|
Pituah |
Nan babarih nan dipahek Nan baukua nan di kabuang Jalan luruih nan ditampuah Labuah Pasa nan dituruik |
|
|
Written by Webmaster Cimbuak
|
|
Monday, 26 May 2008 |
|
Judul Pergelaran : “DUO BUDAYA” Tema : Melalui Kolaborasi Kesenian Minang dan Barongsai Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Rangka Visit Indonesia Year 2008 Ide Cerita : MARANTAU
a. RINGKASAN Kesenian Minang dan Barongsai HBT (Himpunan Bersatu Teguh) Padang merupakan dua budaya yang berbeda namun hidup dalam satu lingkungan. Penggabungan kedua tatanan yang berbeda ini, merupakan karya seni terobosan yang bersifat eksperimental untuk hiburan dan apresiatif bagi masyarakat umum dan masyarakat seni khususnya. Karya seni “Duo Budaya” dalam satu penampilan, merupakan satu karya seni dalam usaha untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Di samping itu, langkah dan terobosan sebagai duta seni ke mancanegara, juga mempunyai tujuan untuk pengembangan industri pariwisata dan bisnis seni pertunjukkan di tanah air. Upaya yang dilakukan sebagai promosi wisata dan bisnis seni pertunjukkan dimaksud, akan menyampaikan informasi wisata dan budaya kita ke hadapan masyarakat internasional. Peket seni budaya Minang dan Cina (barongsai) akan ditampilkan di kota Heildeshiem dan kota lainnya di Jerman pada Bulan November 2008 dengan personil penari dan pemusik berjumlah sebanyak 25 orang dengan durasi 90 menit penampilan.
B. LATAR BELAKANG Industri pariwisata saat ini memberikan andil yang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah terutama di bidang seni dan budaya. Sumatera Barat salah satu daerah kunjungan wisata di tanah air, harus pro aktif meningkatkan diri dan mencari peluang untuk dapat mendatangkan para turis mancanegara sehingga pemasukan dana di bidang pariwisata dapat meningkat di setiap tahun. Saat sekarang dengan adanya program pemerintah VIY 2008 (Visit Indonesia Year 2008) yang sedang berjalan, dipandang perlu untuk ditindaklanjuti sehingga kita dapat mengetahui sudah sejauh mana yang telah kita perbuat. Sebagai Putra bangsa, genersi muda dan anak nagari, kami segera mencarikan solusinya agar pada tahun 2009 mendatang, kunjungan wisata dapat meningkat ke Sumaterara Barat khususnya dan Indonesia umumnya. Peluang untuk menjual produk seni adalah salah satu cara untuk memberikan konstribusi untuk pengembangan pariwisata tanah air. Produk seni yang kaya dan spesifik yang kita miliki adalah pesona dan daya tarik yang memikat bagi konsumen turis mancanegara untuk melihat secara lansung bagaimana aktifitas dan kegiatan seni tersebut tumbuh dan berkembang di Sumatera Barat. Pertumbuhan dan perkembangan aktifitas seni di Sumatera Barat saat ini cukup pesat walaupun ada yang bersifat berjalan di tempat pada beberapa cabang bidang seni, tetapi saat ini pe-kreativitas seni anak nagari telah mulai bangkit dan memberikan andilnya di tengah abad era globalisasi ini. sarak mangato adat mamakai merupakan falsafah orang Minangkabau dalam bertindak dalam berinteraksi sosial di antara sesama masyarakat. Adat basandi syarak, syarak basandi kitabulah adalah cerminan tindak tanduk dan tingkah laku orang minang sehari-hari dalam melakukan kehidupan sosialnya. Tingkah laku yang agamis sangat perlu diterapkan untuk memfilter zaman teknologi tanpa batas sebagaimana yang dirasakan saat ini. Begitu juga dalam berkreativitas seni, ia tidak terlepas dari kedua tuntunan hidup orang Minang tersebut di atas, sehingga cara merefleksikan ide kreatif sabagai insan seni Minangkabau patut memperhatikannya dan menjadikannya sebagai satu filosofi, histori, teknis dan analisis serta ujud dalam karya seninya. Kreatifatas seni yang dituntut saat ini adalah, bagaimana usaha pemroduk seni agar seni yang diproduknya bisa memberikan konstribusi kepada bangsa dan negara serta agama, dan dapat menciptakan satu kesatuan bangsa melalui interaksi sosial yang komplek sebagai cerminan budaya bangsa. Karya seni yang dituntut untuk masa sekarang ini adalah bersumber dari kehidupan dan aspek sosial yang sedang berkembang. Pada saat ini, kelompok seni mulai bertumbuhan dengan pola atau misi yang beranekaragam dengan maksud untuk memajukan seni budaya Minang. Tumbuhnya kelompok seni seperti Bina Seni Anak Nagari dengan latarbelakang musik konvensional sebagian besar adalah dosen, mahasiswa dan alumni STSI Padangpanjang mempunyai fisi, misi dan tujuan memajukan seni secara komplek, yaitu mendidik musik bagi anak sedini mungkin, mengembangkan potensi seni masayarakat ke arah perkembangan yang sesuai dengan perkembangan zaman serta memberikan konstribusi bagi perkembangan seni tradisonal untuk menuju ke tingkat percaturan musik dunia (World Music). Tugas yang paling mendesak saat ini membuka lapangan kerja seni bagi alumni yang akademisi dan seniman alam untuk tetap kratif sebagai bentuk wujud kegiatan yang positif. Pengangguran yang meningkat pesat, pemakaian obat-obat terlarang yang akan meracuni generasi muda, perlu dicarikan solusinya dan penanganannya menjadi tanggung jawab kita bersama seperti di antaranya mengarahkan mereka kepada kegiatan positif di bidang seni. Keanaekaragaman seni dan budaya yang kita miliki bukan hanya untuk didokumentasikan dan di simpan, melainkan perlu untuk dikembangkan sehingga minat generasi muda semakin besar. Selain kesenian anak nagari, kita perlu mencermati bahwa kita punya seni dan budaya asing yang hidup berdampingan dengan kita sehari-hari seperti Barongsai HBT Padang. Kesenian barongsai ini patut kita hargai di atas prestasi yang telah disandangnya yaitu menjuarai beberapa ivent tingkat nasional dan Internasional. Kesenian ini patut diikut sertakan dalam mengisi keragaman pariwisata Sumbar. Secara eksplisit dan de facto, mereka telah mengharumkan nama kota Padang dan Sumatera Barat di tingkat nasional dan Internasional. Tampa disadari kesenian Barongsai HBT Padang telah menjadi duta seni ke manca Negara. Berbagai macam festival tingkat asia telah mereka menangkan, sehingga potensi mereka bisa kita manfaatkan untuk menambah keanekaragaman seni dan budaya khususnya Sumatera Barat, Indonesia pada umumnya. Bina Seni Anak Nagari mencoba menyikapi untuk menyatukan dua budaya yang unik ini dalam sebuah penampilan di hadapan masyarakat internasional dengan kemasan karya seni terkini tanpa meninggalkan tatanan yang ada pada masing-masing bentuk seni ini. Konstribusi bagi seni tradisioanal perlu dikembangkan terus seperti memberikan pencerahan bagi karya seni tradisonal untuk ditampilkan di berbagai event di berbagai tempat. Sejalan dengan pertumbuhan kelompok seni saat ini kita patut aktif mencari peluang untuk menampilkan hasik kreatifitas seni tersebut sehingga dapat memberikan kontribusi bagi dunia pariwisata dan bisnis, dari para turis dan investor asing. Berbagai cara dapat kita lakukan seperti mengundang pelaku pariwisata dan bisnis untuk menyaksikan secara lansung berbagai kegiatan seni dan budaya yang telah kita siapkan. Usaha tersebut belum tentu akan berhasil seandainya semua elemen masyarakat belum ikut bersama-sama untuk memikirkannya, seperti promosi wisata dan bisnis melalui media elektronik atau melibatkan pelaku seni dalam mengadakan penyuguhan karya seni dan informasi wisata dan bisnis kehadapan mereka. “Promosi tersebut dapat dikemaskan sedimikian rupa sehingga menarik dan tidak membosankan. Informasi melalui karya seni, brosur, buklet dan inforrmasi lainnya langsung ke hadapan mereka dan mengadakan penampilan sesering mungkin sebelum mereka lupa”. Sehubungan dengan promosi wiasata dan bisnis tersebut kita perlu mengirim duta seni, budaya dan wisata ke luar negeri. Kelompok seni Bina Seni Anak Nagari dengan Rombongan Pemko Padang akan mengikuti Jubeliun Padang - Heindelsheim yaitu peringatan 20 tahun hubungan kota kembar Padang (Indonesia) dengan Heildeshiem (Jerman) pada bulan November 2008. Sebelumnya delegasi dari Jerman akan berkunjung ke Padang dalam rangka ulang tahun Kota Padang tanggal 7 Agustus 2008. Selain itu kita harus mancari event penting seperti Festival Budaya Berlin 11-14 Mei 2009, (2008 akan berlansung), karena berbagai macam seni dari etnis di dunia akan hadir yang dihadri oleh turis-turis mancanegara.
Yayasan Bina Musik Anak Nagari sebagai duta seni akan menampilkan selain tradisi juga karya-karya seni kreasi dan inovasi dengan idiom musik tardisi dalam seni musik dan tari. Oleh sebab itu kemasan seni yang akan dipergelarkan adalah “DUO BUDAYA” dengan tema “Melalui Kolaborasi Kesenian Minang dan Barongsai Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Rangka VIY 2008”.
Karya ini akan di dukung oleh : Edwel Yusri Dt Rajo Gampo Alam sebagai pemain sekaligus pelatih silat Drs Yoesbar Jaelani (dosen UiTM Malaysia)sebagai Komposer sekaligus Konduktor orekestra yang akan bekerjasama dengan Orkestra di German. Rasmida S.Kar M.Sn (dosen Tari STSI P.Panjang)sebagai koreografer
Penulis Sastra Munafri,S.Sn,.MSn Dosen Jurusan Musik STSI Padangpanjang
Mohon doa restu dan dukungan semua pihak atas rencana pergelaran ini Semoga akan mejadi realitas dan mambangkik batang tarandam pada tahun 2008 ini.
Trackback(0)
|
|
Last Updated ( Monday, 26 May 2008 )
|
|
|
Yayasan Palanta Cimbuak |
 Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko |
|
Online Sekarang |
|
We have 1 guest and 5 members online |
|