If you wish to travel far and fast, travel light. Take off all your envies, jealousies, unforgiveness, selfishness, and fears. Glenn Clark Jika kita hendak melakukan perjalanan yang jauh dan cepat, berjalanlah tanpa terlalu banyak beban.
Buang jauh2 beban2 tak berguna semacam rasa iri, ketidak mampuan memaafkan, sikap mementingkan diri, dan rasa takut. Sifat menghindari resiko tidak senantiasa bermakna negatip. Umumnya M bersifat demikian. Semakin tinggi posisi M, makin banyak dan besar resiko2 yang harus dihadapi. Sedemikian rupa sehingga sikapnya terhadap resiko bergeser dari semula menghindari resiko menjadi risk minimalis. M measures the wave, kesana kemari ia membawa meteran. Segala sesuatu mau diukur, termasuk resiko. Sikap yang demikian melahirkan mekanisme2 pengendalian resiko, terkadang disebut risk managemen. Bentuk2 mekanisme itu misalkan agunan, asuransi, lc (letter of credit), warranty atau jaminan, kontrak2, akta2 notaris, perjanjian kerja, purchase order, dll. Metode outsourcing seperti yang diketengahkan bung Hendy juga salah satu cara meminimalkan resiko. Ini bisa berujut kemitraan, subcontracting, leasing, punya pemasok, dsb. Pengurangan resiko bisa berupa perangkat2 fisik seperti pppk, pemadam kebakaran, pelampung dipesawat, safety procedure, dll, sampai satpam2 yang mbukaki mobil2 kita menggeledah kalau2 kita bawa bom. Semua ini mengarah pada pengendalian keamanan. Bahkan, bursa saham ikut2an. Apa sebenarnya yang dijual di bursa saham ? Saham ? Bukan. Uang ? Bukan. Jual beli sekuritas ? Bukan. Apa ? Resiko ! Itu pasar yang memperdagangkan resiko. Namanya jual beli sekuritas tetapi sebenarnya jual beli resiko. Ini hanya ulah para pemasar yang menggunakan euphemisme untuk melunakkan kata. Pelacur dulu dinamakan wts, sekarang psk. Bayangkan, jika bursa saham diganti namanya menjadi 'bursa resiko'. Öra payu ! Kata resiko sudah 'menakutkan', padahal bursa saham esensinya jual beli resiko. Ngapusi ! Sifat M adalah tidak menyukai resiko dan sifat ini dinilai konstruktip positip dalam organisasi2. Sebagai M anda tak selayaknya berspekulasi dan tugas anda jelas, meminimalkan resiko jika menghindari tak dimungkinkan, E mendapat manfaat dengan sikap M yang tidak menyukai resiko. Ibarat rem, M menghambat semangat E yang kurang cermat mengukur resiko. Tanpa M, E murni terus2an dirundung potensi petaka. Jika anda punya sikap tidak suka terhadap resiko secara konstruktip, maka M adalah papan yang pas untuk anda. You are paid for it : mengendalikan resiko, meminimalkan atau menghindari jika itu bisa. Semakin tinggi posisi M makin mirip ia dengan E dan pada satu saat iapun mau tidak mau harus ikut menyangga resiko. Situasi ini juga terkadang berkebalikan, makin mampu seseorang menghadapi resiko, yaitu menghindari-mengurangi-menyangga resiko, makin besar peluang untuk merayap keatas. Fate loves the fearless. James Russell Lowell Nasib menyukai orang2 yang tidak (mudah) takut. Often the difference between a successful man and a failure is not one's better abilities or ideas, but the courage that one has to bet on his ideas, to take a calculated risk and to act. Dr. Maxwell Maltz Seringkali perbedaan antara seorang yang sukses dengan yang gagal bukanlah terletak kepada kelebihan kemampuan atau gagasan2 tetapi keberanian seseorang untuk mempertaruhkan gagasannya, mengambil resiko yang terkendali dan bertindak. Keberanian adalah sikap yang kita butuhkan, apakah itu merintis karir sebagai M ataukah sebagai E. Yang lebih penting lagi adalah kecakapan kita mengukur dan mengendalikan resiko. Sejak dini saya akan persiapkan anda semua untuk menghadapi resiko. Jika resiko itu kita tingkatkan sedikit demi sedikit lama2 kita akan terbiasa menghadapi resiko dan pada waktunya kita tak lagi gentar berduel dengan resiko. Saya tidak menyarankan nekat, walau kadang itu harus kita lakukan dalam keterpaksaan. Nekat hanyalah untuk keadaan yang amat sangat terpaksa bagi mereka2 yang dirundung putus asa dan keterpaksaan. Jika anda tidak berada dalam posisi itu, mengapa harus nekat ? Nekat adalah spekulatip, mengapa kita tidak mengukur dan mengendalikan resiko ?
Diposting di mailing list UGM Disadur oleh : Dewis Natra
Trackback(0)
|