With their capacity for follow-through, they have a high completion rate in their many undertakings. People naturally look to them for a job well done, a word aptly spoken, an opportunity seized. And they usually rise to such occasions with aplomb. MBTI on 4-types
Dengan kapasitasnya menindak lanjuti, mereka menghasilkan tingkat penyelesaian dalam banyak penugasan. Secara alamiah orang2 mencari mereka karena pekerjaan2 yang WELL DONE, janji2 yang senantiasa terpenuhi, dan peluang2 yang bisa ditangkap. Dan mereka biasanya terpelanting keatas secara meyakinkan. Tampaknya sederhana tetapi ini banyak yang tak bisa ! Sesuatu yang sebenarnya 'just a step' banyak menelan korban. Peniti karir muda bergelimpangan dan terpuruk tak beranjak dari tempat semula karena tak mampu melakukan dengan well done. Sering kali ini bukan karena tidak mampu tetapi karena mereka meremehkan, gegabah, asal2an, sembrono, menggampangkan, malas2an, dll. Bisa jadi karena pekerjaan itu terlalu sederhana, pekerjaan tak sesuai dengan harapan, imbalan tak memadai, membosankan, dll. Atau, bisa juga memang pekerjaan sulit, banyak hambatan, terlalu banyak, dlsb, yang membuat ybs dirundung putus asa. Apapun sikapnya, apapun latar belakangnya, jika memang mau meniti karir dengan baik dan benar kita harus S E L E S A I kan, apapun tugas & tanggung jawab kita. Ini sikap elementer. Siapapun dia, betapapun pandainya dia, tanpa sifat follow thru & well done, ybs tak akan 'rise to such occasion with aplomb'. Tidak bakalan. Having once decided to achieve a certain task, achieve it at all costs of tedium and distaste. The gain in self-confidence of having accomplished a tiresome labor is immense.~ Thomas A. Bennett Sejak MEMUTUSKAN untuk mencapai suatu tugas, capailah dengan harga berapapun itu biarpun membosankan dan memuakkan. Rasa percaya diri yang tumbuh karena telah MENYELESAIKAN dengan penuh kelelahan adalah ruar biasa. Bermula dari membuat keputusan, yang telah kita bahas itu sebagai sumpah bai'at, kita harus selesaikan dengan WELL DONE. Kita telah membeli one way ticket, dan sampai ke point of no return. Walau itu membosankan, walau itu bikin kita sebel, we have to finish it WELL DONE. Walau kita harus ketemu muka2 tengik yang tak kita suka, walau rasa malas merayap didada, walau rasa gamang menggayut dipelupuk mata, walau itu pekerjaan óra mutu, apapun. Apapun itu, jika ada yang JUAL pekerjaan dan kita BELI, kita tidak bisa mengembalikan apa yang telah kita beli. [ ..... lah, kok ngomong jual-beli lagi ? ...... :) ..... ]. Ketika hari2 melelahkan itu tlah berlalu, jiwa serasa lega. A job has been WELL DONE. Rasanya puas sekale, ketika kita bergumam kepada diri sendiri : well done ! Lepas dari 'azab & sengsara'. Begitu ber-ulang2 tiap kali orang memberikan tugas / tanggung jawab kita senantiasa menyelesaikan dengan baik. Lama kelamaan anda dikenal sebagai orang yang andal. Dan oran2 akan berpaling kepada anda, yang punya reputasi 'well done'. The best job goes to the person who can get it done without passing the buck or coming back with excuses. Napoleon Hill Pekerjaan2 yang bagus selalu jatuh ke orang2 yang bisa 'well done' tanpa cerewet soal duit atau bolak balik dengan beribu dalih. Secara bertahap anda akan mendapatkan pekerjaan2 yang makin bermutu, yang menantang, yang menggairahkan, yang heboh, sedemikian rupa lama kelamaan anda akan naik daun, 'usually rise to such occasions with aplomb, for jobs WELL DONE'. Tetapi, untuk mencapai itu, anda harus punya ketahanan untuk melakukan apa yang anda tak sukai, takuti, sebeli, malasi, muaki, dll, dahulu. Sampai keataspun anda tak akan terbebaskan dari hal2 itu. Selalu ada hal2 yang membuat kita sebel, malas, naik pitam, dst. Selalu ada, dimanapun posisi anda. Jika kita tak bisa mengatasi itu, sulit sekale kita mendapatkan pekerjaan bermutu. Anda harus 'menjajajakan diri' dengan BUKTI, yaitu apapan yang anda kerjakan, hasilnya selalu W E L L D O N E
Diposting pada mailing list UGM Disadur oleh : Dewis Natra
Trackback(0)
|