Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Manjago aia muko
Hiasan nan ndak bapunyo
Samo rancak jo basyukur
Nan jadi hiasan sanak nan lai
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Kenapa Ingkar PDF Print E-mail
Written by Muhammad Dafiq Saib, St. Lembang Alam   
Friday, 02 May 2008

ImageKenapa manusia ingkar kepada Allah? Kenapa manusia ingkar kepada nabi Muhammad?

Yang ingkar kepada Allah, contohnya seperti bani Israel dijaman nabi
Musa, dikarenakan akal mereka yang pendek. Mereka meminta kepada nabi Musa agar kepada mereka diperlihatkan wujud Allah, barulah mereka mau percaya kepadaNya.

"Ya Musa, kami tidak akan percaya denganmu sebelum kami lihat Allah dengan jelas." (Al Quran 2:55). Ini bukan karena ketakaburan saja, tapi lebih dikarenakan kebodohan yang bersangatan. Allah adalah Yang Maha Agung. Yang, 'lam yakullahuu kufuwan ahad'. Tidak barangsuatu apapun yang setara denganNya. Kalau masih bisa kalian lihat, masih bisa kalian ukur besarnya, kalian bandingkan wujudnya dengan yang kalian bayangkan, niscaya itu bukanlah Allah Yang Maha Tunggal, Yang Maha Perkasa. Niscaya tuhan seperti itu adalah benda, adalah ciptaan, entah ciptaan kalian sendiri, entah ciptaan angan-angan kalian. Allah Yang Maha Agung tidak dapat kalian rekayasa bentukNya, tidak dapat kalian rekayasa kekuatanNya, tidak dapat kalian rekayasa kekayaanNya. Karena semua sifat-sifat ke Maha Perkasaan, ke Maha Kuasaan, ke Maha Sucian Allah tidak akan tercapai oleh akal kalian untuk membayangkannya, tidak akan terjangkau oleh panca indera kalian untuk mendeteksinya.

Kalian akan dapat merasakan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari alam raya yang diciptakanNya ini, kalau kalian mau beriman. Perhatikanlah langit dengan segala isinya. Perhatikanlah bumi dengan segala isinya pula. Atau perhatikanlah apa-apa yang kalian makan. 'Falyanzhuril insaanu ilaa tha'aamihi. Annaa shabab nal maa a shabbaa.  Tsumma syaqaqnal ardhaa syaqqaa. Fa anbatnaa fiihaa habbaa.' (Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air hujan. Kemudian Kami renggangkan bumi dengan cukup. Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di muka bumi itu.) (al Quran 80: 24-27). Cobalah bantah kalau sanggup!


Makanan yang kalian makan, rezeki yang kalian peroleh, kehidupan yang kalian nikmati, darimana kalian dapat? Dari hasil jerih payah kalian saja, tanpa pertolongan Allah? Sehebat itukah kalian? Kalaulah iya sehebat itu kalian, sanggupkah kalian hidup tanpa masalah di muka bumi Allah ini? Tidak pernahkah kalian merasakan sakit? Merasakan sulit? Atau merasakan perubahan menjadi tua, menjadi lemah sampai akhirnya tidak berdaya? Cobalah jawab!


Kenapa pula ada manusia mengingkari kerasulan Muhammad SAW? Kenapa mereka dustakan kenabiannya? Kenapa mereka cari-cari kelemahannya sesuai dengan kebutuhan hawa nafsu mereka?


Yang mendustakan nabi Muhammad SAW mula-mula adalah orang-orang Quraisy, kaum famili beliau sendiri. Mereka mengingkari ajaran tauhid yang dibawa nabi. Mereka mengingkari ajaran yang mengatakan bahwa manusia itu semua sama di hadapan Allah Sang Maha Pencipta. Yang membedakan mereka hanyalah nilai taqwa mereka masing-masing kepada Allah. Ini adalah sesuatu yang baru bagi tatanan kehidupan kaum Quraisy dan mereka tidak siap menerimanya. Mereka percaya dengan Allah, tapi pada saat bersamaan mereka juga mempercayai Latta dan Uzza. Dan mereka tidak dapat membayangkan bahwa kedudukan mereka sebagai bangsawan Quraisy disetarakan dengan kedudukan budak belian. Buat mereka ini jelas-jelas tidak masuk akal dan tidak boleh diterima. Jadi harus diperangi. Muhammad dan ajarannya harus dilawan, dan itulah yang mereka lakukan.

 
Golongan berikutnya yang mendustakan kerasulan Muhammad SAW adalah kaum Yahudi. Padahal ketika itu mereka sedang menunggu kedatangan nabi akhir zaman. Mereka mengenali ciri-ciri nabi akhir zaman itu dari kitab suci mereka. Dan mereka berharap bahwa nabi itu akan hadir dari kalangan mereka, kalangan bani Israel. Mereka kecewa ketika mengetahui bahwa nabi itu terlahir dari kalangan Arab. Timbul rasa iri, timbul dengki, timbul nafsu benci. Lalu mereka menolaknya, tidak mengakuinya, mendustakannya dan ikut memeranginya. Karena hawa nafsu mereka.


Lalu golongan Nashrani. Yang ketika itu berkuasa di Imperium Romawi. Sebuah kerajaan besar yang membentang sangat luas dari Eropah sampai ke Asia Barat. Raja-raja mereka adalah penganut agama Nashrani (Kristen). Berbeda dengan Najasi, raja yang juga beragama Nashrani dari kerajaan Habasyah yang menerima kerasulan Muhammad SAW, Heraqlius yang sebenarnya sempat menunjukkan minat dan ketertarikan hatinya terhadap pesan Islam, akhirnya mengalah kepada bujukan pembesar-pembesar dan pemuka-pemuka agama Nashrani untuk tidak menerima tawaran dari nabi orang Arab, golongan yang selama ini dipandang dengan sebelah mata itu. Akhirnya kesombongan juga yang membatasi mereka dari menerima kebenaran agama Islam. Meski akhirnya sejarah menunjukkan bahwa rakyat di daerah kekuasaan Romawi Timur itu sedikit demi sedikit beralih memeluk agama Islam, pemuka-pemuka agama Kristen tetap menganggap ajakan dan dakwah nabi Muhammad SAW tidak pantas diikuti dan mereka berusaha menebar fitnah untuk memusuhi agama Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW.


Meskipun kaum musyrikin Quraisy, kaum Yahudi di tanah Arab,  dan kerajaan Romawi Timur yang beragama Nashrani dalam waktu singkat dapat dikalahkan oleh kekuatan Islam, namun faham syirik, agama Yahudi yang membenci kerasulan Muhammad SAW serta agama Nashrani yang menebar fitnah tentang Islam tetap berkelanjutan sampai sekarang ini.

 

                                                                   *****

Trackback(0)
Comments (2)add comment

muallif said:

Keingkaran manusia kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah disebabkan beberapa faktor, antara lain kerana dorongan hawa nafsu, pengaruih barat (kuffar), dangkalnya ilmu agama.

Keingkaran kepada Allah ditunjukkan dengan tidak mengunakan al-Quran sebagai pedoman hidup, manakala keingkaran kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pula ditandai dengan penolakan terhadap peranan sunnahnya sebagai salah satu dasar hukum syariat.

Orang-orang yang kononnya genius, kodern, bersikap logika dan sebagainya menolak sunnah Rasulullah shallallahu 'Alaihi wa Sallam, tetapi dalam masa yang sama mereka menerima sunnah yang dicetuskan oleh Joynboll, J. Schacht, Rasyada Khalifah, Ahmad Sutarto, Kasiim Ahmad dan lain-lainnya yang merupakan pencetus aliran inkarussunah.

 
report abuse
vote down
vote up
May 15, 2008
Votes: +0

heppy said:

Awwaluddini Ma'rifatullah (Qudusi)
Awal agama itu adalah mengenal Allah...
Yang akan disempurnakan adalah Agama...
"Telah kusempurnakan Agamamu bla... bla...
(khutbah Jumat terakhir Rasulullah)

Karena Islam pasti merujuk kepada Rukun Islam yang kaitannya dengan Ibadah, sedangkan sebenarnya yang dipanggil untuk berbuat Islam itu adalah Orang yang ber Iman Orang yang beriman itu ukurannya adalah Rukun Iman...Iman itu artinya PERCAYA, ketika dikatakan Percaya kepada Allah...? Mana dia ... Apa yang dikerjakan Allah sekarang ... dlsb. Percaya kepada Nabi dan Rasul... juga demikian... Mana itu Nabi dan mana itu Rasul dan dimana adanya sekarang.... bisakah kita mengimankan atau memercayai barang sesuatu yang kita tidak pernah tahu atau tidak pernah kita kenal... kalau jawab nya YA maka itulah namanya Iman Khayal.(Iman taqlik)

Perhatikan setiap pemanggilan untuk berbuat Islam Pasti yang dipanggil Orang yang beriman... Ya ayyuhalladzi na 'amanu aqimisholah innasholata lidzikri (Hai orang yang beriman tegakkan sholat dan sesungguhnya sholat itu ingat akan daku) etc. bahkan untuk tobat saja yang dipanggil adalah orang yang beriman ( Ya ayyuhalladzi na amanu tubu illallahi taubatan nashusa).
Hai orang yang beriman tobatlah kamu dengan sebenar- benar nya tobat.

Kata sandi untuk dapat mengakses Islam dengan kelima rukunnya itu hanya dengan pass word IMAN. kalau itu tidak ada atau khayal maka tidak satu pun dari rukun Islam yang dapat kita akses, kalau dipaksakan juga melakukan perbuatan Islam maka disisi manusia jadilah dia Islam tapi disisi Tuhan tidak . Pass Word nya palsu tentu saja tidak bisa mengaksess Islam yang benar.

Allah itu nyata.. bagi orang yang berilmu...
QS. Alhadid.. mengatakan Hual awwalu, Hual Akhiru, Hual Dzahiru, Huaul Bathin ( Aku lah Tuhan yang Awal, Tuhan yang Akhir, Tuhan yang Dhozir dan Tuhan yang Bathin) apalah jadinya kalau kita tetap saja mempertahankan ibadah Islam semata-mata sementara kita tidak punya Iman dan lagi tidak kenal pula kepada Tuhan.

Assyariatu bila hakikatu 'atila, wal hakikatu bila syariatu bathila.
(Syariat saja tanpa Hakikat itu HAMPA, dan Hakikat tanpa Syariat itu BATHAL).

Dua kalimah syahadat ... Hakikatnya apa ???
Sholat Hakikatnya apa...
Puasa Hakikatnya apa...
Zakat Hakikatnya itu apa.. dan
Hajji itu juga apa hakikatnya.

Betapa banyak saran usul dan bahkan paksaan disetiap kita mendengarkan Ustad, Kyai, ulama dan sebagian besar dari tausiah baik live di mesjid dan majlis pengajian maupun media electronik menyuruh kita berbuat ibadah sebanyak2nya, tanpa kita tahu Hakikat yang kita perbuat itu apa. Namun tanpa peduli kita kejar itu siang dan malam.

Padahal kita melupakan Sabda Rasulullah..
Ingin selamat dunia tuntut Ilmu
Ingin Akhirat tuntut Ilmu
Ingin Dunia dan Akhirat Tuntutlah Ilmu.
Karena orang yang berilmulah baru bisa melakukan Ibadah.

Amalin bila 'alimun dholalun syadid.
Beramal ketiadaan ilmu sesat yang bersangatan.

Saya setuju Pesantren Surau di ranah Minang dibangkitkan lagi hanya dengan media itu tampaknya lahan yang subur untuk memperkenalkan kepada generasi penerus kita di Ranah Minang ini Siapa sebenarnya Tuhan yang bernama Allah itu. Biar mereka mengetahui Allah itu hanya merupakan Nama bagi Tuhan tetapi Bukan Allah itu Tuhan.(lihat kulit Alqur'an ada 99 nama bagi Tuhan yang pertama itulah Allah) Tuhan itu bisa bernama Rahman, Rahim , Qudus, mutakabbirin dlsbgnya... hingga IA mempunyai nama 99 yang kita kenal dengan Asma ul Husna.

Karena itu hendaklah hati-hati.. akan Hadist yang disampaikan Rasulullah " Man 'abadal istmu faqad kafara" (barang siapa yang bertuhankan kepada Nama tanpa Mengenal yang empunya nama dihukumkan Kafir"

Karena ketidak kenalan kita kepada Allah dan Rasul maka semua konflik baik vertikal maupun horizontal , antar sesama Islam atau lintas agama sangat mudah sekali terjadi ...mengklaim sesuatu itu sesat dan sesuatu itu benar dan menghukum dengan sewenang-wenang pihak lain Kafir, Murtad dan lain-lain bahkan berupa hujatan... dan kekerasan Karena kita tidak kenal Rasul itu hakikatnya apa dan siapa.

Alangkah naifnya maka ada pihak yang lebih hebat dari Rasulullah... pada hal Pada diri Rasul itu Suri Tauladan yang Baik bagi Kamu....(Laqad kana lakum fi Rasulillahi huswatun hasanah)

Rasul saja ingin sekali meng imankan/meng Islamkan pamannya, akan tetapi tidak bisa. Setingkat Rasul saja mengimankan satu orang yang paling dekat tidak bisa apakah lagi ada Kelompok dengan sekutunya atau simpatisannya mau meng Islamkan satu Jamaah yang sangat banyak dan bergenerasi.
Apakah itu Tidak Hebat dari pada Rasulullah!?!?,

Tuhan pun mengatakan.... Katakan olehmu ya Muhammad bukan urusanmu meng Iimankan seseorang atau mengkafirkan. Tapi itu urusan KU.

Padahal La ikrahafiddin... ya kan

Dengan alasan menodai Islam, ...???!!!

Bagaimana dengan penganut Islam yang melaksanakan perbuatan yang tidak disunnahkan Rasul, seperti membayar tumbal atau sesajen ke Laut, ke Gunung ke Keramat entah itu Kuburan , Batang Kayu , gua dan banyak lagi.... yang intinya menyalahi ajaran-ajaran Rasulullah, tapi dalihnya ada itu kan kebudayaan , adat. Tetapi kok mendapat tempat di Negeri ini...

TANYALAH DIRI KITA DAHULU, APAKAH KITA SUDAH DAPAT MENJAWAB MARRABBUKA. USAH LAGI OLEH MALAIKAT MUNGKAR DAN NANGKIR TETAPI ANDAI PERTANYAAN ITU MUNCUL DARI ANAK, KEMENAKAN, ADIK, SEPUPU DAN ORANG2 TERDEKAT KITA APAKAH SUDAH BISA KITA JAWAB DENGAN BENAR. sesuai ajaran Islam kalau belum maka sampailah kita kepada ancaman Tuhan " Kaburamaktan indallaha matakulu wala ya taf'alun. (sangat kebencian ku Kata Tuhan Orang yang tidak sesuai omongan dengan perbuatannya) naudzubillahiminzalik.

yg dhoif

heppy
 
report abuse
vote down
vote up
June 19, 2008
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Member Area
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 127 guests and 10 members online
Generated in 0.80946 Seconds