|
Tulisan ini tidak bermaksud sebagai ajaran, namun hanyalah upaya manusia untuk mencari yang terbaik. Pembaca selalu diminta untuk menguji kebenaran untuk dirinya sendiri apa yang disampaikan dan tidak begitu saja menerima pendapat orang lain yang berkaitan dengan perkataan dan ajaran-ajaran Allah. “Dan janganlah engkau mendukung apa yang tidak engkau ketahui. Karena engkau bertanggung jawab atas apa yang kamu dengar, lihat, dan pikirkan.” (Surat 17:36)
“Dan di antara kamu ada sebuah bangsa yang melakukan kebaikan, dan memerintahkan kebaikan, serta menjauhkan diri dari perbuatan jahat. Dan mereka ini adalah orang-orang yang berhasil.” (Qur’an Surat 3:104)
Demikian pembukaan tulisan tadi ada beberapa prinsip yang bisa dijadikan bahan referensi supayo dapek manarimo ketentuan Allah SWT. Partamo. Berani ( bagak) malihat apa kekurangan diri kita. Tanyakan pada diri ini apakah ambo orangnya pemarah, kikir, pembenci, tak mau belajar,tak mendengar, tak melihat...? Apobilo iyo bersegeralah memperbaiki diri, Dan ndak usah malu jo sagan. Kedua. Manfaatkan urang terdekat yang berani mengatakan kekurangan langsung kepada kita ; Istri, suami, atau anak anak , dan lingkungan kita. Mereka jauh lebih tahu tentang kita dibanding urang lain. Urang lain bisa saja menilai shaleh, baik dan lain sebagainya, padahal tidak menurut istrinya hal ini merupakan cerminan diri kita. Ketiga. Mari bersilahturrahim, mengunjungi orang-orang yang bisa lebih adil dalam menilai diri. seperti kita pergi ke dokter , dia tiadak akan bangga dengan penyakit yang kita derita namun ada keinginan untu mengobati kita. Dan mendatangi kaum kerabat, Ulama, tidak serta merta mereka mentertawakan kita namun membantu mendeteksi kekurangan kita. Keempat. Manfaatkan dengan baik orang orang yang tidak menyukai kita. Jangan takut kepada orang terus gigih mencari kejelekan, yang mengkritik kita Simak baik-baik, jika benar segeralah perbaiki diri. Mungkin hari ini kita sesuai dengan yang dihinakan , bisa jadi suatu saat orang lain akan melihat siapa yang menghina dan siap dihina . Dan mari meresponnya dengan memperbaiki diri agar sesuai denga ayat dibawah ini : “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik. Maka, orang yang menjadi musuhmu akan menjadi teman yang setia.” (Surat 41:34).
Kelima Tafakuri kejadian disekitar kita . Apapun yang terjadi adalah ilmu,input, dari ALLAH Kalau ada urang yang ahklaknya kurang baik, berbicaranya jelek, ada yang pelit, apapun yang jelek dan tak berkenaan dengan etika sosial masyarakat , pertanyakanlah adakah mirip saya, atau tidak Samokola..!dek karano itu jadikanlah itu sebagai pembanding. “Dan janganlah kamu memalingkan muka dari orang lain dengan angkuh, dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sikap angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Surat 31:18) Sanak pambaco, saudarakuandai sajo kito memiliki kekurangan, lalu dicemoohkan, mungkin lebih rancak, daripado dipuji-puji padahal banyak kekurangan. Salah satu kecintaan ALLAH SWT menunjukan kekurangan diri untuk diperbaiki. Cubolah mengurangi kerinduan tuak dipuji urang “Dan orang-orang yang sabar mencari ridho Tuhannya, mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara rahasia atau terbuka serta menghadapi kejahatan dengan kebaikan; maka orang-orang itulah yang akan mendapat tempat yang baik.” (Surat 13:22). Mudah mudahan dengan memperbaiki diri taruih manaruih dapek kito laksanakan, terutama kepada diri saya sendiri, keluarga, tetangga dan seterusnya. Aminn H.Vivaldi Sutan Sinaro
Trackback(0)
|