|
Cairo News- KBRI Cairo mengadakan sebuah acara akbar yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari menteri, pemda, tokoh agama, dan mahasiswa diajak untuk bertemu, berdialog meceritakan masalah dan kedala lalu kemudian mencarikan solusi untuk permasalah tersebut. Acara besar tersebut diberi nama dengan lokakarya yang bertajuk "DUKUNGAN TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI MAHASISWA INDONESIA DI MESIR". Untuk memaksimalkan acara tersebut, KBRI berusaha mengajak dan mengundang seluruh pemda di Indonesia. Dan Sumatera Barat sebagai penyumbang ulama terbanyak dan ternama bangsa Indonesia adalah sebuah daerah yang tak boleh luput dari undangan tersebut. Gayungpun bersambut, katopun bajawek. Pemerintah Provinsi Sumbar bersedia memenuhi undangan KBRI Cairo sekaligus ingin bersilaturrahmi dengan masyarakat minang atau " urang awak" di perantauan.
Hari Kamis (10/4) rombongan pemprov Sumbar yang terdiri dari H. Gamawan Fauzi SH Dt. Rajo nan Sati (Gubernur Sumatera Barat), Drs. H. Darwas (Kakanwil Depag Sumbar), Dr. Bambang Istijono, ME (Kepala Bappeda Sumbar), Drs. Sinang Subekti (Kepala DPKD Sumbar), Drs. Kafrawi Bakhtiar (Kepala Biro Sospora Setda Sumbar), H. Gusrizal Gazahar, Lc, MA (Kepala Bidang Fatwa MUI Sumbar), Prof. DR. Sirajuddin Zar (Rektor IAIN Imam Bonjol Padang), dan H. Bahar Yusuf Dt. Rajo Bukik (Ketua Yayasan Pendidikan Bahar Yusuf Pesantren Terpadu Serambi Mekkah - Padang Panjang) berangkat meninggalkan Indonesia dari Jakarta pada pukul 22.10 BBWI dengan menggunakan pesawat Emirates Airlines (EK 344).Keberangkatan ini tidak langsung menuju tujuan yaitu kota Cairo, tapi rombongan mesti transit dulu di Dubai. Pukul 05.20 waktu Dubai rombonganpun turun dari pesawat menunggu penerbangan selanjutnya. Setelah sepuluh jam menunggu di bandara, barulah perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan pesawat Emirat (EK 923) menuju Cairo, Bumi Kinanah, buminya para nabi. Sesuai dengan jadwal yang tertulis dalam agenda kunjungan Gubernur Sumbar dan rombongan ke Cairo maka KMM Mesir (Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau Mesir) sebagai perwakilan seluruh warga minang di Mesir berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada orang tua mereka. Sebelum pukul 17.00 CLT (waktu kairo) panitia penyambutan Gubernur yang terdiri dari perwakilan KBRI Cairo, Pengurus KMM dan staf, serta Dewan Ninik Mamak (DNM) sudah bersiaga di Cairo new airport. Dengan sabar seluruhnya menunggu dan melihat ke areal kedatangan. Akhirnya pada pukul 17.30 CLT, Gubernur Sumatera Barat dan rombongan baru bisa keluar dari bandara setelah menyelesaikan urusan di dalam bandara yang didampingi oleh petugas dari KBRI. Dari bandara New airport Cairo, rombongan yang akan selalu didampingi oleh H. Alnofiandri, LC selama acara lokakarya, langsung dibawa menuju Le Meridian hotel yang terletak di Heliopolis sekitar 15 menit dari bandara. Setelah 20 menit menunggu di lobby hotel untuk pengurusan check in kamar, akhirnya semua rombongan diberitahu kamar masing-masing dan dipersilahkan untuk mempersiapkan diri karena KBRI mengadakan jamuan makan malam sebagai ucapan selamat datang di Cairo. Pukul 20.00 CLT, Gubernur dan rombongan meninggalkan Le meridian hotel menuju wisma duta yang terletak di Garden city, pusat kota Cairo di tepi sungai Nil. Setelah sedikit sambutan dari Duta Besar RI a.M Fachir yang intinya mengucapkan selamat datang ke semua undangan barulah semua hadirin dipersilahkan untuk mencicipi hidangan. Pukul 23.00 CLT jamuan makan malam berakhir dan rombongan kembali menuju le meridian hotel untuk beristirahat mempersiapkan diri menghadapi lokakarya besok harinya.
Nama :Eskarni Ushalli Syamsuar Pendidikan: Mahasiswa S1 Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al Azhar. |
1. HARAPAN RANG RANTAU Ditulis oleh lina sastro pada Selasa, 15 April 2008 Silahturahmi Bpk Gubernur diikuti Kakanwil Depag Sumbar,Kepala Bappeda Sumbar dan tokoh ulama ke Cairo ini hendak membuahkan hasil. tidak hanya wisata. Hendaknya dr kunjungan tersebut ada kerjasama yang riil dan menguntungkan raang minang terutama dalam bidang perekonomian dan pendidikan di SUMBAR. Mari kita tunggu hasilnya pak Gubernur | 2. BANGUN NAGARI Ditulis oleh Renko Rizki pada Kamis, 17 April 2008 Kalau urang awak yg pergi kuliah ke Cairo memang banyak, tetapi setelah pulang banyak yang lupa atau tidak peduli dengan dunia pendidikan Agama di Sumbar, coba lihat banyak surau-surau atau pondok-pondok pesantren, yg berdiri sebelum indonesia merdeka dan itu puluhan bahkan ratusan banyaknya, seperti tidak diurus dan tdk ada yg peduli. mudahan setelah pulang kuliah nanti mau membangun nagari sendiri |
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |