|
Gemblong tidak membutuhkan SK (surat keputusan) yang melegitimasi kepemimpinannya. Ia tak butuh baju safari empero armani untuk unjuk bahwa ia pemimpin. Ia pemimpin alamiah. Born to lead. Salah satu jalan kekepemimpinan antara lain desisif.
Sayangnya, tidak semua dikaruniai kemudahan memimpin dan mereka harus melalui proses pembelajaran. Salah satu jalan menuju kekepemimpinan adalah melatih menjadi desisif. Tetapi itu tak cukup. Ada beberapa langkah yang mengikuti Sesudah desisif, kita harus teguh melaksanakan apa yang telah menjadi keputusan. Kita harus 'bersikeras' keputusan itu dilaksanakan. Dan jika menemui halangan kita harus tangguh mempertahankan apa yang sudah kita putuskan. Dengan desisif kita menjadi TEGAS, dan dalam melaksanakan keputusan kita harus TEGUH, manakala ada halangan kita harus TANGGUH. Jadi : Desisif-melaksanakan-mempertahankan = tegas-teguh-tangguh. Itu terperagakan oleh Gemblong, ia memutuskan dengan TEGAS pekerjaan- a yang harus dilaksanakan - bum. Ketika ia mengalami hambatan ia dengan TEGUH nguotot pekerjaan-A yang harus dilakukan dulu. Dan ia mempertahankan keputusannya dengan TANGGUH. Ibarat kereta api, sang kondektur mengibaskan tanda berangkat dengan TEGAS. Dan sang lokopun berjalan dengan TEGUH ijlig ijlig ijlig makin lama makin menderu dan bila menemui hambatan sang loko akan me-raung2 memperingatkan hambatan supaya minggir agar tak terlibas. Dalam praktek hambatan2 itu berupa jadwal yang meleset, keuangan tekor, pemasok nakal, pelanggan ngemplang, dll. Itu tak bakalan menghentikan laju sang loko yang tangguh menghadapi berbagai rintangan. Sikap yang begitu akan mendorong ybs berkiprah, jungkir balik, dan akrobatik untuk menyelesaikan segala hambatan. Dan sikap2 demikian itu 'alamiah', ia tak perlu berbuat apa2 otomatis pembawaan yang demikian akan membuatnya gigih. Perilaku itu tak akan lepas dari pandangan anak2 buahnya dan melihat sikap sipemimpin,para anakbuah akan secara sukarela mau dipimpin. Tidak ada lagi pembangkangan, mbalelo, dll. Tentu, selalu ada orang2 brengsek yang membuat teori ini jadi tak sahih. Desisif-melaksanakan-mempertahankan = tegas-teguh-tangguh. Banyak sekali teori2 tentang bagaimana memimpin bawahan. Ada yang menyarankan tepuk bahu, menghargai anak buah, dll. Ada pula yang mengajarkan teori Nicolo Machiavelli yang bersemboyan 'lebih baik ditakuti dari pada dicintai'. Dilengkapi teori2 intimidasi untuk memaksa bawahan mengikuti sang pemimpin. Ada pula jang memakai konsep 'ajrih - asih'. Ajrih = takut, asih = sayangi. Untuk efektip memimpin, anak buah harus dibuat takut dulu, baru dilakukan penghargaan. Tanpa itu sang pemimpin bakal tak punya wibawa. Dilecehkan dan dibangkangi. Ada lagi paham Shorinji Kempo : Kebaikan tanpa kekuatan adalah kelemahan. Kekuatan tanpa kebaikan adalah kelemahan. Teori2 Machiaveli, ajrih-asih, dan Kempo walaupun berbeda sebenarnya setali tiga uang. Teori itu sahih dan efektip dipakai secara luas oleh pemimpin2 dunia. Yang terkenal adalah Adolf Hitler dan Lee Kuan Yew. Umumnya doktrin Machiavelli dipakai untuk kepemimpinan diktaktorial. Jangan salah, kepemimpian otoriter dan represif tak selalu keliru. Teori kepemimpinan yang dipergakan Gemblong agak lain, ia extraksi MBTI yang memperagakan korelasi antara desisif dan kepemimpinan. Gemblong tidaklah dengan sengaja melakukan intimidasi walau de fakto itu yang ia lakukan. Gemblong hanya nguotot keputusannya dilaksanakan. Ia juga tak berkehendak untuk mendongkrak kewibawaannya. Itu muncul OTOMATIS, karena ketegasan, keteguhan dan ketangguhan Gemblong. Ia 'elevated quickly' bukan karena menerapkan doktrin Machiavelli tetapi semua berlangsung 'alamiah'. Dengan memahami konsep kepemimpian alamiah, jika ada yang memang dari sononya born to lead, ybs bisa mendongkrak kapasitasnya. mIsal, tanpa teori ini ia mampu memimpin 500 ekor. Dengan teori ini ia bisa mendongkrak kapasitasnya jadi memimpin 800 ekor. Atau mereka yang tak born to lead, setelah bersusah payah ia bisa mendongkrak kapasitasnya semula cuma bisa pimpin 3 ekor jadi 15 ekor. Ini pelipat gandaan yang signifikan walau kalau dilihat dari kacamata pemimpin alamiah kapasitas 15 ekor adalah ihik2. Jika anda memahami konsep desisif-melaksanakan-mempertahankan, tegas-teguh-tangguh, otomatis anda akan 'terangkat' jadi pemimpin. Manakala anda dihadang hambatan, otomatis adrenalin anda 'menggelegak' dan effortlessly anda akan jungkir balik memaksakan keputusan dilaksanakan. ...... belum selesai ....
Diposting pada mailing list UGM Disadur oleh : Dewis Natra
Trackback(0)
|