umua nan balun sa tahun jaguang, darah nan balun sa tampuak pinang, pangatahuan nan balun sa cabiak daun.
Sudah menjadi Hukum Allah bahwa perempuan di ciptakan sebagai makhluk lemah fisik dan sifatnya. Bila terbentur masalah sulit, pertahanan terakhirnya mudah runtuh. Air mata penyudahi.
Karena itu Allah perintahkan kepada setiap suami, wa ' a-syiruu-hunna bil ma'ruf, artinya pergaulilah istrimu dengan dengan ma'ruf, lemah lembut.
Itulah yang ananda baca dalam sighat talak ta'lik tadi.
Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, "khaiyru-kum bi-ahlihi" artinya sebaik-baik kamu adalah yang paling baik dengan keluarganya.
Selanjutnya Rasulullah SAW menasehatkan, "Ar Rahimuuna yarhamuhum ur-Rahmanu, Irhamuu man fil-ardhi yarhamkumullahu man fissama.", artinya "Orang-orang penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang, maka sayangilah penduduk bumi agar yang di langit ikut pula menyayangimu." (HR.Abu Daud)
Ketahuilah, bahwa perempuan itu lebih banyak berbicara dengan perasaannya ketimbang fikirannya.
Kewajiban setiap suami, laki-laki adalah pelindung terhadap perempuan, karena Allah telah memberikan kelebihan kepada kaum lelaki (suami) membelanjakan hartanya untuk membahagiakan perempuan (istrinya).
Umar bin Khattab RA, pernah menceritakan tentang bakti istri beliau itu,
1. Sebagai Pendamping, istriku adalah benteng bagiku dari api neraka, yang setia mendampingi di saat senangdan susah.
2. Sebagai penjaga rumah dan harta, istriku yang membantu, menjaga, memelihara rumah dan hartaku.
3. Sebagai ibu dari anak-anak ku, saya tahu betul betapa beratnya tugas ibu, mengandung, melahirkan menyusukan dan men-jaga anak.
4. Sebagai tukang cuci dan masak, tanpa mengenal lelah setiap hari mencuci, memasakkan makanan untuk ku dan anak-anak ku.
Karena itu, aku selalu memaafkan kata-katanya, karena mungkin ada hak-haknya yang belum aku penuhi. Begitu sahabat Nabi SAW mempergauli istri dan membina rumah tangga berkualitas "baiti jannati", rumahku adalah sorgaku.
Kiat Umar bin Khattab ini mesti ananda tiru.
KEBAHAGIAAN DATANGNYA DARI ALLAH
Allah telah memberikannya kepada yang dikehendaki-Nya.
Kebahagiaan rumah tangga hanya bisa di perdapat dengan saling pengertian dan musyawarah, maka hindarilah sifat mau menang sendiri dan memaksakan kehendak.
Bina rumah tangga dengan penuh kasih sayang. Hindari sifat tertutup dan saling curiga. Hadapi masalah dengan bersama. Caranya,
Anggang jo kekek cari makan, Tabang ka pantai kaduo nyo, Panjang jo singkek pa uleh kan, mako nyo sampai nan di cito.
Ketahuilah bahwa suami adalah pemimpin di tengah rumah tangganya, kullukum raa-'in wa kullukum mas-ulun 'an ra-'yyatihi,
artinya, setiap pemimpin akan diminta pertanggungan jawab atas pimpinannya.
Hukum Syarak menghendaki keseimbangan antara perkembangan hidup rohani dan perkembangan jasmani. Sesungguhnya rohani-mu berhak atasmu. Jasmanimu pun berhak atasmu.
Rumah tangga wajib di bina. Masyarakat kelilingmu mesti di tenggang. Keduanya wajib di jaga.
Mancari kato mufakaik, ma-nukuak mano nan kurang, mam-bilai mano nan senteng, ma-uleh sado nan singkek, Man-jinaki mano nan lia, ma-rapekkan mano nan ranggang, ma-nyalasai mano nan kusuik, Ma-nyisik mano nan kurang, ma-lantai mano nan lapuak, mam-baharui mano nan usang.
Inilah keseimbangan hidup berumah tangga dalam masyarakat adat kita.
Alah bakarih samporono, Bingkisan rajo Majopahik, Tuah basabab bakarano, Pandai batenggang di nan rumik.
|