|
Kisah yang menarik hati tentang Narkoba ada dalam Qur’an tentang dua Malaikat Harut dan Marut Harut dan Marut adalah 2 orang Malaikat yang di sebut dalam Al-Qur'an, surat Al Baqarah ayat 102 Yang artinya :" Dan mereka mengikuti apa yang di baca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman". Dari ayat Al_Qur'an itu muncul beberapa penafsiran tentang Harut dan Marut, yang mana adalah 2 orang Malaikat yang turun ke Bumi.
Bermula dari kisah ketika para Malaikat berkata :"Ya Tuhan , betapa sabarnya Engkau menghadapi dosa-dosa dan kesalahan manu sia". Tuhan menjawab :"Saya memberikan cobaan kepada mereka dan saya bebaskan kalian dari cobaan". Malaikat berkata "Sekiranya kami berada di tempat manusia, kami tidak akan membuat maksiat kepadaMu". Tuhan berkata :"Pilihlah dua Malaikat dari kalian untuk di kirim ke Bumi". Mereka lalu memilih dua Malaikat yaitu Harut dan Marut. Kedua Malaikat ini di beri hawa nafsu syahwat seperti yang ada pada manusia. Sesampai di Bumi mereka bertemu dengan wanita cantik yang bernama Zahrah, kedua Malaikat itupun jatuh cinta dan mengajak Zahrah bermain cinta , tapi di tolak. Namun Zahrah bersedia bermain cinta asal Malaikat itu mau mengajarkan bacaan untuk naik dan turun langit. Kedua Malaikat itupun goyah imannya, dia tergoda dan dia kalah dalam godaan nafsu syahwatnya. Dalam versi yang lain di sebutkan bahwa, Zahrah bersedia bermain cinta asal saja kedua malaikat itu mau memenuhi salah satu dari 3 syarat yang di ajukan Zahrah yaitu ; menyembah patung, membunuh atau minum khamar. Harut dan Marut mengetahui bahwa ke tiga perbuatan itu terlarang, tapi yang paling ringan menurut mereka adalah minum khamar. Mereka memilih minum khamar sampai mabuk. Dalam keadaan mabuk mereka berzina dengan perempuan itu. Pada waktu itu ada seorang yang lewat dan melihat perbuatan mereka. Karena takut orang itu membuka rahasia, akhirnya mereka membunuhnya. Betapa bahayanya minum khamar tertera dalam kisah ini, Malaikatpun dibikinnya mabuk dan terjadi rentetan perbuatan maksiat yang lain yaitu berzina dan membunuh. Sering perbuatan maksiat yang satu diikuti secara beruntun dengan perbuatan maksiat yang lain. Dan tak jarang pada mulanya seseorang ingin menutupi perbuatan maksiat yang satu dengan membuat maksiat yang lain, sehingga perbuatan maksiat itu makin menumpuk. Sekali perbuatan maksiat di kerjakan dia akan menuntut perbuatan maksiat yang lain, sehingga terjadi lingkaran setan yang saling dan tambah memberatkan. Dosa minum minuman keras diikuti oleh dosa zina dan untuk menutupi semua itu di tambah lagi dengan dosa membunuh manusia, maka dia tak tertolong lagi, bertubi-tubi dosa demi dosa di kerjakan dan bertambah-tambahlah azab derita yang akan di tanggungkan. Maksiat artinya durhaka, kata ini dipakai untuk menyebut perbuatan durhaka atau dosa yang tidak mau mengikuti perintah Allah dan RasulNya, tetapi justru mengerjakan laranganNya. Maksiat yaitu segala pekerjaan yang sifatnya meninggalkan yang wajib dan mengerjakan yang haram. Maksiat ada yang sifatnya merusak dan menodai ketentraman umum dan hak masyarakat dan ada pula yang sifatnya pribadi. Dengan demikian segala perbuatan yang tidak sejalan dengan kehendak syariat Islam di sebut maksiat, apakah itu menyangkut hak Allah SWT ataupun yang menyangkut hak pribadi. Nah, Harut mengira mengerjakan maksiat meminum khamar lebih enteng dari mengerjakan perbuatan maksiat yang lain, ternyata dari maksiat yang enteng berlanjut dan berkesudahan dengan mengerjakan maksiat yang semakin besar dan semakin berbahaya dan semakin besar dosanya. Ada baiknya dalam tulisan ini kita singgung sedikit tentang khamar. Khamar adalah bahasa arab yang artinya minuman keras, sebetulnya khamar itu artinya tertutup, terhalang atau tersembunyi. Kemudian nama khamar itu di gunakan untuk sebutan atau nama bagi setiap minuman keras lainnya yang sejenis. Minuman keras itu disebut khamar karena dapat menutupi akal dan fikiran peminumnya dari mengerjakan perintah Allah dan RasulNya. Meminum khamar hukumnya terlarang atau haram sama dengan hukuman berjudi dan termasuk dosa besar (Al Baqarah 119). Dan begitu juga kalau kita baca surat Al Maidah ayat 90. Khamar itu termasuk perbuatan keji dan dinyatakan sebagai perbutan syetan yang harus di jauhi. Meminum khamar banyak menimbulkan efek negatif yang sangat merugikan manusia bukan saja peminumnya melainkan juga orang lain yang sering merengut banyak korban jiwa karena sikap saling membenci dan permusuuhan yang timbul akibat minum khamar. Khamar dapat menyebabkan peminumnya lupa diri, lupa ingatan dan lupa keluarga dan lain-lainnya bahkan juga lupa kepada Tuhan yang menciptakannya. Minum khamar berarti merusak diri sendiri, merusak akal fikiran, merusak jantung merusak hati merusak pembuluh darah. Merusak diri di sebut dengan perbuatan aniaya yang di kenal dalam agama kita dengan dzalim. Dzalim adalah dosa, jadi minum khamar adalah dosa besar. Dan kisah diatas menunjukkan besarnya akibat yang di timbulkan oleh perbuatan minum khamar.
Opium atau candu adalah ekstrak tanaman Papaver somniferum (poppy) yang telah dikenal sejak berabad-abad lalu. Terdapat jauh di lereng bukit pegunungan Kolombia, Myanmar, Meksiko, Thailand, Laos, Afganistan dan Pakistan. Opium atau candu memiliki sifat narkotika yang berarti mematikan rasa, mengurangi nyeri, mengantuk dan depresan umum. Mengandung lebih 20 jenis bahan aktif alkaloid, salah satunya yaitu morfin, yang ditemukan di abad ke 19, diambil dari nama dewa mimpi Yunani (Morpheus). Sejak lama proses sintesa morfin dari opium sudah dimulai oleh Paracelsus di abad ke 16. Opium bekerja melalui reseptornya karena memiliki kemiripan struktur kimia dengan senyawa yang dibentuk tubuh (endorfin).
Ketika daun bunga poppy berguguran merupakan waktu yang tepat untuk memanen, biasanya 2 karung besar dipanen pertahun. Selanjutnya pemanen membuat beberapa irisan di bagian luar bunga poppy dengan pisau yang berbentuk bulan sabit dan menunggu sampai mengeluarkan getah seperti susu. Getah tersebut terus menerus merembes dari sayatan pisau. Lelehan getah dibiarkan kering di bawah sinar matahari hingga berwarna coklat, kemudian dikerok dan disimpan ke dalam kantong sebagai opium mentah untuk diproses atau diolah menjadi morfin murni di bawah pengawasan ahli kimia yang berpengalaman. Kira-kira 30-60 detik setelah narkoba disuntik ke pembuluh darah, individu akan merasakan gelombang hangat menjalar dari pinggang bagian bawah seperti sensasi “sibuk” (rush sensation) yang meluncur menuju sistem syaraf pusat. Sebuah sensasi ketenangan yang dalam yang menyelubungi diri individu dengan cepat.
Antara mitos dan kenyataan, kehidupan pecandu di masyarakat telah menjadi stigma bahwa “ Sekali adiksi tetap adiksi ” ketagihan dan kecanduan. Mereka yang terus menerus menggunakan narkoba akan berperilaku menjadi pecandu (addict). Pada mereka yang berhenti dan memulai proses pemulihan harus ingat bahwa bila menggunakannya lagi mereka membangkitkan penyakit adiksi. Terapi dan pemulihan ketergantungan narkoba merupakan suatu proses yang sangat panjang.
Jarang sekali pecandu yang sadar dengan kemauan memutuskan bahwa suatu hari nanti akan menghentikan kebiasaan menggunakan narkoba dan tidak akan menggunakan lagi. Kebanyakan pecandu harus dipaksa untuk mengikuti terapi apakah itu karena terkait masalah hukum, campur tangan anggota keluarga dan teman, atau kesengsaraan yang memaksa untuk mengubah kehidupan.
Ketika pecandu dihadapkan untuk mengendalikan penggunaan narkoba yang kecenderungannya gagal dan tidak terkendali maka umumnya tanggapan mereka : “Saya tahu bahwa saya bermasalah, tetapi saya belum mau menghentikan semuanya ini, saya ingin belajar dulu bagaimana menggunakannya hanya pada hari-hari libur”.
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah:"Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah:"Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berfikir, (QS. 2:219) Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |