|
Mengapa “ urang minang” senang berdagang ? Jika pertanyaan yang sama ditujukan kepada komunitas bangsa Cina, maka jawaban mereka pasti berbeda dengan jawaban urang minang. Mengapa ? motivasi “urang minang” berdagang karena ingin melawan dunia orang – suatu tema yang mengandung amanat untuk hidup bersaing terus menerus mencapai kemuliaan, kenamaan, kepintaran dan kekayaan.
Bagi bangsa Cina, lintasan yang dilaluinya dalam merambah dunia melebihi lintasan yang dilakukan oleh perantau Minang. Dibelahan dunia manapun kita menemukan bangsa Cina berprofesi sebagai pedagang.Bahkan secara khusus, mereka membuat dan memproduksi keperluan pernak-pernik yang bercirikan khas Negara-negara didunia untuk keperluan turis, suku cadang, dan material lainnya, yang diproduksi dari negaranya. Filosofi bangsa Cina dalam berdagang pasti berbeda dengan “ urang minang”. Orang Minang berpolakan prinsip bagi hasil pada system anak semang dan induk semang. Sementara bangsa china menganut pola berjenjang. Pada “urang minang” - profesi sebagai pedagang, merupakan salah satu diantara aktualisasi peran fungsional dalam mencari nafkah hidup. Menjadi Saudagar, adalah suatu cita-cita. Fungsi ini akan berbeda diantara profesi yang lain, karena ada yang menjadi ; petani, tukang, penghulu, ulama, dll. Kita ingat akan falsafah alam yang menjadi pedoman hidup “urang minang”, yaitu ; Nak mulia batabua urai, Nak tuah tagak di nan manang, Nak cadiek sungguah baguru, Nak kayo kuaik mancari. Maksudnya, agar setiap orang berusaha sekuat tenaga agar memperoleh kemuliaan dan kedudukan yang berarti dan penting. Keunggulan “urang minang” dalam berdagang, karena adanya hasil produksi yang mesti dijual keluar Nagari. Dahulu, cara berniaga pun mulanya dengan membawa barang pada bahu atau secara pikulan dengan jalan beriringan beramai-ramai agar tidak dirampok diperjalanan. Kemudian istilah berniaga berkembang menjadi berbagai istilah sesuai dengan produk dagangan mereka, seperti ; - saudagar yang spesialisasinya jual beli barang pecah belah disebut “ manggaleh”, - penjual ternak dan daging disebut jagal – jaga – bajaga. - Bagi “urang minang”, yang berjualan dengan cara menjunjung keranjang barang (katidiang) diatas kepalanya disebut jojo – bajojo (jaja). Yang diperdagangkan adalah setiap kegiatan usaha yang bersifat individu, berupa barang-barang kerajinan dan industri, seperti ; peralatan produksi, perkakas rumah tangga termasuk makanan dan masakan. Di setiap Nagari memiliki spesialisasi dalam berproduksi, seperti : - Kerajinan emas dan perak berasal dari Nagari Koto Gadang dan Guguk, - Sulam dan jahit, seperti konveksi, berasal dari Nagari Empat Angkat, Koto Gadang, - Pandai besi, berasal dari Sungai Puar, - Pertenunan yang terkenal dari Silungkang dan Pandai Sikat. - Tilam yang terkenal, buatan orang Bayur. Melihat jenis barang yang diperdagangkan memiliki spesialisasi pula, antara lain ; - perdagangan tembakau oleh orang Sianok, - Kain, oleh orang Maninjau dan Balingka, - Ternak, oleh orang Pitalah dan Koto Enau, - Perdagangan kelontong,oleh orang Kumango, oleh sebab itu perdagangan kelontong disebut perdagangan kumango. Demikian pula dalam hal makananpun “urang minang”, memiliki spesialisasi, yaitu ; - gelamai (dodol) dari Payakumbuh, - kerupuk dari Sanjai, - lemang dari Pitalah, - kedai nasi dari Kapau dan Sumpur, Begitu banyak keunggulan produk dagangan “urang minang” dari sejak zaman dahulu hingga sekarang, maka etnis ini terkenal ulet, sehingga mampu menyaingi pedagang Cina… Nah.. sekarang istilah kegiatan berdagang yang dilakukan oleh Saudagar telah berubah menjadi “Pengusaha”, yang kegiatannya adalah ber wira usaha, wira swasta. Selain itu terdapat pula profesi yang dikembangkan dari disiplin ilmu tertentu, seperti menjadi : Notaris, advokat dan pengacara, akuntan,dll. Sepertinya menjadi seorang profesioanl adalah lebih cocok bagi “urang minang “ demi melawan dunia orang. Maka menyebarlah engkau, wahai “ urang minang “ selagi di kampuang berguna belum. Namun ingatlah selalu ranah minangmu. |
1. baru ku ngerti Ditulis oleh melati malam pada Sabtu, 29 Maret 2008 salam... suatu masa ...sudah lama melati ada nyatakan pada anak panakan melati bahawa diri ini sering brsama anak anak minang kata nya pulak..mereka suka berdagang bagai orang cina... jadi bila melati amati ya...anak minang begitu ramai peniaga... setelah membaca disini ...faham melati kan cara kehidupan anak minang... adakah anak minang yang lelaki aja yagn meninggalkan kampuang untok mengembangkan pengetahuan dan berusaha...bagaiamana anak anak gadis nya pulak...? maafkan melati jika soalan keterlaluan... salam mesra melati malam | 2. pergeseran nilai Ditulis oleh NN pada Sabtu, 29 Maret 2008 kalau dulu kita disuruh merantau untuk berdagang mencari uang namun sekarang motivasi kita untuk sekolah dsbnya adalah untuk mencari kerja. disini terjadi perubahan pola yang dulunya orang minang paling tidak menciptaka pekerjaan untuk dirinya sendiri namun saat ini motivas untuk emncari kerja dengan menambah angkatan kera baru .......... | 3. gadis minang berkreasi didalam rumah Ditulis oleh Puti bungsu pada Senin, 31 Maret 2008 falsafah alam mengata,bahwa Nak mulia batabua urai, Nak tuah tagak di nan manang, Nak cadiek sungguah baguru, Nak kayo kuaik mancari. Falsafah ini yang menyebabkan urang minang memiliki produktivitas kerjanya yang sangat tinggi, baik pria maupun wanita. Wanita memproduksi segala kebutuhan pelanggan, khususnya hand made product, sementara kaum pria adalah sebagai marketing agent nya, baik dipasarkan didalam negeri maupun manca negara. Ini suatu kerjasama yang mesti dipertahankan oleh urang minang dimanapun berada. | 4. Perbedaaan pedagang Minang dan Cina Ditulis oleh Almer pada Kamis, 03 April 2008 Hanya disayangkan ada satu perbedaan orang Minang dan orang Cina berdagang, orang Minang semua sama2 bisa berdagang, tapi jarang yang mau berdagang bersama seperti pedagang cina, coba kita pergi ke Harco Glodok, kalau kita belanja di kedai mereka dan tanya sesuatu barang apapun mereka bilang ada walaupun tidak ada barang tsb. di tempat-nya, dia bilang tunggu sebentar telfon dulu ke gudang, padahal dia telfon/pergi minta barang tsb. ke toko kawan-nya di tempat/gudang lain. Patokan harga pun dari mereka masing2 hanya mempunyai perbedaan tipis satu sama lain dari ujung ke ujung....... Ini istilah-nya Customer Service dan berdagang bersama....ilmu yang harus kita pelajari dari Pedagang Cina Kalau saya salah mhn diluruskan. | 5. kritik pedagang minang Ditulis oleh dewi koto pada Sabtu, 05 April 2008 satu lagi yang agak mengganggu pada padagang ataupun pengusaha minang, yaitu kalau alah laku bakurang-kurangan kualitasnyo bia untuang tambah gadang..padahal harusnyo kualitas tetap no 1, kalaupun ado yang disiasati lebiah baik yang lain... soal padang bengkok, awak kesal kalo urang bilang padang bengkok yang mengacu ke penipu maling, padahal sabananyo kan dak luruih tabuang ajo...dak mungkin A-Znyo awak diagiah tau urang, selain mengganggu urang kalo awak susah, jadi kecemburuan sosial jika berlebih...sekalian low profile gitu loh...kalo awak baitu yang diajaan bundo awak... |
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |