|
Ribuan awak di Palembang tumpah ruah menyaksikan Pesta Tabuik Wisata di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Sabtu (3/5) siang. Gubernur Sumsel, H Syahrial Oesman, Tuanku Bagindo Basa nan Kayo, ikut ambil bagian menabuh gendang dan mahoyak tabuik, sehingga suasana semakin meriah. Mereka larut dalam kegembiraan.
Mereka berjingkrak-jingkrak meng-hoyak Tabuik (mengguncang dan mengangkat) sepasang Tabuik diiringi teriakan Hoyak... hoyak...hoyak, diiringi oleh bunyi tambua dan tansa. Bahkan untuk ikut memeriah Pestya Tabuik, sebagian urang awak yang berprofesi sebagai pedagang, tahan manutuik toko nya, demi untuk memeriahkan acara Visit Musi Year 2008 Badan Musyawarah Keluarga Minang (BMKM) Sumsel dengan thema Rang Minang Mamancang Galanggang. Acara pesta Tabuik yang pertama kali digelar sejak tahun 1976 ini, merupakan acara puncak pembukaan Rang Minang Mamancang Galanggang yang diadakan BMKM Sumsel dan Pemrop Sumsel, dengan dana yang berasal APBD Sumsel, serta dukungan Pemkot Kota Palembang.  Pesta Tabuik Acara pergelaran seni Rang Minang Memancang Galanggang dalam rangka Visit Musi Year 2008 ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman, MM Tuanku Bagindo Basa Nan Kayo. Dalam sambutanya Syahrial mengatakan, acara ini diharapkan dapat mendukung program wisata di Sumsel. "Ini dua benda aneh bagi masyarakat Sumsel. Saya baca pernah ikut festival di Amerika. Luar biasa. Katanya orang Pariaman datang ke sini sengaja untuk membuatnya. Tahun depan maaf saja, kami sendiri yang bikin," kata Syahrial Oesman rang sumando kito. Arak-arakan hoyak tabuik ini digelar hampir dua jam. Sudah sama-sama diketahui di Pariaman, hoyak tabuik ini adalah satu Pesta alek nagari yang yang sudah menjadi bagian kebudayaan. H Zakaria, ketua PKDP Palembang, mengatakan, tabuik ini dibagi dua, Tabuik Wisata dan Tabuik Adat. Tabuik adat pestanya diselenggarakan khusus di Piaman dari tanggal 1-10 Muharam. Sedangkan yang diarak di Palembang, adalah Tabuik Wisata, satu bewarna merah dan yang satunya hitam. Tabuik terdiri atas lima bagian. Yang paling atas disebut puncak melambangkan pimpinan yang merupakan tempat untuk mendapatkan perlindungan. Puncak ditandai dengan satu payung berukuran besar. Bagian di bawah puncak disebut gomaik, mencerminkan suatu tindakan yng berlandaskan pada kebenaran. Gomaik dilengkapi empat payung berukuran lebih kecil. Di bawahnya disebut pangkek ateh (pangkat atas), perlambang unsur yang ada dalam masyarakat bersatu sesuai dengan fungsi masing- masing untuk mencapai tujuan yang benar. Ada juga pangkek bawah (pangkat bawah) yang mencerminkan musyawarah dan mufakat menentukan tujuan. Bagian Tabuik yang paling bawah adalah buraq. Ilustrasi seekor kuda bersayap dengan wajah manusia. Ini melambangkan arak-arakan yang membawa peti, dalam filosofi Minang sebagai ninik mamak, sedangkan tubuhnya adalah kearifan dan kesempuranaan. Tabuik tingginya mencapai 10 meter dengen berat keseluruhan sekitar 300 Kg. Butuh 40 orang untuk meng-hoyak tabuik tersebut. Ketua Umum BMKM Sumsel, H Syahruddin Ismail, DT Bagindo Malano, mengatakan, acara tersebut digelar sebegai wujud kegembiraan masyarakat Minang. Diharapkan, tali silaturahim kian terjalin erat. "Kita dukung program wisata Visit Musi 2008," katanya. Sementara itu Ketua Pelaksana Ir Syamsumar Dahlan Chaniago Saidi Sutan dalam, sambutannya mengatakam bahwa tujuan acara ini adalah untuk memeriahkan Visit Musi Year 2008, dimana persiapan dilakukan empat bulan lalu. "Berkat Kerjasama Panitia acara berlangsung sukses." ujarnya.
 Pesta Tabuik Rangkaian acara Visit Musi Year 2008 BMKM Sumsel ini, selain Pesta Tabuik dengan Penyelenggara PKDP Palembang dengan Ketua H Zakaria. Pada hari Minggu (4/5) digelar Festival lagu Minang dan Gamad, penyelenggara Ikapesmi Palembang ketua Pelaksana Zainal Piliang dan malamnya dilaksanakan Sendra Tari bertajuk Tuanku Lareh Sumawang, kaloborasi Sanggar Carano Pelembang, pimpinan Hj. Herawati Syahruddin IsmaI, bersama STSI Padang, Panjang dan Taman Budaya Padang. Senin (5/5) dirumah Makan Pagi Sore Jalan a Yani Palembang digelar seminar saudagar pengelola Rumah Makan Minang dengan menghadirkan pembicara H Bustaman pemilik Rumah Makan Sederhana dan pakar Ekonomi Kuntjoro, Seminar dan dialok Penggeloa Rumah Makan ini pelakananya di percayakan kepada PPRMM Palembang dengan ketua Pelaksana H Ridwan Hayatuddin. Senin (5/5) acara penutupan, dengan menghadirkan acara hiburan main KIM dengan hadiah utama Sepeda Motor dari Gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman, dan 20 paket hadiah dari Calon Wakil Walikota H Romi Herton, dan hadiah lainnya berasal dari para pengusaha urang awak di Palembang.
|
1. Tabuik di Palembang Ditulis oleh makuncu pada Minggu, 11 Mei 2008 Iyolah masa' AS sajo bisa mandatangkan Tabuik. Ayolah daerah lain di Indonesia Hoyak Tabuik tu demi Wisata Minangkabau/ MakUncu/USA | 2. Saban hebat Ditulis oleh vival_m2 pada Rabu, 14 Mei 2008 Dunsanak nan di Palembang, salut dan sukses Dengan bakambangnyo seni dan budaya minang di perantauan dapar pula urang lain mengenal nyo. Kami di Pontianak ingin pula berbuat seperti hal tersebut diatas, mohon kami diberi petunjuk, karena kamipun disana punya Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) dan IKMPP (Ikatan Keluarga Minang Padang Pariaman), barangkali akan meleburkan diri kedalam PKDP Kalbar, untuk itk itu sebagai bahan untuk membuat acara tsb, mohon kami dikirimin pedoman Proposal nan alah sanak buek disiko. Atas perkenaannyo kami dari Pontianak_Kalbar mengucapkan terimakasih dan sukses tuak kito basamo H. VIvaldi Sutan Sinaro Ketua IKSB -Pontianak | 3. Akhirnyo PKDP hiduik juo Ditulis oleh musinar pada Sabtu, 17 Mei 2008 dengan mengucapkan rasa syukur nan paling dalam, dengan bangga tapi ndak tinggi ati, ambo salaku anak, kamanakan, cucu dari rang pariaman GOOD LUCK, |
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |