|
Selain emosi, hal2 lain yang mengacau logika kita adalah sikap gegabah, ceroboh, asal2an, dan sejenisnya. Kekacauan logika bisa berujut dalam keputusan2 atau tindakan2 yang salah.
Misal menjual dengan harga yang salah, memilih lokasi yang keliru, menempatkan orang yang tidak tepat, dll. Jika ada faktor2 yang merusak logika, ada pula faktor yang mempertajam logika. Semisal aktivitas belajar, berdebat, imbal wacana, dll. Ada lagi faktor lain yang aneh, yaitu berfantasi ! Ini membingungkan tetapi berfantasi, jika 'jadi' meningkatkan ketajaman logika. Akan tetapi aktivitas ini membawa dampak sampingan. Ada dua kemungkinan. Jika anda lebih T Dampak positip berfantasi adalah logika yang makin tajam. Dampak negatipnya anda menjadi muluk2, tidak realistis, dan mbèl gèdès. Jika 'jadi', kemampuan menangani masalah2 kompleks makin tinggi. Ia bisa melihat pola2, struktur2, yang tumpang tindih dengan lebih mudah. Lebih kreatip dan inovatip. Pemecah masalah yang andal, dll. Jika anda lebih F Jika berdampak positip maka ia makin logis dan kemampuan manusiawinya meningkat tajam. Bisa berujut karisma, bisa berujut interpersonal skill yang mempesona. Ia bisa jadi negotiator ulung karena kemampuannya 'membaca' orang. Bisa jadi pembuat kesepakatan atawa ahli musyowaroh. Jika apes dan dampak negatipnya yang berlaku, maka ia jadi mistis, sama sekali tidak logis. Kegiatan berfantasi bagi beberapa orang tidak sulit tetapi ada yang tidak mudah melakukannya. Bagi yang bisa, saya luruskan kesalah pahaman umum. Ada yang bilang bahwa berfantasi itu mubazir. Keliru ! Lakukan itu dengan santai dan lepaskan beban rasa bersalah melakukan tindakan sia2. Fantasi akan memicu intuisi, kemampuan berimajinasi, dll. Makin mustahal makin baik. Makin berwarna-warni makin baik. Bagi yang jarang atau nyaris tak pernah berfantasi, cobalah berfantasi ria. Biayanya tak mahal. Cukup mrongos thok. Tetapi, perhatikan dampak negatipnya. Jangan sampai kita menjadi muluk2 atau mistis. Ini memang aneh, fantasi itu membayangkan hal2 yang tidak logis. Kok mbalah orangnya logikanya makin tajam ? Entahlah, saya juga tidak tahu. Dalam teori GWL yang akan kita bicarakan kemudian, ternyata ituisi, mimpi, dan fantasi adalah reservoir akal sehat (common sense). Akal sehat kedudukannya setingkat dibawah logika dan ini menjadi penting dalam organisasi. Banyak orang2 pandai tetapi akal sehatnya lemah. Sebaliknya, banyak yang biasa2 saja, dengan akal sehat mampu melejit. Akal sehat berguna manakala kita menghadapi ketidak pastian dan ketidak jelasan. Akal sehat kira2 berada ditengah logika-intuisi. LOGIKA menempati posisi tinggi dalam organisasi apapun. Eksekutip2 puncak tak semuanya pandai tetapi tak ada seorangpun yang tidak logis. Tak seorangpun. Kita tak selamanya bisa 100% logis. Dalam keadaan emosi, tertekan, lelah, dll, kita menjadi dungu sementara. Sesudah normal, logika kita akan pulih. Inilah situasi2 yang harus diwaspadai. Karena dampaknya bisa FATAL. Berarti kita punya tiga piranti dalam meniti karir, apapun karir itu - Logika : keputusan berdasarkan pengetahuan, ilmu, data, proses, dll - Akal Sehat : Keputusan karena tidak lengkapnya informasi dan proses - Intuisi : Pengetahuan yang 'mak jedul'. Kecakapan mencari hakekat, keterkaitan, dan kemungkinan2. Intuisi kedudukannya nomer tiga karena sifatnya yang angin2an, labil dan unpredictable. Logika lebih andal dan stabil. Janganlah memperlakukan intuisi secara berlebihan tetapi jangan pula mempersetankan suara hati anda. Paling pas intuisi dimangpaatkan untuk mencari hakekat, keterkaitan, dan menghasilkan kemungkinan2. Dalam proses2 kreatip, inovatip dan sejenisnya. Reservoir intuisi dan akal sehat ada di fantasi & mimpi. Urut2annya kira2 begitu. Se-bisa2 gunakan logika dulu, jika sulit barulah gunakan akal sehat. Ketika kita berada dalam kegelapan, jika hubungan kita dengan intuisi sudah serasi, intuisi akan mencolot bak dewa penolong. Sandaran logika dan akal sehat adalah FAKTA. Fakta susah ditekuk. Susah sekale, setengah mati. Jika kita disodori fakta, sepahit apapun harus kita pertimbangkan. Jangan mengingkari. Tetapi dalam kehidupan tak selamanya logika mendapat tempat yang tinggi. Dalam tata sopan santun, nilai2 masyarakat, agama, pergaulan sosial, dll, banyak sekali bertaburan hal2 yang tidak logis. Apaboleh buat, walau kita tak sreg, sering kita harus menghormati. Tetapi, dalam bisnis dan manajemen, logika MUTLAK diperlukan. Ndak bisa ditawar.
Diposting pada mailing list UGM Disadur oleh : Dewis Natra
Trackback(0)
|