Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Malompek samo patah
Manyaruduak samo bungkuak
Tatungkuik samo makan tanah
Tatalantang samo minum aie
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
Syndicate
Advertisement
Mumbang Dan Kelapa PDF Print E-mail
Written by Andi Jupardi   
Monday, 19 May 2008

ImagePilosopi atau falsafah nenek moyang kita orang Minang umumnya belajar dari alam atau disebut juga alam takambang jadi guru, terutama ketika ajaran Islam belum masuk ke daerah kita Minang kabau. Kejadiaan alamlah yang memberikan “pelajaran dan pegangan hidup” bagi  orang tua kita dahulu kala. Sebagai contoh alam itu adalah Pohon Kelapa.

 
Pilosopi mereka (atau apapun istilahnya)  para orang tua kita bilang begini :
 
"Kok ka lai mumbang jadi kalapo”

 
Mumbang adalah bakal cikal buah kelapa kira-kira ukurannya sebesar bola tenis, dalam satu tandan buah kelapa maka terdapat banyak mumbang yang nantinya karena seleksi alam biasanya dalam satu tandan tersebut hanya beberap buah saja menjadi kelapa yang  bisa digunakan oleh manusia. Apalagi orang minang kelapa sudah menjadi bagian penting terutama dalam pusaka kulinernya. Hampir setiap masakan Minang berbahan dasar kelapa, dalam pemakaiannya berbentuk cairan yang dihasilkan dari perasan daging kelapa atau disebut santan..
 
Mumbang ini dalam perjalanannya menjadi buah kelapa yang bisa dimanfaatkan, dari sekian banyaknya dalam satu tandan bisa saja jatuh dari tandan ke bumi disebabkan tiupan angin kencang sehingga lepas dari tampuk tempat dia menempel, busuk karena serangan penyakit, atau serangan tupai “yang iseng” bermain-main dengan mumbang ini sehingga tadinya mumbang cukup kuat berpegang pada tampuknya, gara-gara si tupai iseng tadi mumbang tersebut jatuh.
 
Makna tersirat dari kalimat diatas lebih jauh artinya kira-kira begini salah satu contohnya
 
Ketika kita ingin berusaha mencari nafkah (tambahan penghasilan)  dimuka bumi ini, mungkin awalnya sebuah hobby yang tidak diperhitungkan nantinya bermanfaat atau memberikan nilai tambah terhadap penghasilan kita, tapi kita punya asa mudah2an usaha yang dari hobi ini akan sukses menjadi usaha yang menguntungkan. Dalam perjalananannya  seperti mumbang tadi ada beberapa kemungkinan akan terjadi.
 
-  Usaha hanya sebatas hobi saja yang menguras kantong kita, tanpa menghasilkan nilai tambah dalam bentuk keuntungan, tapi hanya sebuah kepuasan batin saja.. Mumbang telah jatuh dulu ke bumi sebelum matang menjadi kelapa, tapi mumbang yang jatuh tadi masih segar dan hijau masih menarik untuk dipandang atau dijadikan hiasan.
 
- Ketika hobi ini kita tekuni dan menampakan secercah keuntungan, walau masih meraba-raba atau masih kurang yakin, dalam hati masih ragu “apa bisa hobi saya ini dijual ya nantinya” dan  pola pikir kita sederhana saja “Bagaimana nantilah” nah ini yang dikatakan :Kok lai mumbang jadi kalapo”
 
- Tapi karena seleksi alam tadi, mungkin mumbang busuk atau kena penyakit secara otomatis jangan berharap jadi kelapa nantinya. Dipertahan dengan segala upaya “mumbang” itu tetap akan jatuh atau istilah sedikit yang romantis “layu sebelum berkembang”. Hobi hanya sebatas kesenangan sementara ketika bosan ditinggalkan akhirnya “busuk” sendiri dan  jatuh, kita tidak banyak berharap akan bermanfaat atau memberikan nilai tambah terhadap hobi yang angin-anginan ini malah akan menambah beban pengeluaraan. Bisa jadi seseorang masih banyak punya “mumbang” (baca: penghasilan/uang) yang sekian banyak menempel di tandan maka dia tidak terlalu menghiraukannya “mau jatuh-jatuh lah, mau busuk-busuklah” toh masih ada mumbang yang bakalan jadi kelapa misalnya penghasilan  yang pasti seperti gaji rutin sebagai karyawan swasta atau PNS)
 
Nah jika menekuni sebuah usaha atau apa saja, dengan kemauan yang kuat, gigih, tahan banting tentunya jangan pakai “kok” lagi, kita harus optimis dan berkata “Mumbang ini harus menjadi Kelapa”
 
Lalu tentang Pohon Kelapa ini orang tua kita juga belajar dari alam, apa yang terjadi, apa yang mereka amati dengan mumbang dan kelapa ini, jika seseorang meninggal dalam usia muda belia, maka mereka berkata ::
 
"Mumbang jatuah, kalapo jatuah”
 
Dialam begitu adanya,  sebatang pohon kelapa yang berbuah mulai dari putik, mumbang, masih muda dan kelapa tua ada saja yang jatuh akibat berbagai hal. Nah ketika ajaran Islam masuk ke Ranah Minang Adat yang selama ini basandi Syarak ditambahkan Syarak basandi Kitabullah (ajaran Islam yang bersumber dari Al Quran dan Hadist Rasulullah).
 
Tentunya dalam ajaran Islam kita memperjayai masalah ajal adalah kehendak yang Kuasa, jika Allah SWT berkehendak maka jadilah (Kun fayakun), jika ajal dijemput oleh sang Khalik  tidak ada seorang pun bisa menghalanginya. Kapan saja, dimana saja, tidak mengenal Tua Muda, bahkan ketika Roh ditiupkan pada janin yang dikandung seorang ibu maka jika Tuhan berkehendak maka Dia akan mengambilnya kembali Roh ini sebelum lahir ke muka bumi.
 
Kekuasaan mutlak Allah SWT dalam hal ini diibaratkan juga oleh para orang tua kita dulu dengan kiasan/metafora “Mumbang jatuh Kelapa Jatuh”, ya walau secara umum ajal tiba dijemput sang Khalik tersebut rata-rata orang telah berusia tua atau usur. Kembali lagi seperti kata orang tua kita itu , semua bisa terjadi  “Mumbang” pun bisa jatuh jika itu kehendakNya
 
Pku, 28 April 2008
                    
Mohon maaf jika ada yang kurang tepat, terutama masalah misalnya Pilosopi, falsafah, kiasan, alam takambang jadi guru tentang adat minangkabau kita, pemahaman saya tentang Adat dan Budaya Minang belum terlalu dalam.

 

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Member Area
Status Radio
Radio Minang Online
Player External Translator Indonesia Minang
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Status Palanta
Terdapat member di palanta.
Nan sadang Online :
Klik disiko untuak bergabung.
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
CB Online
Member
 Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau Groups Online
 Anggota ( 8 ) Anggota 8
 Tamu ( 2 ) Tamu 2
  Total  10
 Angoota ( 8,059 ) Angoota  8,059


Statistik
Agg Baru  yumna
Hari Ini 4
Minggu Ini 37
Bulan Ini 135
Tahun ini 2,648
Online Sekarang
We have 2 guests and 8 members online
User Terbaru

Sandiparis

Terdaftar pada
2009-01-08 02:07:00

Generated in 1.65232 Seconds