Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Jikok kato bamulo dari hati
Yo ka hati juo ka masuaknyo
Jikok kato bamulo dari lidah
Talingo sajo parantiannyo
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Managerialship (9d) : Sumpah Bai'at PDF Print E-mail
Written by S. Brotosumarto   
Thursday, 26 August 2004
Tidak semua orang mudah membuat keputusan dan ada yang perlu mendapatkan panduan bagaimana memutuskan dengan tegas. Yang dimaksud tegas itu yang bagaimana ? Misalnya :

 
All my life, whenever it comes time to make a decision, I make it and forget about it. Harry S. Truman
 
Dalam membuat keputusan, kujatuhkan keputusan dan kemudian lupakan itu.
 
Yang dimaksud dengan 'lupakan' itu adalah tidak di-utik2 lagi. Sekali keputusan dibuat, tak lagi di-robah2 tetapi harus dilaksanakan dengan se-baik2nya. Sikap ini mendorong kita menjadi 'keras' manakala pelaksanaan tak berjalan sesuai keputusan. Jika anak buah tak melaksanakan dengan baik, OTOMATIS anda akan 'gusar'. Anda bisa menjadi cemberut, bawel, sewot, berang, ngomel2, sampai main bentak. Sikap anda yang begitu makin lama makin dikenali bawahan dan siapapun tak suka dibaweli. Mending melaksanakan keputusan dengan baik dari pada diomeli, bukan ? Kepemimpinan kita menjadi efektip karenanya. Juga, kita makin gigih melaksanakan putusan.
 
Jika memutuskan mengerjakan proyek-a dalam 200 hari, dan jika pada hari ke 100 progres baru 20% maka anda akan meradang atau lintang pukang mencari tahu apa yang terjadi dan berupaya mengatasi. Karena anda tidak suka membuat keputusan dua kali. Sudah diputuskan 200 hari, ya harus selesai dalam 200 hari. Bukan 230, bukan 250. Sudah diputuskan kok harus di-robah2 ?
 
Dalam bahasa MBTI, yang disebut desisif adalah : once a decision has been made, they are at rest
 
Sesudah keputusan dibuat, mereka menjadi tenang. Ketika keputusan tak berjalan baik, ia jadi resah. Pertama, ia harus mempertahankan keputusan. Jika itu sulit ia makin resah dan terpaksa harus menjatuhkan putusan lagi, misal menjadwal kembali menjadi 215 hari. Demikian sehingga jika proyek tersendat, ia menjadi resah karena keputusan2 baru harus dibuat. Keadaan ini memacunya untuk lintang pukang dan memacu juga anak buah supaya keputusan jalan dengan baik.
 
Keputusan bukanlah sebatas keputusan pribadi. Itu bisa berupa keputusan atasan, mandat, amanat, hasil musyowaroh, RUPS, kontrak, perjanjian jual beli, akta notaris, nikah, spk, jadwal, kualitas, harga, dlsb. Jika anda memutuskan menerima keputusan2 itu, anda bak melakukan sumpah bai'at. Anda harus melaksanakan dan mempertahankan keputusan sampai titik darah penghabisan. Semisal keputusan anda ternyata keliru, misal ternyata suami/istri hobi selingkuh, maka per-tama2 anda harus mengingat sumpah bai'at yaitu mempertahankan pernikahan. Apakah itu anda harus kedukun supaya ia sembuh, menhujat partner selingkuh, dinasehati, ke konsultan perkawinan, BP4, sampai mengundang preman supaya bikin suami/istri kapok. Pokoknya, pertahankan keputusan dulu. Baru, jika memang sulit, apa boleh kita harus merobah keputusan. Ketika keputusan baru telah dibuat, lagi2 anda melakukan sumpah bai'at. Demikian seterusnya setiap kali anda membuat putusan anda harus bersikukuh putusan dilaksanakan. Jika terus menerus dilakukan lama kelamaan anda akan mempunyai jiwa yang teguh. Dengan sikap itu anda akan OTOMATIS pontang panting meninggalkan rasa malas, segan, enggan, dll, manakala keputusan tak berjalan baik. Ini akan berlangsung 'alamiah'. Adrenalin anda akan OTOMATIS mendidih mengatasi segala rintangan. Itu pasti.
 
Untuk menggambarkan keputusan yang teguh bayangkan anda menyulut meriam. Ketika anda melyangkan keputusan, itu bak peluru meriam yang terlanjur melayang. Ndak bisa di-robah2 lagi. Sudah terbang menuju sasaran, ndak bisa berhenti. Jika menemui halangan, lagi2 anda menyulut meriam, dan keputusan anda yang baru tak bisa dirobah-robah lagi. Demikian seterusnya.
 
Jika anda ragu, anda cenderung me-nunda2 keputusan. Pada saat bersamaan datang lagi hal2 lain yang minta diputusi, makin lama makin banyak sehingga berjibun. Karena terdesak, keputusan anda menjadi tidak akurat dan ini dibuntuti dengan sikap terlalu sering merubah keputusan yang muncul dalam ujud mencla mencle. Kemarin A, sekarang kok B ? Akibatnya staff2 mulai meragukan karena andalah yang peragu dan tidak konsisten. Jika ini terjadi, staff2 anda mulai membangkang. Jika sudah membangkang, hasil kerja team pasti mbur adul. Keraguaan dan penundaan berbuntut panjang.
 
Lebih bijak menerapkan doktrin Roosvelt, biarpun salah ... putuskan ! Jika sudah memutuskan, lantas gunakan doktrin Truman .... lupakan. Artinya, jangan di-utak atik lagi. Itu sumpah bai'at.

Diposting pada mailing list UGM
Disadur oleh : Dewis Natra

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 7 members online
Generated in 1.68292 Seconds