Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nak Urang koto ilalang
Nak lalu ka pakan Baso
Malu jo sopan kok lah ilang
Habihlah raso jo pareso
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
Syndicate
Advertisement
Mampukah Kita Berhadapan Dengan Narkoba ? PDF Print E-mail
Written by Dr. H. K. Suheimi   
Wednesday, 30 April 2008

ImageKisah yang menarik hati tentang Narkoba ada dalam Qur’an tentang dua Malaikat Harut dan Marut
 
Harut dan Marut adalah 2 orang Malaikat yang di sebut  dalam Al-Qur'an, surat Al Baqarah ayat 102 Yang artinya :" Dan   mereka mengikuti   apa yang di baca oleh setan-setan pada masa  kerajaan Sulaiman". Dari  ayat Al_Qur'an itu muncul beberapa penafsiran tentang Harut  dan  Marut, yang mana adalah 2 orang Malaikat yang turun  ke  Bumi.

Bermula  dari  kisah ketika para Malaikat berkata  :"Ya  Tuhan  , betapa sabarnya Engkau  menghadapi dosa-dosa dan kesalahan  manu­ sia". Tuhan menjawab :"Saya memberikan cobaan kepada mereka  dan saya bebaskan kalian dari cobaan". Malaikat berkata "Sekiranya kami berada di tempat manusia, kami tidak akan membuat  maksiat kepadaMu". Tuhan berkata :"Pilihlah dua Malaikat  dari kalian untuk di kirim ke Bumi".
 
Mereka lalu memilih dua Malaikat yaitu­ Harut  dan Marut. Kedua Malaikat ini di beri hawa  nafsu  syahwat seperti   yang ada pada manusia. Sesampai di Bumi mereka  bertemu dengan  wanita cantik yang bernama Zahrah, kedua Malaikat itupun jatuh  cinta dan mengajak Zahrah bermain cinta , tapi  di  tolak. Namun Zahrah bersedia bermain cinta asal Malaikat itu mau  menga­jarkan  bacaan untuk naik dan turun langit. Kedua Malaikat itupun goyah imannya, dia tergoda dan dia kalah dalam godaan nafsu syah­watnya.
 
Dalam  versi  yang lain di sebutkan bahwa,  Zahrah  bersedia bermain cinta asal saja kedua malaikat itu mau  memenuhi  salah satu  dari 3 syarat yang di ajukan Zahrah yaitu ; menyembah  pa­tung,  membunuh atau minum khamar. Harut  dan Marut  mengetahui bahwa  ke tiga perbuatan itu terlarang, tapi yang  paling ringan menurut  mereka adalah minum khamar. Mereka memilih minum  khamar sampai mabuk. Dalam keadaan mabuk mereka berzina dengan perempuan itu. Pada waktu itu ada seorang yang lewat dan melihat perbuatan mereka.  Karena takut orang itu membuka rahasia, akhirnya  mereka membunuhnya.
 
Betapa  bahayanya  minum  khamar tertera  dalam  kisah  ini, Malaikatpun dibikinnya mabuk dan  terjadi  rentetan  perbuatan maksiat yang lain yaitu berzina dan membunuh. Sering  perbuatan maksiat  yang satu  diikuti secara beruntun  dengan  perbuatan maksiat yang lain. Dan tak jarang pada mulanya seseorang  ingin menutupi perbuatan maksiat yang satu dengan membuat maksiat yang lain,  sehingga  perbuatan maksiat itu  makin  menumpuk.  Sekali perbuatan maksiat di kerjakan dia akan menuntut perbuatan maksiat yang lain,  sehingga terjadi lingkaran setan yang  saling  dan tambah  memberatkan.
 
Dosa  minum minuman keras diikuti oleh dosa zina  dan  untuk menutupi semua itu di tambah lagi dengan dosa membunuh  manusia, maka  dia  tak tertolong lagi, bertubi-tubi dosa  demi  dosa  di kerjakan  dan  bertambah-tambahlah azab derita yang akan  di  ta­nggungkan.
 
Maksiat  artinya  durhaka, kata ini dipakai  untuk  menyebut perbuatan durhaka atau dosa yang tidak mau  mengikuti  perintah Allah dan RasulNya, tetapi justru mengerjakan laranganNya.  Maksiat  yaitu segala pekerjaan yang  sifatnya meninggalkan yang wajib dan mengerjakan yang haram. Maksiat ada yang  sifatnya merusak  dan menodai ketentraman umum dan hak masyarakat dan  ada pula yang sifatnya pribadi. Dengan demikian segala perbuatan yang tidak sejalan  dengan kehendak syariat Islam di  sebut  maksiat, apakah itu menyangkut hak Allah  SWT ataupun yang menyangkut  hak pribadi.
 
Nah, Harut mengira mengerjakan maksiat meminum khamar  lebih enteng dari mengerjakan perbuatan maksiat yang  lain,  ternyata dari  maksiat yang enteng berlanjut dan berkesudahan dengan  men­gerjakan  maksiat yang semakin besar dan semakin  berbahaya dan semakin besar dosanya. Ada baiknya dalam tulisan ini kita singgung sedikit tentang khamar.
 
Khamar adalah bahasa arab yang artinya minuman keras,  sebe­tulnya khamar itu artinya tertutup, terhalang atau  tersembunyi.  Kemudian nama khamar itu di gunakan untuk sebutan atau nama  bagi setiap minuman keras lainnya yang sejenis.  Minuman  keras  itu disebut khamar karena dapat menutupi akal dan fikiran  peminumnya dari mengerjakan  perintah Allah dan RasulNya.
 
Meminum  khamar  hukumnya terlarang atau haram  sama  dengan hukuman berjudi dan termasuk dosa besar (Al Baqarah  119).  Dan begitu juga kalau kita baca surat Al  Maidah ayat 90. Khamar  itu termasuk perbuatan keji dan dinyatakan sebagai  perbutan syetan yang  harus  di jauhi. Meminum khamar  banyak menimbulkan  efek negatif  yang sangat merugikan manusia  bukan  saja  peminumnya melainkan juga orang lain yang sering merengut banyak korban jiwa karena sikap saling membenci  dan permusuuhan yang timbul  akibat minum khamar. Khamar dapat menyebabkan peminumnya lupa diri, lupa ingatan  dan lupa  keluarga dan lain-lainnya  bahkan  juga  lupa kepada Tuhan yang menciptakannya.
 
Minum  khamar  berarti merusak diri  sendiri,  merusak  akal fikiran, merusak jantung merusak hati merusak  pembuluh  darah. Merusak diri di sebut dengan perbuatan aniaya yang di kenal dalam agama  kita dengan dzalim. Dzalim adalah dosa, jadi minum  khamar adalah dosa besar. Dan kisah diatas menunjukkan besarnya  akibat yang di timbulkan oleh perbuatan minum khamar.


Opium atau candu adalah ekstrak tanaman Papaver somniferum (poppy) yang telah dikenal sejak berabad-abad lalu. Terdapat jauh di lereng bukit pegunungan Kolombia, Myanmar, Meksiko, Thailand, Laos, Afganistan dan Pakistan. Opium atau candu memiliki sifat narkotika yang berarti mematikan rasa, mengurangi nyeri, mengantuk dan depresan umum. Mengandung lebih 20 jenis bahan aktif alkaloid, salah satunya yaitu morfin, yang ditemukan di abad ke 19, diambil dari nama dewa mimpi Yunani (Morpheus). Sejak lama proses sintesa morfin dari opium sudah dimulai oleh Paracelsus di abad ke 16. Opium bekerja melalui reseptornya karena memiliki kemiripan struktur kimia dengan senyawa yang dibentuk tubuh (endorfin).

Ketika daun bunga poppy berguguran merupakan waktu yang tepat untuk memanen, biasanya 2 karung besar dipanen pertahun. Selanjutnya pemanen membuat beberapa irisan di bagian luar bunga poppy dengan pisau yang berbentuk bulan sabit dan menunggu sampai mengeluarkan getah seperti susu. Getah tersebut terus menerus merembes dari sayatan pisau. Lelehan getah dibiarkan kering di bawah sinar matahari hingga berwarna coklat, kemudian dikerok dan disimpan ke dalam kantong sebagai opium mentah untuk diproses atau diolah menjadi morfin murni di bawah pengawasan ahli kimia yang berpengalaman.
Kira-kira 30-60 detik setelah narkoba disuntik ke pembuluh darah, individu akan merasakan gelombang hangat menjalar dari pinggang bagian bawah seperti sensasi “sibuk” (rush sensation) yang meluncur menuju sistem syaraf pusat. Sebuah sensasi ketenangan yang dalam yang menyelubungi diri individu dengan cepat.

 
Antara mitos dan kenyataan, kehidupan pecandu di masyarakat telah menjadi stigma bahwa “ Sekali adiksi tetap adiksi ” ketagihan dan kecanduan. Mereka yang terus menerus menggunakan narkoba akan berperilaku menjadi pecandu (addict). Pada mereka yang berhenti dan memulai proses pemulihan harus ingat bahwa bila menggunakannya lagi mereka membangkitkan penyakit adiksi. Terapi dan pemulihan ketergantungan narkoba merupakan suatu proses yang sangat panjang.

Jarang sekali pecandu yang sadar dengan kemauan memutuskan bahwa suatu hari nanti akan menghentikan kebiasaan menggunakan narkoba dan tidak akan menggunakan lagi. Kebanyakan pecandu harus dipaksa untuk mengikuti terapi apakah itu karena terkait masalah hukum, campur tangan anggota keluarga dan teman, atau kesengsaraan yang memaksa untuk mengubah kehidupan.

Ketika pecandu dihadapkan untuk mengendalikan penggunaan narkoba yang kecenderungannya gagal dan tidak terkendali maka umumnya tanggapan mereka : “Saya tahu bahwa saya bermasalah, tetapi saya belum mau menghentikan semuanya ini, saya ingin belajar dulu bagaimana menggunakannya hanya pada hari-hari libur”.

Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah:"Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah:"Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berfikir, (QS. 2:219)
 

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Member Area
Status Radio
Radio Minang Online
Player External Translator Indonesia Minang
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Status Palanta
Terdapat member di palanta.
Nan sadang Online :
Klik disiko untuak bergabung.
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
CB Online
Member
 Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau Groups Online
 Webmaster ( 1 ) Webmaster 1
 Admin ( 1 ) Admin 1
 Anggota ( 6 ) Anggota 6
 Tamu ( 2 ) Tamu 2
  Total  10
 Angoota ( 7,915 ) Angoota  7,915


Statistik
Agg Baru  anggakurn...
Hari Ini 7
Minggu Ini 25
Bulan Ini 128
Tahun ini 2,766
Online Sekarang
We have 2 guests and 8 members online
User Terbaru

windawulandari

Terdaftar pada
2008-12-03 19:46:31

Powered By PageCache
Generated in 1.37387 Seconds