Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nan ado samo dimakan
Nan indak samo dicari
Kok Jauah kana mangana
Kok dakek jalang manjalang
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Layang-layang PDF Print E-mail
Written by Dr. H. K. Suheimi   
Tuesday, 01 July 2008

ImageKu ambil buluh sebatang 
Ku potong sama panjang
Ku raut dan ku timbang dengan benang
Ku Jadikan layang-layang
 
Setiap kali saya bermain layang-layang, selalu saya teringat akan senandung lagu diatas, lagu yang gembira, lagu yang enak  di dendangkan dan enak di dengar. Sambil berjalan dan sambil berlari lagu itu saya kumandangkan.

 

Musim  silih berganti, sekarang kembali lagi  musim  layang-layang. Dimana-mana tampak layang-layang bergentayangan,  terbang melayang,  menukik  dan mengambang. Tua  muda  memainkan  layang-layang.  Dibeberapa  tempat  justru  diadakan  pertandinggan  dan perlombaan  layang-layang. Layang-layang yang cepat  naiknya  dan tegak tali, sering keluar sebagai juara. Musim layang-layang  ini sering bersamaan dengan bulan puasa, entah karena di bulan  puasa tidak  banyak  kegiatan, entah  sekedar  untuk  merintang-rintang puasa, entahlah. Tapi memang asyik bermain layang-layang.  Berjam-jam  waktu  habis oleh liukan dan tukikkan  layang-layang.  Kalau angin  kencang  atau sedang dapat angin, maka  layang-layang  itu manggajuju  naiknya,  tapi kalau angin tidak bertiup  lagi,  maka layang-layang akan menapik dan turun dengan sendirinya, betapapun cepatnya  kita menarik dan menggulung benang namun  layang-layang itu  tetap  menurun dan manapiak.

Maka selalu si  pemain  layang-layang  mengharapkan dan memanggil-manggil datangnya  angin,  ada yang dengan bersiul, ada yang dengan berpantun, berharap  datang-nya angin, supaya layang-layang tidak menukik dan menapik.
Saya   senang  berlayang-layang,  dimana  ada   pertandingan layang-layang  saya  pergi  menyaksikannya,  menyaksikan  layang-layang  darek yang panjang ekornya, dan ekornya  ini  meliuk-liuk kesana  sini, dengan warna yang bermacam-macam,  membuat  layang- ayang  tampak  indah, apalagi kalau  banyak  layang-layang  yang mengudara, tampak seperti hiasan-hiasan dilangit nan biru.  Tidak puas-puas  mata  memandang  menikmatinya. 
Bagi  pecandu  layang-layang, pemandangan seperti ini menimbulkan inspirasi dan  kenikmatan yang luar biasa. Waktu  kecil, saya ikatkankan layang-layang itu di  punggung
dan  dibawa lari kesana dan kemari, dan kalau  ada  layang-layang putus, berebutan kami mengejarnya, tidak peduli di  tengah-tengah jalan, tidak peduli layang-layang itu nyangkut dimana,  bisa-bisa diatas kawat listrik, bisa-bisa diatas pohon dan di bubungan atap rumah. Disediakan sebuah penggalan panjang untuk menjuluknya  dan  dipanjat,  dimana  layang-layang itu tersangkut.  Berebutan  kami memenjat  pohon  dan berebutan pula  kami  memperebutkan  layang-layang. Sering  layang-layang yang di perebutkan itu  rusak  dan patah-patah, ndak apa-apa, begitulah kehidupan anak-anak.

Berbagai  jenis  dan nama layang-layang.  Ada  layang-layang maco,  seperti  maco  dan enak digunakan untuk  di  adu,  memutus benang layang-layang lawan, Ada layang-layang dangung yang setiap terbang  menimbulkan  bunyi dan berdengung-dengung.  Ada  layang-
layang  darek yang indah meliuk-liuk karena ekornya  panjang,  di Bukik Tinggi  layang-layang Darek ini di sebut  dengan  layang-layang  Padang Panjang. Banyak sekali nama layang-layang dan banyak  pula   peminatnya, bukan hanya di kampung saja ada layang-layang, bahkan di luar negeri di seantero dunia ada layang-layang dengan  berma­cam-mavcam  bentuk  dan warna. Namun layang-layang  darek  adalah istimewa, sampai-sampai seorang dosen saya ahli bedah yang senga­ja  datang dari Australia, waktu kembali kenegeri asalnya  justru minta  dicarikan  sebuah layang-layang darek untuk  anaknya  yang tersayang, sebagai oleh-oleh dari Indonesia.
 
Yang  paling terkesan bagi saya setiap kali bermain  layang-layang  adalah.  Layang-layang itu bisa tinggi bila  dia  sanggup melawan dan menantang angin, semakin keras angin bertiup, semakin tinggilah layang-layang naik. Sekali gus layang-layang itu  mela­wan  2 gaya, gaya angin yang bertiup dan gaya dari benang  teraju yang menarik dan mengulur layang-layang itu.
 
Begitu  layang-layang tidak sanggup melawan angin, maka  dia akan menapik dan terhempas ke bumi. Begitu talinya putus dan  dia tidak  dapat perlawanan lagi, maka dia akan melayok  diterbangkan angin dan akan jatuh  akhirnya ke bumi.
 
Hidup  ini  bagaikan layang-layang. Untuk  bisa  tinggi  dan  terhormat  serta  bisa jadi juara, harus sanggup  melawan  angin, harus kuat melalui rintangan. Orang yang optimis dan berprasangka baik  akan  berhasil akan terbang tinggi  bersama  angin  berikut rintangan yang menghalanginya. Rintangan dan halangan itu dijadi­kannya  batu loncatan untuk dia bisa lebih dan bertambah  tinggi.
Dia  memandang  setiap kesulitan, rintangan dan  masalah  sebagai suatu  peluang.  Dengan tantangan dan rintangan itulah  dia  bisa maju  dan  dia bisa naik. Di tantangnya semua rintangan,  di  ha­dangnya  semua  kesulitan. Begitu tidak ada  lagi  tantangan  dan
rintangan  dia akan keok, jatuh, menapiak terempas ke Bumi. 

Kenapa  kita  tidak  bersyukur bila ada  satu  masalah  atau rintangan?.  Bukankah masalah dan rintangan itu  bertujuan  untuk membuat  tumbuh dan berkembangnya kita?. Serta  mempertinggi  dan memuliakan kedudukan kita?.
 
Tuhan memberikan cobaan, halangan dan rintangan, bukan untuk mematikan dan melumpuhkan kita. Tuhan tidak akan menimpakan beban kepada manusia, melainkan sekedar yang bisa di pikul oleh manusia itu. Tuhan yang maha Rahim dan Maha pengasih tak akan  membiarkan hambanya  lumpuh  dan jatuh akibat cobaan  yang  di  berikan_Nya.
Tergantung pada hamba yang menerima cobaan itu, apakah dia memandang  dari segi negatif atau dari segi positif. Untuk  itu  Tuhan selalu  memperingatkankan  janganlah  berfikiran  negatif   dalam memandang sesuatu, janganlah berburuk sangka, karena  kebanyakkan dari sangka-sangka itu adalah dosa, seperti diungkapkan_Nya dalam
surat Al-Hujjarat ayat 12 :
 
"Hai  orang-orang  yang beriman, jauhilah  kebanyakkan  dari prasangka, sesungguhnya sebagaian dari prasangka itu adalah  dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan  jangan­lah  sebahagian  kamu mengunjing sebahagian  yang  lain.  Sukakah
salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang  sudah mati?. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi  Maha Penyayang". 

Trackback(0)
Comments (4)add comment

erwin said:

tarimo kasih Pa Dr. K. Suheimi
 
report abuse
vote down
vote up
June 30, 2008
Votes: +0

zxkahar said:

Pelajaran pertama yang sangat berharga di kehidupan anak anak. Pelajaran akan keseimbangan. Kuraut dan kutimbanga dengan benang. baru jadi layang layang.

Sayang tak banyak orang mengangkat topik keseimbangan dari layang layang. Padahal inilah lesson learn kehidupan di alam semesta ini.

Wassalam
Zulkarnain Kahar
 
report abuse
vote down
vote up
July 01, 2008
Votes: +0

aVend said:

Semoga pesan moral dari carito ko bisa manjadi contoh nan elok..

Tarimokasih atas tulisannyo
 
report abuse
vote down
vote up
July 01, 2008
Votes: +0

Limpapeh2007 said:

dimaa sajo barado tantangan dan ujian pasti datang silih baganti, tagantuang kito memandang dan memainkan tali/banang kehidupan tuh...supayo layang-layang ko tetap menari dengan indah bahkan tagak tali bisa manjadi kebanggan nan punyo..muantap tuan tulisannyo...
 
report abuse
vote down
vote up
July 01, 2008
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 1 guest and 5 members online
Generated in 0.94382 Seconds