Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Kok indak nan dihati
Nan tajadi
Cubolah sanang jo
Nan tajadi
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Nyontek PDF Print E-mail
Written by Dr. H. K. Suheimi   
Thursday, 19 June 2008

ImageSaya tertangkap tangan dan tertangkap basah ketika Nyontek. Saya diadili, semua majelis guru rapat. Hampir saja ujian saya di batalkan dan saya dinyatakan tak lulus karena curang, tapi guru-guru saya di SMA 2 Padang memperjuangkan, sehingga saya dapat hukuman harus mengulang lagi dan di uji didepan majelis guru termasuk frater yang waktu itu jadi direktur SMA  Don Bosco. Untunglah soal demi soal dapat saya selesaikan dengan baik sehingga saya bisa lulus dan mengondol Ijazah SMA. Peristiwa itu mengingatkan saya akan kejadian pada tahun 1965 ketika  saya mengikuti ujian akhir  SMA.

Saya senang pelajaran Aljabar, sekarang dihimpun jadi matematika. Nah ketika ujian akhir SMA, kami duduk jarang-jarang menjaga jarak agar masing-masing tak bisa nyontek.
Kerna saya suka Aljabar dan sering membuat pekerjaan rumah tentang soal aljabar, maka dengan mudah soal aljabar itu dapat saya selesaikan, tapi teman di sebelah saya tak bisa menjawab soal itu dan dia minta tolong. Lalu saya salin jawabannya keatas selembar kertas, lalu kertas contekkan itu saya lempar pada teman.  Malang bagi saya saat saya melempar kertas itu tertangkap, kertas jawaban ujian saya diambil, saya dikatakan curang dan ujian saya di batalkan. Betapa malunya saya ketika harus meninggalkan ruang ujian. Sehinga saya harus di jatuhi hukuman.
 
Dulu jika seseorang kedapatan nyontek di berikan sangsi yang berat. Dan pengawas ujian betul-betul mengawasi hilir mudik memeriksa jika ada kecurangan. Dan saya tertangkap, padahal saya hanya kasihan dan solider teman, namun hukuman itu saya jalankan. Untung hukumannya  saya tak di keluarkan.  Peristiwa itu saya jadikan pelajaran bahwa tak jujur dan nyontek itu berbahaya, termasuk memberikan jawaban pada teman. Dan sejak saat itu saya tak berani lagi nyontek, dan harus jujur , maka saya sunguh –sungguh setiap kali belajar. Dan akhirnya saya mencapai cita-cita jadi dokter. Sebagai dokter saya juga dikelilingi oleh orang – orang jujur.  Pasien yang sedang saya tangani semuanya jujur, tak pernah dia berdusta. Kalau dia sakit perut tak pernah dia mengatakan dan sakit kepala. Bahkan dengan pasti dia dia menujukkan tempat sakit yang di rasakannya. Dan kejujuran itulah yang menghantarkan seseorang pada kesuksesan.
Hampir semua  perusahaan yang maju di dunia ini berdasarkan kejujuran
 
Lalu saya balik-balik halaman buku ESQ karangan Ary Ginanjar disana tertulis
Hati senantiasa mengajak kita kepada nilai-nilai kasih sayang, kejujuran, keadilan, keterbukaan, tanggung jawab, komitmen, konsisten, kemuliaan keagungan dan kesabaran. Sekarang cobalah anda ingat orang yang paling anda kenang, dan orang yang paling membuat anda terkesan! Apakah itu karena kekayaannya? Ataukah karena uang yang dimilikinya? Saya yakin anda akan menjawab tidak. Lalu apa gerangan yang membuat anda terkesan? Bukankah itu karena sifat jujur dan kasih sayangnya, kemuliaan sifatnya, tanggung jawabnya atau kesabarannya?
Apabila sifat-sifat mulia di ataslah yang menbuat orang tersebut begitu dikenang, lantas mengapa kita harus merasa gagal? Mungkin saat ini kita sedang mengalami tekanan ekonomi yang sangat besar, atau mendapat banyak permasalahan dan cobaan hidup yang begitu menekan. Namun bukankah pada saat itu akan harus memunculkan sifat sabar, komitmen, tanggung jawab dan ikhlas? Itu artinya kita sedang berada pada garis orbit spiritual. Jalankan dan terimalah! Mata kepala jelas tak akan mampu melihat ke depan, namun mata hati sanggupmelihatnya. Inilah sebenarnya tugas kita meluruskan apa-apa yang telah bengkok dan patah menjadi suatu hal yang lebih baik, dengan bermodalkan suara hati ilahiah yang sedang anda pergunakan saat ini. Inilah amal saleh dan jawaban mengapa kita harus terjun ke dunia.

Hai orang-orang beriman, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.
QS Aali-‘Imraan (Keluarga Imran) 3:200

Mungkin kita mengatakan, “saya sudah merasakan nikmatnya cahaya hati dan saya sudah menemukan diri saya,” Saya ingin bertanya kepada anda, “Untuk apakah semua itu?” Cahaya hati itu memang indah, tetapi itu bukan sekedar untuk dinikmati secara pribadi dengan mengatakan, “saya adalah spiritualitas yang saleh”. Energi spiritual adalah energi yang mendorong dan mengalirkan hati seseorang kepada energi yang bermuatan nilai-nilai kedamaian, kasih sayang, keadilan, kejujuran, kemuliaan, tanggung jawab dan kesabaran. Ini semua adalah modal dasar yang tak terlihat, yang disebut Spiritual Capital, ini adalah asset Allah yang kita bawa ke permukaan bumi.
Begitu banyak orang yang berhasil menemukan, namun setelah menemukan, ia hanya menikmati keindahannya di rumah dan di surau-surau. Mereka takut kahilangan kedamaian spiritual yang sudah diperolehnya dengan susah payah itu. Hingga tiba waktunya mereka mati, mereka belum sempat menanamkannya atau menginvestasikan spiritual capitalnya ke permukaan bumi (keluarga, masyarakat, bangsa dan dunia) seperti yang Allah perintahkan. Lalu jika demikian halnya, apa gunanya Bani Adam turun ke bumi?

Apabila engkau memiliki sebiji kurma ditanganmu maka tanamlah, meskipun besok akan kiamat, semoga engkau mendapat pahala.
Al-Hadits

Jika kita bercermin pada Korea. Di Korea Selatan adalah sebuah pelajaran bagaimana kejujuran dikedepankan dalam mengemban tugas negara. Mereka tidak berputar lidah dan membuat apologia yang melingkar-lingkar. Mereka tidak membuat kebohongan. Sebab, kebohongan pertama pasti akan melahirkan kebohongan berikutnya.
Tapi yang terjadi  siapa yang  mengungkap kejujuran harus membayar mahal. Bahwa kecurangan yang menjadi musuh kebenaran itu ternyata di tolerir  didalam dunia pendidikan kita.
Dan bermacam-macam cara yang terungkap misalnya ada sekolah untuk menyukseskan kelulusan siswa masing-masing. Caranya antara lain membuat kunci jawaban dan menyebarkannya melalui pesan layanan singkat telepon seluler, menuliskannya melalui potongan kertas, atau dibacakan langsung di depan kelas.
Kecurangan itu noda hitam dunia pendidikan kita. Padahal, kejujuran adalah prinsip moral yang menjadi nilai utama dalam dunia pendidikan.
Kebohongan itu sungguh akan membuat pendidikan kian kehilangan kepercayaan. Kehilangan integritas yang akan meruntuhkan spirit belajar siswa karena toh sebuah hasil akhir bisa mereka dapat dengan mudah
Pendidikan yang mestinya bisa menggali potensi setiap siswa justru mematikannya. Karena hanya perlombaan untuk mendapatkan hasil akhir yang menghalalkan segala cara.  Namun, sekolah-sekolah yang tidak siap melaksanakannya dengan melegalkan kecurangan. Mereka takut dengan hasil yang jujur.
Adalah sebuah kesalahan amat besar jika kejujuran para guru dimatikan hanya untuk sebuah ambisi yang bernama keberhasilan
 
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an :

Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata
. (QS. 4:112)
 
Padang  21 Desemebr 2007
 

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 2 guests and 5 members online
Generated in 2.67779 Seconds