Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Nan babarih nan dipahek
Nan baukua nan di kabuang
Jalan luruih nan ditampuah
Labuah Pasa nan dituruik
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Menata Rumah Tangga Sakinah, Di Dalam Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh H. MAS'OED ABIDIN   
Minggu, 16 Maret 2008
Index
Menata Rumah Tangga Sakinah, Di Dalam Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah
Halaman 2
Halaman 3

BEBERAPA PETUAH PERLU DIPERPEGANGI

a) "Berbuatlah untuk hidup akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok dan berbuatlah untuk hidup duniamu, seolah-olah akan hidup selama-lamanya". (Hadist).

Firman Allah menyebutkan, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS.28, Al Qashash:77).

Kaedah hidup di Ranah Minang mengadatkan,

"Handak kayo badikik-dikik,
Handak tuah batabua urai,
Handak mulia tapek-i janji,
Handak luruih rantangkan tali,
Handak buliah kuat mancari,
Handak namo tinggakan jaso,
Handak pandai rajin balaja."

Untuk mencapai semuanya itu amatlah diperlukan kematangan dan kecermatan diri dan keteguhan hati di dalam melaksanakan setiap langkah dan perbuatan,

Di hawai sa habih raso,
Di karuak sa habih gauang.

Yakni berpikir sebelum bertindak, karena menurut kata bijak berpikir itu pelita hati.

Di sinilah terletak sesungguhnya kedewassan di dalam memimpin satu keluarga, negeri ataupun negara.

Mancancang ba - landasan,
Ma lompek ba - situmpu.

Artinya, setiap langkah mesti mempunyai alasan yang tepat, program yang jelas dan dapat di pertanggung jawabkan.

Seorang kepala rumah tangga tidak boleh bertindak semena-mena, apalagi melangkah tanpa berpikir lebih dahulu baik dan buruknya.

Karena setiap kebijakan yang diambilnya selaku seorang suami kepala rumah tangga adalah untuk kepentingan seluruh anggota keluarganya.

Dalam arti yang lebih luas, berkorong berkampung dan bertaratak bernagari.

Kerukunan adalah modal yang sangat besar, di samping materi yang harus di pelihara dengan menjauhi pemborosan di mana-mana.

Dek sakato mangkonyo ado,
Dek sakutu mangkonyo maju,
Dek ameh mangkonyo kameh,
Dek padi mangkonyo manjadi.
Jangan di lupakan pesan Nabi SAW,
"Sebaik-baik mukmin seseorang adalah yang paling sempurna akhlaknya". (HR. Thabarany dan Abu Nu'aim).

Selanjutnya Rasulullah SAW menasehatkan, "Ar Rahimuuna yarhamuhum ur-Rahmanu, Irhamuu man fil-ardhi yarhamkumullahu man fissama.", artinya "Orang-orang penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang, maka sayangilah penduduk bumi agar yang di langit ikut pula menyayangimu." (HR.Abu Daud)

Ketahuilah, bahwa perempuan itu lebih banyak berbicara dengan perasaannya ketimbang fikirannya.

Kewajiban setiap suami, laki-laki adalah pelindung terhadap perempuan, karena Allah telah memberikan kelebihan kepada kaum lelaki (suami) membelanjakan hartanya untuk membahagiakan perempuan (istrinya).

Umar bin Khattab RA, pernah menceritakan tentang bakti istri beliau itu,

1. Sebagai Pendamping, istriku adalah benteng bagiku dari api neraka, yang setia mendampingi di saat senangdan susah.

2. Sebagai penjaga rumah dan harta, istriku yang membantu, menjaga, memelihara rumah dan hartaku.

3. Sebagai ibu dari anak-anak ku, saya tahu betul betapa beratnya tugas ibu, mengandung, melahirkan menyusukan dan men-jaga anak.

4. Sebagai tukang cuci dan masak, tanpa mengenal lelah setiap hari mencuci, memasakkan makanan untuk ku dan anak-anak ku.

Karena itu, aku selalu memaafkan kata-katanya, karena mungkin ada hak-haknya yang belum aku penuhi. Begitu sahabat Nabi SAW mempergauli istri dan membina
rumah tangga berkualitas "baiti jannati", rumahku adalah sorgaku.

Kiat Umar bin Khattab ini mesti ananda tiru.


KEBAHAGIAAN DATANGNYA DARI ALLAH

Allah telah memberikannya kepada yang dikehendaki-Nya.

Kebahagiaan rumah tangga hanya bisa di perdapat dengan saling pengertian dan musyawarah, maka hindarilah sifat mau menang sendiri dan memaksakan kehendak.

Bina rumah tangga dengan penuh kasih sayang. Hindari sifat tertutup dan saling curiga. Hadapi masalah dengan bersama.
Caranya,

Anggang jo kekek cari makan,
Tabang ka pantai kaduo nyo,
Panjang jo singkek pa uleh kan,
mako nyo sampai nan di cito.

Ketahuilah bahwa suami adalah pemimpin di tengah rumah tangganya,
kullukum raa-'in wa kullukum mas-ulun 'an ra-'yyatihi,

artinya, setiap pemimpin akan diminta pertanggungan jawab atas pimpinannya.

Hukum Syarak menghendaki keseimbangan antara perkembangan hidup rohani dan perkembangan jasmani. Sesungguhnya rohani-mu berhak atasmu. Jasmanimu pun
berhak atasmu.

Rumah tangga wajib di bina. Masyarakat kelilingmu mesti di tenggang.
Keduanya wajib di jaga.

Mancari kato mufakaik,
ma-nukuak mano nan kurang,
mam-bilai mano nan senteng,
ma-uleh sado nan singkek,
Man-jinaki mano nan lia,
ma-rapekkan mano nan ranggang,
ma-nyalasai mano nan kusuik,
Ma-nyisik mano nan kurang,
ma-lantai mano nan lapuak,
mam-baharui mano nan usang.

Inilah keseimbangan hidup berumah tangga dalam masyarakat adat kita.

Alah bakarih samporono,
Bingkisan rajo Majopahik,
Tuah basabab bakarano,
Pandai batenggang di nan rumik.


BEBERAPA PETUAH PERLU DIPERPEGANGI

a) "Berbuatlah untuk hidup akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok dan berbuatlah untuk hidup duniamu, seolah-olah akan hidup selama-lamanya". (Hadist).

Firman Allah menyebutkan, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS.28, Al Qashash:77).

Kaedah hidup di Ranah Minang mengadatkan,

"Handak kayo badikik-dikik,
Handak tuah batabua urai,
Handak mulia tapek-i janji,
Handak luruih rantangkan tali,
Handak buliah kuat mancari,
Handak namo tinggakan jaso,
Handak pandai rajin balaja."

Untuk mencapai semuanya itu amatlah diperlukan kematangan dan kecermatan diri dan keteguhan hati di dalam melaksanakan setiap langkah dan perbuatan,

Di hawai sa habih raso,
Di karuak sa habih gauang.

Yakni berpikir sebelum bertindak, karena menurut kata bijak berpikir itu pelita hati.

Di sinilah terletak sesungguhnya kedewassan di dalam memimpin satu keluarga, negeri ataupun negara.

Mancancang ba - landasan,
Ma lompek ba - situmpu.

Artinya, setiap langkah mesti mempunyai alasan yang tepat, program yang jelas dan dapat di pertanggung jawabkan.

Seorang kepala rumah tangga tidak boleh bertindak semena-mena, apalagi melangkah tanpa berpikir lebih dahulu baik dan buruknya.

Karena setiap kebijakan yang diambilnya selaku seorang suami kepala rumah tangga adalah untuk kepentingan seluruh anggota keluarganya.

Dalam arti yang lebih luas, berkorong berkampung dan bertaratak bernagari.

Kerukunan adalah modal yang sangat besar, di samping materi yang harus di pelihara dengan menjauhi pemborosan di mana-mana.

Dek sakato mangkonyo ado,
Dek sakutu mangkonyo maju,
Dek ameh mangkonyo kameh,
Dek padi mangkonyo manjadi.
Jangan di lupakan pesan Nabi SAW,
"Sebaik-baik mukmin seseorang adalah yang paling sempurna akhlaknya". (HR. Thabarany dan Abu Nu'aim).

Selanjutnya pesan Nabi Muhammad SAW,
" Man laa yarhamun-naasa. Laa yarhamuhul-llahu",
artinya, "Yang tidak bisa menyangi sesama manusia
tidak akan disayangi oleh Allah".

Tugas seorang suami adalah bekerja sepenuh hati.
Ka lauik riak mahampeh,
Ka karang rancam ma-aruih,
Ka pantai ombak mamacah.
Jiko mangauik kameh-kameh,
Jiko mencancang, putuih - putuih,
Lah salasai mangko-nyo sudah.

Artinya bekerja mengerahkan semua potensi yang ada, tidak menyertakan lalai dan enggan, tidak berhenti sebelum benar-benar sampai, bacarai hanyo dek tumbilang.

b) Di sisi lain tidak boleh dilupakan sikap saling menghargai keluarga kedua belah pihak.

Kedua belah pihak mempunyai kedudukan sama. Ketahuilah bahwa ananda berdua ini, sepertinya, ibarat tingga maneteng nasi masak, kana lah dari mano datangnyo padi. Ibarat tingga manimang buah ranum, kanalah ka tampuak tampek bagantuang.

Artinya yang nikah memang ananda berdua, tapi yang kawin adalah seluruh keluarga kedua belah pihak.


Peliharalah selalu,
Adat hiduik tolong manolong,
Adat mati janguak man janguak,
Adat isi bari mam-bari,
Adat tidak salang ma-nyalang.

Basalang tenggang, artinya saling meringankan
dengan
kesediaan memberikan pinjaman untuk mendukung
kehidupannya.

c) Pandai-pandai hidup bermasyarakat. Agama maupun
adat mengajarkan, hormati nan tuo, sayangi nan
ketek.

Akhirnya,
Seumpama sebuah pelayaran, maka kami lepas ananda berdua mengharungi bahtera kehidupan berbekal budi luhur.

Ibarat kata orang,

Kok pai anak marantau,
ma-nyauak di hilie-hilie,
bakato di bawah-bawah,
ba-rundiang sapatah di pikiri,
di agak duri nan ka manggaruih,
di agak rantiang nan ka manyangkuik,
gapuak usah mambuang lamak,
cadiaek usah mambuang kawan,
gadang usah malendo,
tinggi usah ma himpok.

Artinya,
hasibuu anfusakum qabla an tuha sabuu,
wa zinuu a'malakum qabl;a an tuuzana 'alaikum ,
maknanya,
hitung-hitunglah diri, ukurlah bayang-bayang sapanjang badan, sebelum di hitung oleh yang lain, dan
timbang-timbanglah amal perbuatan - karena kelak Allah  akan melakukan timbangan atas dirimu - sebelum engkau mengadakan penilaian terhadap amalan orang-orang
lainnya. (Atsar Shahabat).

Ingek sabalun kanai,
Kulimek balun abih,
Ingek-ingek nan ka-pai,
Agak-agak nan ka-tingga.

Namun, memelihara prinsip hidup dengan akidah yang benar dan istiqamah (konsisten) menjadi tugas setiap anak nagari di Minangkabau.

Disini terletak 'izzah martabat diri.
Namun ....,

kok di anjak urang banda sawah,
jikok di aliah urang batu pasupadanan,
jikok di ubah urang kato pusako,
jikok di anjak urang kato nan bana,
Busuangkan dado padek-padek,
paliek-kan tando laki-laki,
ja-an takuik nyawo malayang,
ja-an cameh darah taserak,
aso hilang duo tabilang,

Tanamo anak laki-laki,
sabalun aja ba pantang mati,
baribu saban mandatang,
namun mati hanyo sakali,

Namun di dalam kabanaran,
bago di pancuang lihie putuih,
satapak ja-an namuah suruik,
kato bana di anjak jangan.

Disini terpatri muruah kita.
Selalu berpegang kepada kebenaran. Jangan
terpengaruh
primordialisme, jangan pula berperangai penjilat.

Dahulukan kepentingan negeri (negara) di atas dari
kepentingan diri. Walau nyawa menjadi tantangannya.

Tanah sa bingkah alah ba punyo,
rumpuik sa halai lah ba miliak,
malu nan balun di agiah,
suku nan tak buliah di anjak.

Kebahagian hidup bermasyarakat itu akan terasa apabila
kita ada orang merasa bertambah dan bila kita pergi
orang merasa kehilangan, karena itu hiduplah dengan
saling mengingatkan kepada hidayah Allah.

Kebenaran (al-haq min rabbika), datangnya dari Tuhanmu, artinya yang di gariskan oleh syari'at agama Islam wajib kita menjalankannya.

Tatanan masyarakat kita di Minangkabau, tetap menghormati kebenaran itu.

Kamanakan barajo ka Mamak,
Mamak barajo ka Pangulu,
Pangulu barajo ka mupakaik,
Mupakaik barajo ka nan bana,
Nan bana ba-diri sandirinyo.

Di atas segala penghormatan kepada tatanan masyarakat,
maka mufakat sangatlah di utamakan.

Mufakat bertujuan hanya untuk menegakkan kebenaran dengan pedoman tunggalnya adalah hidayah dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "siapapun yang membawa seseorang kepada petunjuk hidayah Allah - kemudian di ikutinya petunjuk itu --,
maka dia akan mendapatkan balasan sebagaimana balasan yang diterima oleh orang yang mengikutnya, tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh"
(H.R. Imam Muslim dan Ash-habus-Sunan)

Bismillah, dengan pedoman hidup ini layarkanlah bahtera hidup, hati-hati memegang kemudi, Insya Allah terjejak tanah tepi.

Kami bersama mendoakan, Semoga Allah akan senantiasa melimpahkan berkah
yang banyak kepada ananda berdua yang telah mengumpulkan ananada berdua ke dalam kebaikan. Amin Ya Mujibas Sailina.

Wabillahittaufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh,

H. Mas'oed Abidin
Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Sumbar
Ketua MUI Sumbar Membidang Dakwah

Padang, 11 Safar 1422 H/ 5 Mei 2001

Diposting : Bundo  Hayatun Nismah di palanta Rantaunet 

Komentar

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!



Terakhir kali diperbaharui ( Senin, 17 Maret 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 6 dari 50 (6 Unik)
Peak: 31
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: Odi Malik - 06 Bungo Ilalang

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 21 ) Anggota 21
 Tamu ( 10 ) Tamu 10
  Total  31
 Angoota ( 6,519 ) Angoota  6,519


Statistik
Agg Baru  ZA.sutanbasa
Hari Ini 19
Minggu Ini 86
Bulan Ini 346
Tahun ini 2,616
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 10 pengunjung dan 21 anggota yang online
User Terbaru

ateroz

Terdaftar pada
2008-05-17 05:01:33

Pengunjung: 3020955