|
![]()
heppy
said:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Awwaluddini Ma'rifatullah (Qudusi) Awal agama itu adalah mengenal Allah... Yang akan disempurnakan adalah Agama... "Telah kusempurnakan Agamamu bla... bla... (khutbah Jumat terakhir Rasulullah) Karena Islam pasti merujuk kepada Rukun Islam yang kaitannya dengan Ibadah, sedangkan sebenarnya yang dipanggil untuk berbuat Islam itu adalah Orang yang ber Iman Orang yang beriman itu ukurannya adalah Rukun Iman...Iman itu artinya PERCAYA, ketika dikatakan Percaya kepada Allah...? Mana dia ... Apa yang dikerjakan Allah sekarang ... dlsb. Percaya kepada Nabi dan Rasul... juga demikian... Mana itu Nabi dan mana itu Rasul dan dimana adanya sekarang.... bisakah kita mengimankan atau memercayai barang sesuatu yang kita tidak pernah tahu atau tidak pernah kita kenal... kalau jawab nya YA maka itulah namanya Iman Khayal.(Iman taqlik) Perhatikan setiap pemanggilan untuk berbuat Islam Pasti yang dipanggil Orang yang beriman... Ya ayyuhalladzi na 'amanu aqimisholah innasholata lidzikri (Hai orang yang beriman tegakkan sholat dan sesungguhnya sholat itu ingat akan daku) etc. bahkan untuk tobat saja yang dipanggil adalah orang yang beriman ( Ya ayyuhalladzi na amanu tubu illallahi taubatan nashusa). Hai orang yang beriman tobatlah kamu dengan sebenar- benar nya tobat. Kata sandi untuk dapat mengakses Islam dengan kelima rukunnya itu hanya dengan pass word IMAN. kalau itu tidak ada atau khayal maka tidak satu pun dari rukun Islam yang dapat kita akses, kalau dipaksakan juga melakukan perbuatan Islam maka disisi manusia jadilah dia Islam tapi disisi Tuhan tidak . Pass Word nya palsu tentu saja tidak bisa mengaksess Islam yang benar. Allah itu nyata.. bagi orang yang berilmu... QS. Alhadid.. mengatakan Hual awwalu, Hual Akhiru, Hual Dzahiru, Huaul Bathin ( Aku lah Tuhan yang Awal, Tuhan yang Akhir, Tuhan yang Dhozir dan Tuhan yang Bathin) apalah jadinya kalau kita tetap saja mempertahankan ibadah Islam semata-mata sementara kita tidak punya Iman dan lagi tidak kenal pula kepada Tuhan. Assyariatu bila hakikatu 'atila, wal hakikatu bila syariatu bathila. (Syariat saja tanpa Hakikat itu HAMPA, dan Hakikat tanpa Syariat itu BATHAL). Dua kalimah syahadat ... Hakikatnya apa ??? Sholat Hakikatnya apa... Puasa Hakikatnya apa... Zakat Hakikatnya itu apa.. dan Hajji itu juga apa hakikatnya. Betapa banyak saran usul dan bahkan paksaan disetiap kita mendengarkan Ustad, Kyai, ulama dan sebagian besar dari tausiah baik live di mesjid dan majlis pengajian maupun media electronik menyuruh kita berbuat ibadah sebanyak2nya, tanpa kita tahu Hakikat yang kita perbuat itu apa. Namun tanpa peduli kita kejar itu siang dan malam. Padahal kita melupakan Sabda Rasulullah.. Ingin selamat dunia tuntut Ilmu Ingin Akhirat tuntut Ilmu Ingin Dunia dan Akhirat Tuntutlah Ilmu. Karena orang yang berilmulah baru bisa melakukan Ibadah. Amalin bila 'alimun dholalun syadid. Beramal ketiadaan ilmu sesat yang bersangatan. Saya setuju Pesantren Surau di ranah Minang dibangkitkan lagi hanya dengan media itu tampaknya lahan yang subur untuk memperkenalkan kepada generasi penerus kita di Ranah Minang ini Siapa sebenarnya Tuhan yang bernama Allah itu. Biar mereka mengetahui Allah itu hanya merupakan Nama bagi Tuhan tetapi Bukan Allah itu Tuhan.(lihat kulit Alqur'an ada 99 nama bagi Tuhan yang pertama itulah Allah) Tuhan itu bisa bernama Rahman, Rahim , Qudus, mutakabbirin dlsbgnya... hingga IA mempunyai nama 99 yang kita kenal dengan Asma ul Husna. Karena itu hendaklah hati-hati.. akan Hadist yang disampaikan Rasulullah " Man 'abadal istmu faqad kafara" (barang siapa yang bertuhankan kepada Nama tanpa Mengenal yang empunya nama dihukumkan Kafir" Karena ketidak kenalan kita kepada Allah dan Rasul maka semua konflik baik vertikal maupun horizontal , antar sesama Islam atau lintas agama sangat mudah sekali terjadi ...mengklaim sesuatu itu sesat dan sesuatu itu benar dan menghukum dengan sewenang-wenang pihak lain Kafir, Murtad dan lain-lain bahkan berupa hujatan... dan kekerasan Karena kita tidak kenal Rasul itu hakikatnya apa dan siapa. Alangkah naifnya maka ada pihak yang lebih hebat dari Rasulullah... pada hal Pada diri Rasul itu Suri Tauladan yang Baik bagi Kamu....(Laqad kana lakum fi Rasulillahi huswatun hasanah) Rasul saja ingin sekali meng imankan/meng Islamkan pamannya, akan tetapi tidak bisa. Setingkat Rasul saja mengimankan satu orang yang paling dekat tidak bisa apakah lagi ada Kelompok dengan sekutunya atau simpatisannya mau meng Islamkan satu Jamaah yang sangat banyak dan bergenerasi. Apakah itu Tidak Hebat dari pada Rasulullah!?!?, Tuhan pun mengatakan.... Katakan olehmu ya Muhammad bukan urusanmu meng Iimankan seseorang atau mengkafirkan. Tapi itu urusan KU. Padahal La ikrahafiddin... ya kan Dengan alasan menodai Islam, ...???!!! Bagaimana dengan penganut Islam yang melaksanakan perbuatan yang tidak disunnahkan Rasul, seperti membayar tumbal atau sesajen ke Laut, ke Gunung ke Keramat entah itu Kuburan , Batang Kayu , gua dan banyak lagi.... yang intinya menyalahi ajaran-ajaran Rasulullah, tapi dalihnya ada itu kan kebudayaan , adat. Tetapi kok mendapat tempat di Negeri ini... TANYALAH DIRI KITA DAHULU, APAKAH KITA SUDAH DAPAT MENJAWAB MARRABBUKA. USAH LAGI OLEH MALAIKAT MUNGKAR DAN NANGKIR TETAPI ANDAI PERTANYAAN ITU MUNCUL DARI ANAK, KEMENAKAN, ADIK, SEPUPU DAN ORANG2 TERDEKAT KITA APAKAH SUDAH BISA KITA JAWAB DENGAN BENAR. sesuai ajaran Islam kalau belum maka sampailah kita kepada ancaman Tuhan " Kaburamaktan indallaha matakulu wala ya taf'alun. (sangat kebencian ku Kata Tuhan Orang yang tidak sesuai omongan dengan perbuatannya) naudzubillahiminzalik. yg dhoif heppy |
|
|
report abuse
vote down
vote up
|
| < Prev | Next > |
|---|
| Member Area |
|---|
| Yayasan Palanta Cimbuak |
|---|
![]() Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko |
| Cimbuak Features |
|---|
|
|
| Online Sekarang |
|---|
| We have 127 guests and 10 members online |
© Copyright 2006 - Cimbuak.net Powered By Kanvasdigital.net All Right Reserved |