Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Bundo kanduang
Limpapeh rumah nan gadang
Amban puruak pegangan kunci
Amban puruak aluang bunian
Pusek Jalo kumpulan tali
Hiasan dalam nagari
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Huriah Adam Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh www.tamanismailmarzuki.com   
Kamis, 27 Maret 2008

ImageHuriah Adam dilahirkan di Padang Panjang tanggal 6 Oktober 1936. Ayahnya Syeh Adam, B.B. Adalah seorang ulama yang mempunyai minat besar dan usaha yang nyata untuk mengembangkan kesenian didaerahnya. Kegiatan kesenian bahkan kemudian menjadi ciri dari keluarga Adam. Saudara-saudara Huriah Adam, yaitu Bustanil Arifin, Irsjad dan Achyar, Mengarahkan perhatian utamanya kebidang musik, sedangkan Huriah Adam sendiri bergerak paling banyak dibidang tari dan seni lukis.

Bagi Huriah, ayahnya adalah seorang pembuka jalan bagi pengabdiannya kemudian kepada seni. Meskipun dia seorang guru agama, tidak dipaksanya sang anak menekuni agama saja, bahkan sebaliknya, dia melihat bakat seni yang besar pada Huriah, maka dilengkapilah madrasahnya dengan pentas dan alat-alat musik.

Pada madrasah pimpinan ayahnya itulah Irsjad dinas di Padang Panjang dan  Huriah berkembang melalui kegiatan tarinya semenjak ia duduk di sekolah rakyat. Kemudian ia mengikuti pula ruang-ruang pendidikan kesenian di Gedung Kebudayaan Sumatra di Padang Panjang, yang dipimpin oleh Angku Muhammad Sjafei, yaitu pendiri I.N.S. Kayutanam. Sejak itulah ia banyak menggali kekayaan tari Minang atas dasar gerak-gerak silat dan dengan bahan ini ia mengembangkan tari Minang, dengan menuangkannya kedalam komposisi-komposisinya.

Kegiatan-kegiatan Pusat Kebudayaan di Padang Panjang itu dilakukannya antara lain tahun 1947 dan 1958. Ini diselingi dengan satu masa pendek, yaitu dalam tahun 1953, dalam waktu masa ia mengikuti beberapa pelajaran di ASRI Yogyakarta, setelah ia lulus SMP di Padang Panjang pada tahun 1951. Tak lama ia tinggal di Yogya. Ia kembali lagi ke Padang Panjang dan kemudian menikah dengan Sdr. Ramudhin, seorang pemain biola. Namun kegiatan keseniannya tak terhenti karena pernikahan ini, demikian seterusnya, dengan dilahirkannya anak demi anak sampai lima orang, kesenian tetap menjadi lapangan pengabdiannya.

Kemudian dari tahun 1959 sampai 1968 ia menjadi anggota dari URRIL kodam III Sumatra Barat, disini ia bentuk grup sendiri. Pada masa pertikaian PRRI, ia dengan grupnya sering dikirim keberbagai daerah untuk mengadakan pertunjukan-pertunjukan. Ini adalah suatu hal yang agak luar biasa bagi masyarakat Minang, yang tadinya menganggap tidak pantas apabila wanita begitu bebas menyiarkan tari-tarian di depan umum. Namun Huriah tetap pada langkah yang telah diambilnya, apabila ia banyak mendapat sambutan baik dari pejabat-pajabat tinggi seperti almarhum Presiden Soekarno, almarhum Jendral Achmad Yani, keluarga Adam Malik.

Dalam masa tugasnya pada URRIL ia pernah pada tahun 1963 dikirim ke Jakarta, memimpin tim tari untuk meriahkan Ganefo. Huriah adalah seorang yang tak mau dikekang, ia selalu mau mengejar cakrawala-cakrawala yang lebih luas.

Pada waktu Padang Panjang dirasanya terlalu sempit, iapun terbang ke Jakarta pada tahun 1968. Disini ia bekerja sama dengan rekan-rakan dari berbagai latar belakang tari dalam suatu Bengkel Tari di Taman Ismail Marzuki. Dan juga pada waktu mengikuti Expo 1970 di Jepang, ia banyak mendapat pengalaman tari dan gagasan-gagasan baru dari Sardono W. Kusumo, seorang yang juga diakui sebagai guru.

Image
 
Sejak awal 1971 ia menjadi pengajar tari pada jurusan tari, Akademi Teater Tari, Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) beberapa karya tari yang diciptakannya dalam masa terakhir tersebut adalah : Drama tari Malin Kundang dalam tiga edisi, J.I tahun 1969 di Jakarta, 1971 di Padangpanjang dan 1971 di Jakarta, dan tari-tarian pendek bernamakan tari Payung, tari Pedang, tari Rebana dan tari Sepasang Api Jatuh Cinta.

Adapun tari-tarian yang telah diciptakannya sebelum itu adalah tari Sapu Tangan, tari Lilin, Gadis Lembah, tari Nelayan, Nina Bobok, tari Pahlawan, tari Pembebasan, Sandang Pangan dan Berabah.

Yang terakhir ini, tari Berabah adalah yang paling disenangi, di anggapnya paling lengkap menunjukan dasar tari Minang tradisional dan sekaligus diolahnya sedemikian rupa sehingga membayangkan watak kegagahan dan kebebasan yang begitu merupakan cermin dari aspirasinya.

Gambaran mengenai Huriah Adam tidaklah lengkap apabila belum dicatat bahwa Huriah Adam disamping seorang penari dan pencipta tari yang terkemuka juga bermain musik terutama biola dan juga seorang pelukis serta pemahat. Bahkan ia berkeinginan untuk lebih banyak melukis dari pada yang sempat dilakukannya. Dalam seni pahat, karyanya yang menari adalah Patung Pembebasan di Bukit Tinggi.

Pada 10 Nopember 1971 pesawat terbang Merpati jurusan Jakarta –- Padang menghilang diatas Kepulauan Katang-Katang dan tak pernah ditemukan sampai dengan sekarang, begitu juga jenazah Huriah Adam yang menjadi penumpang dalam penerbangan tersebut.

***   

(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Huriah Adam

Lahir :
Padangpanjang,
Sumatera Barat
6 Oktober 1936

Wafat :
!0 Nopember 1971

Profesi :
Koreografer Tari,
Pengajar Tari
di jurusan tari
Akademi Teater Tari, Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ)

Pendidikan :
Sekolah Rakyat (SD) Padangpanjang,
SMP Padangpanjang (1951),
INS Kayutanam,
ASRI Yogyakarta
(tidak lulus) 1955 - 1957

Karya-karya :
Tari Sapu Tangan,
Tari Lilin,
Tari Gadis Lembah,
Tari Nelayan,
Tari Nina Bobok,
Tari Pahlawan,
Tari Pembebasan,
Tari Sandang – Pangan,
Tari Piring,
Tari Sekapur Sirih,
Tari Gelombang,
Tari Nerabah
Tari Payung,
Tari Pedang,
Tari Rebana,
Tari Sepasang Api Jatuh Cinta,
Tari Sijundai,
Sendratari Malin Kundang

 

Sumber : www.tamanismailmarzuki.com
 

 

Komentar
1. Rumah Kak Un (Huriah Adam)
Ditulis oleh riripasausang pada Jumat, 28 Maret 2008
Tambahan Info, rumah kak Un (Huriah Adam) ini di samping mesjid Jihad.  
 
Bisa dilihat di  
http://www.cimbuak.net/component/option,com_wrapper/Itemid,50/ , tag nya "Mesjid Jihad"
2. tari Barabah dan keluarga Huriah Adam ya
Ditulis oleh deddeerika pada Selasa, 01 April 2008
Tari karya Ibu Huriah Adam yang masih saya ingat dengan baik cuma Barabah, sangat menyenangkan menarikannya. Saya juga pernah bertemu dengan beberapa orang saudara dari almh, yang menjadi doesn di ASKI (sekarang STSI) Padang Panjang, saya lupa namanya, tetapi beliau pemain biola. yang seorang lagi kalau tidak salah dipanggil dengan 'Wan Tanul, kerja di lembaga pendidikan seni yang sama. Saudara Almh yang lain yang sempat saya kenal denga cukup baik adalah Achyar Adam, biasa saya panggil "ayah", sekarang sudah wafat, karena sakit jantung beberapa tahun yang lalu. Ayah adalah pemain accordion, satu dari sedikit seniman kita yang mampu memainkannya dengan baik dan benar. Menarikan tari Payung dengan iringan musik accordion dari ayah terasa lebih seru, bersemangat, dan menyenangkan. Satu hal, ayah pernah bilang bahwa beliau trauma dengan kecelakaan yang menimpa Huriah Adam, sehingga belliau tidak berani melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.  
Keluarga Huriah Adam memang seniman hebat semua, Salut
3. Patung Pahlawan Tak Dikenal atau Patung
Ditulis oleh Almer pada Kamis, 03 April 2008
Mohon pencerahan dari Dunsanak.... 
 
Dalam seni pahat, karyanya yang menarik adalah Patung Pembebasan di Bukit Tinggi atau yang dimaksud Patung Pahlawan yang tak dikenal yang berada dibawah Jam Gadang Bukittinggi? 
4. Padang-Panjang
Ditulis oleh st.saidi pada Sabtu, 12 April 2008
Kok dapek, ado yang mangantikan mande Huriah Adam ko...tapi zaman alah barubah, seni klasik mulai ditinggalkan. 
 
:cry

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

Terakhir kali diperbaharui ( Kamis, 27 Maret 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 8 dari 50 (7 Unik)
Peak: 25
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: 07 Tawaya Ho - 07 Tawaya Ho

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Admin ( 1 ) Admin 1
 Anggota ( 26 ) Anggota 26
 Tamu ( 6 ) Tamu 6
  Total  33
 Angoota ( 7,166 ) Angoota  7,166


Statistik
Agg Baru  nurhilhid...
Hari Ini 20
Minggu Ini 102
Bulan Ini 417
Tahun ini 3,045
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 6 pengunjung dan 27 anggota yang online
User Terbaru

antoni_056

Terdaftar pada
2008-07-04 14:28:59

Pengunjung: 3468860