Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Asa lai angok angok
Asa lai jiwo jiwo patuang
Namun nan bana disabuik juo
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Danau Singkarak, Objek Wisata Tidak Terawat! PDF Print E-mail
Written by Firsoni   
Thursday, 24 April 2008

ImageKenapa danau jaman dahulu sangat indah? Setiap orang lewat di pinggir danau berdecak kagum betapa indahnya ciptaan-Nya. Belajar ke Bali, kenapa wisatawan asing berbondong-bondong datang?. Yang jelas di Bali mereka sangat kokoh memegang dan melaksanakan adat budayanya dan menjaga semua kekayaan alamnya dan sikap gotongroyong yang masih dipelihara sampai sekarang. Bagaimana promosi wisata kita mau berhasil, kalau masyarakat dan pemerintah tidak mau menjaga kekayaan alam kita? danau dirusak, hutan dibabat, pembangunan tidak diatur? Apa yang bisa dihandalkan untuk memajukan kampung halaman tercinta?

Danau merupakan salah satu anugerah yang diberikan Tuhan kepada masyarakat minangkabau, selain sumber ikan, sumber air juga danau merupakan tempat wisata yang menjanjikan mendatang "DEVISA" untuk meningkatkan PAD. Beberapa daerah yang sudah sukses dengan wisata danau nya adalah Danau Toba di Prapat dan Tondano di Sulawesi Utara. Bagaimana dengan daerah kita?

Di Sumatera Barat banyak sekali danau yang bisa dikunjungi seperti danau Singkarak, Maninjau, Diateh dan Dibawah serta beberapa danau kecil/talago. Jaman dahulu danau merupakan tempat keramat sehingga orang yang mau mandi dan mendirikan bangunan harus bertanya terlebih dahulu. Kini keseraman danau seperti hilang, banyak tempat di pinggir danau yang telah berubah fungsi mulai dari yang baik, sampai maksiat! Naudzubillah!

Di pinggir danau Singkarak contohnya, telah banyak berdiri bangunan dan warung-warung permanen yang fungsinya untuk mencari keuntungan untuk beberapa orang saja. Mereka membuat warung permanen atau sementara, dengan membabat hutan yang cuma sedikit di pinggir danau dan sudah pasti tidak punya AMDAL (ya kan pak bupati?). Pemandangan yang indah di "sarang unggeh, kandang batu, tikalak, ombilin, kacang, dan batulimbak" sudah jadi hambar! dan tidak menarik lagi.

Boro-boro kita mau meningkatkan kunjungan wistawan asing, domestik saja malas melihat ! Belum lagi kalau kita makan di warung-warung tadi, sampah plastik, botol dan kaleng dibuang seenaknya di dalam danau, sehingga kalau kita sedang makan melihat danau jadi gak mau makan!

Hal seperti ini penting kita perhatikan kalau perlu ditertibkan, kalau mau Sumatera Barat dapat bicara dengan pariwisata terutama danau yang bersih, indah dan warga nya suka rela gotongroyong membersihkan pantai. SESUNGGUHNYA WISTAWAN ASING BUKAN MAU MELIHAT BETAPA MODERN NYA MINANGKABAU, TETAPI BETAPA ASLI NYA BUDAYANYA DAN ASRINYA ALAM MINANGKABAU ! Mudah-mudahan ini dapat dipakai sebagai acuan kita melihat kebelakang, bahwa selama ini kita sudah salah langkah dan berusaha menjadi pioneer di Indonesia, terutama di bidang PARIWISATA yang dikelola dengan kesadaran dan sungguh2!

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Friday, 25 April 2008 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 16 guests and 14 members online
Powered By PageCache
Generated in 1.16434 Seconds