Terkadang, pekerjaan membosankan harus kita hadapi dengan 'geram'. Lihatlah nasehat Disney You may not realize it when it happens, but a kick in the teeth may be the best thing in the world for you. Walt Disney
Kau tak tahu itu ketika terjadi, tetapi menggertakkan gigi bisa jadi sesuatu yang terbaik didunia ini. Begitulah, kadang kita harus mengatupkan rahang agar kita bisa melewati saat2 menjemukan itu. Atau, tengoklah kata Winston Churchill. If you're going through hell, keep going. -- Sir Winston Churchill. Saat2 paling menyenangkan adalah ketika kita menyelesaikan tugas2 yang melelahkan. Ibarat kita dari panas terik masuk keruang sejuk, aaaahhhh, ..... nikmatnya. Sambil menggumam mantap : well done. Ibarat kita ini perusahaan, kita membangun citra 'well done'. Orang2 akan berpaling keanda, termasuk atasan2, sejawat2, pemasok2, pelanggan2, head hunter, dll. Anda potensial 'dibajak'. Dulu telah kita bicarakan perbedaan antara T_F dalam hal people & task oriented. Sekarang ada lagi dikotomi Process vs Result oriented. Seorang process oriented menikmati apa yang sedang dilakukan dan kurang peduli dengan hasilnya. Sebaliknya seseorang yang result oriented lebih fokus pada tujuan dan kurang peduli pada proses. Bini saya suka proses shoping, tidak begitu ambil pusing mau beli apa. Terkadang ia beli yang bukan2. Saya sebaliknya, jika mau belanja - to the point. Tidak serong kekiri tidak serong kekanan. Birokrasi adalah sebentuk dampak negatip dari orientasi proses. Birokrasi menyebabkan orang kehilangan arah. Mereka menjadi tenggelam dalam proses administrasi, prosedur2, tatacara, tata tertib, dll, dan kehilangan tujuan. Seperti telah kita peragakan, Quantity Surveyor saya tenggelam dalam proses 'menghitung', lupa bahwa yang jadi tujuan adalah menang tender. Idealnya M bersifat result oriented tetapi perumusan ini menjadi sulit karena untuk jajaran M papan menengah kebawah, pekerjaan2 umumnya menjalani proses. Terutama untuk organisasi2 besar, mapan, dan birokratif. Dimana sistem, tradisi, tata tertib dll sudah melembaga. Mereka yang mematuhi ini plus sikap well done akan lebih mudah merayap keatas katimbang mereka yang punya gagasan2 cemerlang. Justru mereka yang tinggi kapasitasnya jadi terhambat karena tidak mendapat kesempatan menyuburkan potensinya. Yang harus mereka lakukan adalah keuletan bertahan walau proses ini serasa monoton dan membosankan. Ketika mereka sampai kejajaran M menengah barulah orang2 dengan orientasi ke hasil lebih berpeluang. Mereka yang berkarakter result oriented dan berada pada organisasi2 muda, organisasi2 kecil, atau yang dalam keadaan krisis, belum mapan, dll, lebih berpeluang karena tidak terbelenggu dengan kemapanan sistim. Apapun, sebaiknya semua orang yang memutuskan berada dalam titian M seyogyanya membangun karakter result oriented. Seorang yang result oriented adalah mereka yang jelas tujuannya, punya integritas terhadap tujuan, dan tak melepaskan matanya dari tujuan. Give me a stock clerk with a goal and I'll give you a man who will make history. Give me a man with no goals and I'll give you a stock clerk.~ J.C. Penney Berikan padaku penata usaha gudang yang punya tujuan dan nanti kuberikan kau seorang yang akan mecetak sejarah. Berikan padaku seseorang yang tak punya tujuan maka akan kuberikan padamu seorang penjaga gudang. Seorang yang proses oriented tak begitu jelas tujuannya. Ia hanya menjalani proses dan ber-putar2 tak jelas juntrungnya. Seorang yang punya tujuan akan lebih fokus dan biasanya ia meraih apa yang menjadi tujuannya. Terkadang sulit bagi seseorang untuk menetapkan tujuan pribadinya. Ia bisa mengisi itu dengan melaksanakan tujuan dari tugas2nya. Seorang proses oriented mudah bergeser dari relnya, mudah terseret situasi, kehilangan arah, dll. Sedangkan yang result oriented senantiasa dalam track. Ujung2nya ia akan memiliki 'track record' yang bisa digunakan untuk menjajakan diri.
Diposting pada mailing list UGM Disadur oleh : Dewis Natra
Trackback(0)
|