Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Manjago aia muko
Hiasan nan ndak bapunyo
Samo rancak jo basyukur
Nan jadi hiasan sanak nan lai
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Tradisi Balimau PDF Print E-mail
Written by hifni hfd   
Thursday, 21 August 2008
Balimau adalah satu kata yang mengandung satu kegiatan tradisi yang bernuansa religious di Minangkabu pada masa dahulu hingga sekarang. Biasanya tradisi ini dilakukan selang satu hari menjelang datangnya bulan Ramadhan. BALIMAU dalam terminologi orang Minang adalah mandi menyucikan diri (mandi wajib, mandi junub) dengan limau (jeruk nipis), ditambah ramuan alami beraroma wangi dari daun pandan wangi, bunga kenanga, dan akar tanaman gambelu, yang semuanya direndam dalam air suam-suam kuku. Lalu, dibarutkan (dioleskan) ke kepala. "Ramuan tradisional untuk balimau tersebut adalah warisan turun-temurun sejak dulunya, sejak puluhan tahun lalu bahkan konon sejak ratusan tahun lalu. Sungguhpun tradisi ini telah mulai hilang atau sengaja dihilangkan, karena ada kalangan alim ulama diranah minang sendiri , menganggap tradisi “ balimau “ sebagai perbuatan bid’ah, namun bagi kami apapun celaan terhadap tradisi ini, selayaknya “ Tradisi balimau” tetap dipelihara dan dilestarikan.

Makna dari tradisi balimau adalah untuk kebersihan hati dan tubuh manusia dalam rangka mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah puasa. Masyarakat tradisional minangkabau pada zaman dahulu, mengaplikasikan wujud dari kebersihan hati dan jiwa dengan cara mengguyur seluruh anggota tubuh atau keramas disertai dengan ritual yang memberikan kenyamanan dan efek bathin serta kesiapan lahir bathin ketika melaksanakan Ibadah puasa. Prosesi balimau pada awal-awalnya positif dan mendapat dukungan agama.

"Karena sebenarnya balimau pada awalnya tradisi itu, tidak saja dilakukan pada saat memasuki bulan puasa, akan tetapi sebagai jelang-menjelang antara dua atau lebih kerabat.Seperti lazimnya, orang yang baru nikah, menjelang orangtua/ mertua. Persyaratan yang biasanya disertakan pada acara itu, berupa limau kasai (ramuan balimau), karena dulu belum ada semacam sampo seperti sekarang. Tujuannya, agar orang yang didatangi dapat membersihkan diri, menyucikan diri. Namun tempatnya tidak di lakukan ditempat pemandian umum, tapi di tempat pemandian masing-masing." Inti dari tradisi balimau itu dalam rangka mengeratkan tali silaturrahmi. Kemudian, mensucikan diri sejalan dengan ajaran agama Islam. Islam itu sangat suka kebersihan.

Bukankah kebersihan itu sebagian dari iman?. “Balimau merupakan ajang silaturrahmi, di mana anak-kemenakan biasanya mengoleskan ramuan balimau ke kepala para mamaknya. Tradisi ini masih melekat pada sebagian daerah sampai sekarang di Minangkabau. Ini informasi yang disampaikan oleh Suhendri Datuk Siri Maharajo, Ninik-Mamak di Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam "Hanya oleh sebagian masyarakat, balimau disalah artikan sebagai hura-hura, mandi bersama-sama ke tempat-tempat pemandian umum, seperti sungai dan danau, juga laut. Sehingga inti dari bersuci itu bersih secara spiritual dan agama tidak bertemu lagi,"

Kini, dalam praktiknya, karena pengaruh hukum syarak dianggap tidak perlu lagi dipertahankan, mengingat menurut kalangan agama dan adat, sekarang ini telah terjadi pendangkalan makna dan salah kaprah dalam balimau pada sebagian besar masyarakat. Kedudukan tradisi balimau dalam adat dan budaya : Tradisi balimau tidak termasuk dalam kategori adat, walaupun ia telah ada sejak dahulu. "Dahulu arti “balimau” merupakan lambang dari pensucian diri, yang diyakini oleh masyarakat tradional yang bersifat ritual. Sebagai khazanah budaya, tradisi ini sah-sah saja, seperti halnya penyelenggaraan tata cara dan upacara perkawinan, menjelang dilakukan akad nikah pada sepasang pengantin. Bukankah berbagai ragam upacara perkawinan itu tidak lebih sebagai budaya yang sudah mengakar pula dalam kehidupan masyarakat.

Layakkah tradisi balimau dipertahankan ?

Sebenarnya, bila terjadinya ekses negatif atau salah kaprah dari tradisi balimau, seperti yang dilakukan oleh muda-mudi berbuat maksiat ditempat-tempat pusat pemandian, pastilah harus dikikis habis. Mengingat jangan sampai adanya pergeseran budaya; karena kita meniru apa yang ada pada orang lain. Selain itu jangan pula terjadi pendangkalan agama.

Akan tetapi mengingat "Tradisi balimau yang sudah membudaya dikampung-kampung dan dinagari di Ranah Minang, maka tradisi balimau tidak bisa dihapus begitu saja. Tradisi ini akan terus berjalan sepanjang zaman. Menjadi tugas keluarga, ninik-mamak, alim ulama dan cerdik pandai yang dapat mengurangi ekses negative dari tradisi balimau itu. Ketika masyarakat tradisionil di Indonesia pada umumnya termasuk Minangkabu belum mengenal sabun mandi atau shampoo, sebagai bahan pembersih tubuh dan rambut, semula mereka menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia, yang diyakini dapat memberikan efek bersih pada tubuh dan rambut pria dan wanita.

Sebut sajalah merang, buah mengkudu atau limau kesturi, sering kita dengar bahwa bahan itu mengandung zat pembersih tubuh. Dengan perkembangan zaman, dimana bahan-bahan pembersih sudah ready for use, maka ketika menjelang ramadhan itu tradisi balimau sudah berganti rupa dengan bahan-bahan made in pabric. Mereka tidak melakukan lagi di tempat pemandian umum, namun cukup dirumah masing-masing, sambil memasang niat akan melaksanakan puasa sebulan penuh dengan hati yang bersih.

Sebagai pusaka budaya, maka tradisi balimau ini bagi sebagian masyarakat akan tetap dipertahankannya. Siapa yang akan mempertahankan ? tentulah ia kaum padusi Minang yang meliputi Mande-mande, amai-amai dan bundokanduang yang selalu hadir disetiap kegiatan budaya minang. Dengan tidak mengabaikan ketentuan agama, yang mengikis setiap perbuatan bid’ah dikalangan masyarakat, maka hemat kami tidak perlu kawatir bahwa tradisi balimau akan berefek pedangkalan agama, melainkan hanyalah semata sebagai perwujudan pelesatrian khzanah budaya minang belaka.

Bahan alami yang digunakan pada tradisi balimau, antara lain : - Beberapa helai daun pandan, diiris halus, - Beberapa kuntum bunga kenanga, - Beberapa kuntum bunga mawar, - Segenggam bunga tanjung, - Segenggam bunga melati, - Beberapa jeruk kesturi, Campurkan semua bahan bahan ini, kemudian tuangkan dalam air panas suam-suam kuku. Bersihkan badan terlebih dahulu untuk mengikis kotoran yang menempel pada tubuh, sucikan hati dengan niat lahir bathin akan menunaikan Ibadah puasa sepenuh hati karena Allah SWT. Setelah itu guyurlah tubuh dengan ramuan diatas.

Yakini diri Anda bahwa Anda tidak melakukan hal yang bertentangan dengan agama, melainkan semata ingin merealisasikan khazanah budaya yang ada di Ranah kita serta ibadah kepada Allah SWT.

Trackback(0)
Comments (11)add comment

elvarena Irmi said:

Sebenarnya tradisi balimau perlu di lestarikan karena itu adalah tardisi atau budaya masyarakt..untuk mencegah penyimpangan arti dan makna balimau oleh generasi sekarang maka itu harus diluruskanatau diberi penjelasan kepada generasi muda sekarang..dan itulah gunanya niniak mamak dan bundo kanduang serta para ulama ..memberian arti dan penjelasan kepada generasi muda apa makna dan arti balimau yang sesungguhnya.....

mohon maaf atas komentarnya kalau ada yg salah..

Elvarena Irmi Chaniago
 
report abuse
vote down
vote up
August 22, 2008 | url
Votes: +0

de alfiand said:

sato ciek mengomentari mak dank/ mak tuo...
dalam bahasa indonesia raya sajo, buliah banyak yang mangarati

menurut pendapat saya, berdasarkan "setiap amalan tergantung niatnya", maka keinginan mencari kesucian itu patut diacungi jempol. orang ingin bersih tentu harus dibantu.
tapi dalam agama islam juga ada syariat yang mengajarkan tata cara bersuci, sehingga kalau tidak menurut tata cara itu tentu mengarah kepada bid'ah, sehingga kemungkinan terjadi kontroversi "ingin mencari kesucian sebelum memasuki bulan ramadhan, tetapi malah mencemari iman" tentu tidak baik akibatnya.

akhir kata, tentu kita serahkan kepada masing2 pembaca untuk mempergunakan nalar dan rasio masing2. orang yang hari sekarangnya lebih baik dari hari kemarinnya, dia adalah orang yang beruntung, orang yang hari sekarangnya sama saja dengan kemarin, maka dia telah tertipu, orang yang hari sekarangnya lebih buruk dari kemarin, maka dia adalah yang merugi.
tanda orang yang arif dan bijaksana adalah mau berubah setelah mendapat petunjuk... (apakah petunjuk dari sebagian ulama yang mengatakan balimau itu bid'ah mau didengar..., terserah)

kalau saya sendiri lebih mencoba meninggalkan tradisi itu, karena mengandung subhat yang sebaiknya ditinggalkan...

terima kasih...
wasalam
 
report abuse
vote down
vote up
August 22, 2008
Votes: +1

asmawir said:

Assalamualaikum wr.wb
Ambo sungguh salut sama Hj.Evi nan dalam segala bidang di muncul di dalam Cimbuat.net ini, mungkin sanak saudara nan lain2 nya sudah banyak yang membaca ARTIKEL2 dari Hj.Evi ini, jadi saya tak perlu menyebutkan satu persatu ARTIKELnya lagi...dan sekarang di nukilkan ARTIKEL yang baru berjudul BALIMAU......
Sebenarnya tradisi balimau dari sejak kecil saya di daerah saya tinggal memang ada juga tradisi BALIMAU ini, memang betul sekali pelaksanaannya adalah sewaktu mau bulan puasa..dan tempat pelaksanaannya di daerah pergunungan(tapaik batu) artinya air yang mengalir di atas batu panjangnya kira 400 meter dan lebarnya 80meter lebih kurang . jadi batunya sungguh sangat besar dan lebar,yang 400x80mtr,yang kelihatan yang menutupi sungai(batang aie) batu itu letaknya landai , jadi akhir (ujung dari batu tadi terpotong rata ,sehingga lebar 80 meter merupakan air terjun( pencuran) membuat lubuak(kolam), disitulah orang2 mandi dan balimau yang dilakukan setiap tahunnya..sewaktu saya di kampung dulu.
Perlu juga sanak ketahui tempatnya di bukit sungai lareh atau ulu sungai dari batang air Lubuk Minturun nan bamuaro ka muaro Tabing. disinan lokasinyo.dan uniknaya lagi batu itu (tampaik) sbahagian dari batu itu menjulang ke udara tetapi letaknya miring membuat sudut 45%, jadi kita dapat berteduah dibawahnya
Yo kok saya pribadi indak baa doh di lestarikan karena itu adalah tradisi atau budaya masyarakt..cuma ya perlu jangan ada penyimpangan arti dan makna balimau oleh generasi sekarang maka itu harus diluruskan atau diberi penjelasan kepada generasi muda sekarang.

selamat Hj.Evi , maaf atas komentarnya kalau ada yg salah..

Walaikum salam Wr.wb..
Asmawir Chaniago/Elo
 
report abuse
vote down
vote up
August 23, 2008
Votes: +0

tanty blåtind said:

Salamun alaikum

Kebudayaan atau tradisi seperti ini adalah cara kita dalam suatu kelompok masyarakat melakukan sesuatu hal, pesta ulang tahun, perkawinan, perayaan dan peristiwa-peristiwa lain. Hal ini bisa berarti baik atau buruk, terkadang sejalan dengan kitab suci Al Quran dan terkadang bertentangan. Yang berbahaya adalah ketika kita menggabungkan kebudayaan atau tradisi dengan cara hidup (Din) yang sesuai dengan ajaran dalam Quran.

Allah telah memberikan kita kitab suci Al Quran sebagai petunjuk bagi kehidupan spiritual dan kegiatan kita sehari-hari. Allah telah menyatakan dengan jelas dalam Al Quran bahwa kitab suci ini lengkap, sempurna dan terperinci dan bahwa apapun yang ingin kita ketahui atau yang ingin kita capai dalam hidup, dapat ditemukan di dalamnya.

Jadi jika anda menambahkan segala jenis kegiatan atau ritual kedalam cara hidup yang tidak sejalan dengan Al Quran, itu berarti anda menyekutukan Tuhan atau syirik, sederhana saja. Jadi segala kegiatan yang ada kaitannya dengan Din-nillah, harus ada dasarnya dalam Al Quran, jika tidak, berarti tidak ada hubungannya dengan Din-nillah.

Anda mungkin bertanya bagaimana seharusnya kita melaksanakan semua tindakan dan ritual yang kita lakukan sebagai seorang Muslim jika tidak ditemukan dalam Al Quran? Jawabannya sangat sederhana, kita tidak melakukannya!

Pernyataan diatas mungkin mengejutkan dan membuat takut kebanyakan Muslim saat ini. Mengapa?? Karena AGAMA mereka memiliki banyak sekali tindakan atau kegiatan atau tradisi atau ritual yang tidak ada dasarnya dalam Al Quran. Jadi darimana mereka mendapatkan dasar untuk semua praktisi atau ritual ini? Mereka mendapatkannya dari keluarga mereka, tradisi dalam satu suku, ulama dan hadis. Kebanyakan ritual yang dilakukan diambil dari kumpulan hadis-hadis.

39:23 Allah telah menurunkan perkataan (hadis) yang terbaik, kitab yang tetap mutunya, dan menjelaskan dari segala cara. Kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya gemetar, kemudian kulit dan hati mereka menjadi tenang diwaktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya. "

Jadi, jika anda ingin menjalankan kehidupan sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah, cobalah untuk mempelajari Al Quran. Sayangnya, banyak sekali terjemahan Quran yang condong mengambil masukan dari budaya dan tradisi dan hadis-hadis, sehingga tidak mudah mencari terjemahan Quran yang murni dan benar. Saya berharap pada saatnya nanti lebih banyak orang yang akan menterjemahkan Quran dengan benar dan juga bahwa semua yang menyebut dirinya Muslim akan mengikuti Din Allah, dan berhenti jadi pengikut Sunni Muslim, Syiah Muslim, dan aliran-aliran ciptaan lainnya.

Allah memerintahkan kita untuk membaca, untuk mempelajari dan mentahkikkan segala sesuatunya untuk diri kita sendiri, bukannya secara membabi buta mengikuti nenek moyang kita, kelompok-kelompok, imam-iman, kaum ulama dan kumpulan hadis-hadis.

17:36 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”.

2:170 “Dan ketika dikatakan kepada mereka, Ikutilah apa yang diturunkan Allah, mereka berkata: Tidak! Kami hanya mengikuti apa yang diikuti oleh nenek moyang kami. Walaupun apa yang diikuti oleh nenek moyang mereka sama sekali tidak masuk akal atau tidak mengikuti jalan yang benar”.

3:138 “Al Quran ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”.

Maaf seandainya pendapat saya tidak berkenan dihati.

Wassalam
 
report abuse
vote down
vote up
August 23, 2008 | url
Votes: +0

zamzamir chaniago said:

Ambo sangat saluik jok kakak kito Hj. evi dalam mempromosikan budaya minang kabau, dan kito harus batarimo kasih banyak atas ide-ide cermelang yang keluar dari pemikiran beliau, kok dapek budaya nan kito promosikan ko sasuai nan alah di latakan dasarnyo oleh alim ulama, cadiak pandai, sarato niniak mamak, nan disabuik tigo tungku sajarangan tali nan bapilin tigo, jan di hadang kandue salai. apo nan manjadi dasar adaik budaya minang kabau, yaitu: ABS SBK ( Adaik Basandi Sarak Sarak Basandi Kitabullah) mari kito samo-samo batanyo kapado urang yang lebih tau dari pado kito yang di sabuik ulilamri untuak itu, adokah rasullulah dan sahabatnyo, serta pengikuiknyo balimau jok daun pandan bongo2an untuak pencucian diri sabalun masuak bulan puaso? karano rasulullah sebagai pribadi nan patuik kito contoh dan disuruah contoh oleh Allah dalam Al Quran begitu banyak ayat menyuruh " ikutilah Allah dan RasulNya" indak ado salahnyo doh sasek di ujuang jalan kambi kapangka jalan.
salah satu Adaik nana basandi sarak sarak basandi kitabullah, di dunia ko hanyo di sumaterabarat, jan sampai rusak satan sabalango dek nila satitiak, mari kito basamo-samo mancari kebenaran, mungkin ambo pun bisa salah dalam mengomentarinyo, kabangkek Allah ambo minta Ampun dan kabangkek manusia ambo minta Maaf.

ambo sacaro pribadi minta maaf nan sabesar2nyo mangke kakanda Ifni (Hj. evi) atas kurang berkenaan komentar ambo ko, anggap sajo carito ambuih2 dari di dunia maya ko.
 
report abuse
vote down
vote up
August 25, 2008
Votes: +0

asmawir said:

Assalamualaikum wr.wb.......

Dengan senang hati saya membaca cometmen dan pendapat dari saudari tanty....yang mulia. yang telah memberikan masukan dan pandang kepada kita semua pencinta cimbuak yang budiman..
Cuma sedikit saran dari saya pada saudari tanty yang saya kagumi ... telah membuat suatu kesimpulan dan membilang orang syirik, tanpa memperdulikan sopan santu didalam agama apa lagi kita ini orang minang, dengan mudah saja mengeluarkan kata2 memonis orang..!!!
memang didalam agama di wajibkan atau mengajarkan kepada seseorang , walaupun yang kita miliki satu ayat...wajib kita memberikannya/menyap0aikan..??.tetapi bukan demikian caranya...
berarti saudari tanty sudah dapat mempastikan orang2 yang berlimau tadi syirik.
Jadi saudari tanty dimana duduknya..??????
Nauzubillah............
wassalamualaikum wr.wb


 
report abuse
vote down
vote up
August 25, 2008
Votes: +0

Syafrizal Katik Batuah said:

Niat Puasa untuk Sebulan Penuh
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menjelang datangnya bulan yang penuh rakhmat ini, seringkali kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan tentang Niat Puasa. Sebagian ada yang berpendapat, bahwa Niat Puasa di bulan Ramadhan cukup diucapkan 1 (satu) kali, yaitu diucapkan pada saat makan sahur pertama diawal bulan Ramadhan dengan niat berpuasa untuk sebulan penuh di bulan Ramadhan. Tetapi ada juga yang berpendapat, bahwa Niat Puasa di bulan Ramadhan harus diucapkan setiap kali kita akan berpuasa di bulan Ramadhan.

Untuk menghilangkan keragu-raguan kita tentang pendapat-pendapat tersebut di atas alangkah baiknya untuk kita simak dulu penjelasan dari ustad Ahmad Sarwat, Lc sebagai mana berikut ini.

Para ulama menyebutkan Niat Puasa itu dengan sebutan tabyitun-niyah. Berasal dari kata baata yaitu yang berarti bermalam. Dan niyah maknanya adalah berniat untuk puasa. Jadi makna istilah itu adalah berniat sejak malam sebelum esoknya berpuasa.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:
وَعَنْ حَفْصَةَ أُمِّ اَلْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا, عَنِ اَلنَّبِيِّ قَالَ: مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ اَلصِّيَامَ قَبْلَ اَلْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَمَالَ النَّسَائِيُّ وَاَلتِّرْمِذِيُّ إِلَى تَرْجِيحِ وَقْفِهِ, وَصَحَّحَهُ مَرْفُوعًا اِبْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ وَلِلدَّارَقُطْنِيِّ: لَا صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يَفْرِضْهُ مِنَ اَللَّيْلِ
Dari Hafshah Ummul Mukminin ra. bahwa Nabi SAW bersabda, "Siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum fajar, tidak ada puasa untuknya. (HR Khamsah).

Tidak sah puasa bagi orang yang tidak berniat sejak malam. (HR Ad-Daaruquthuni)

Para ulama sepakat bahwa untuk puasa yang bersifat wajib seperti Ramadhan, nadzar dan qadha', setiap kita harus sudah meniatkannya sebelum melakukannya. Batas waktu berakhirnya adalah masuknya waktu Shubuh, atau sejak dimulainya puasa itu.

Sedangkan untuk puasa sunnah, tidak ada kewajiban tabyitun-niyah. Jadi meski di pagi hari seseorang sama sekali tidak berniat untuk puasa, bahkan sempat mencari-cari makanan, lalu karena tidak mendapatkan satu pun yang bisa dimakan, tiba-tiba mengubah niatnya jadi ingin berpuasa.

Dalilnya adalah sabda Rasululllah SAW berikut ini:
- وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ اَلنَّبِيُّ ذَاتَ يَوْمٍ. فَقَالَ, " هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ? " قُلْنَا: لَا. قَالَ, " فَإِنِّي إِذًا صَائِمٌ " ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ, فَقُلْنَا: أُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ, فَقَالَ, " أَرِينِيهِ, فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا " فَأَكَلَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Aisyah ra. berkata, "Suatu hari Rasulullah SAW masuk ke rumahku dan bertanya, "Kamu punya makanan?" Aku menjawab, "Tidak." Beliau berkata, "Kalau begitu aku berpuasa saja." (HR Bukhari dan Muslim)

Khusus untuk puasa sunnah hukumnya boleh tanpa tabyitun-niyah, seperti puasa Senin Kamis, atau puasa Ayyamul Biidh tiap tanggal 11, 12 dan 13 bulan-bulan hijriyah, puasa Asyura, puasa Arafah dan lainnya.

Tanpa diniatkan sebelumnya, puasa wajib hukumnya menjadi tidak sah. Untuk itu di hari lain di luar Ramadhan nanti, ada keharusan untuk mengganti. Namun bukan berarti orang yang tidak berniat puasa di bulan Ramadhan ini boleh makan-makan di waktu siang. Dia tetap diwajibkan untuk menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi tetap tidak sah bila berpuasa.

Niat Puasa untuk Sebulan Penuh
Sebagian ulama memandang bahwa meski puasa bulan Ramadhan itu berada dalam satu bulan utuh, namun satu hari dengan lainnya tetap terpisah-pisah. Bila seseorang batal puasanya dalam satu hari, tidak berpengaruh kepada batalnya hari yang lain.

Ini menunjukkan bahwa meski berada dalam satu bulan, tetapi satu hari dengan hari yang lainnya terpisah, tidak menjadi satu. Oleh karena itu maka keharusan berniatnya pun harus satu-satu. Sehingga tiap malam harus kita lakukan tabyitun-niyah.

Namun satu pendapat dari imam Malik rahimahullah menyatakan bahwa tidak ada yang salah dengan niat untuk puasa selama sebelum penuh, tanpa harus melakukannya tiap malam. Sebab yang namanya niat itu tidak harus dilakukan tepat sesaaat sebelum suatu pekerjaan dilakukan. Lagi pula meski satu hari dengan hari lainnya terpisah, tetap saja tidak ada salahnya kita berniat untuk melakukan puasa sebanyak 30 hari secara sekaligus.

Para ulama kemudian ada mengambil langkah bijak, yaitu mengkombinasikan antara kedua pendapat tersebut. Yaitu sejak malam pertama Ramadhan berniat untuk berpuasa sebulan penuh, tetapi tiap malam tetap diupayakan melakukan niat juga. Ini adalah jalan tengah yang kompromistis dan bijak. Rasanya, boleh juga kalau kita coba.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Katik Batuah
 
report abuse
vote down
vote up
August 25, 2008
Votes: +0

tanty blåtind said:

Salaam mak Elo,

Thank you for your overly nice greetings. Saya rasa komentar mak Elo agak menyimpang dari poin yang saya tulis. Saya mengemukakan pendapat tentang praktisi-praktisi yang dilakukan atas nama Islam. Begitu banyak praktisi yang dilakukan sepanjang tahun seolah-olah bagian dari Islam, namun kenyataannya semua itu tidak dinyatakan sama sekali dalam kitab suci Al Quran.

Coba baca kisah nabi Ibrahim, sebuah pelajaran yang sangat penting diberikan kepada kita. Apakah dia mengikuti tradisi yang dilakukan oleh ayahnya atau sukunya? Saya rasa tidak, Allah telah memperingatkan kita terhadap praktisi-praktisi ciptaan atau rekaan.

Jadi jika seseorang ingin mandi/menyucikan diri, atau berpakaian dengan cara tertentu, atau mengkonsumsi makanan tertentu, tidak apa-apa sepanjang semua itu sopan dan halal dan tidak melakukannya sebagai sebuah ritual yang dikaitkan dengan Islam. This was my argument, nothing else.

Oya, saya duduk di kursi nyiak, hehe … becanda.

Sekali lagi maaf bila pendapat saya tidak berkenan dihati.

Wassalam.
 
report abuse
vote down
vote up
August 25, 2008 | url
Votes: +0

de alfiand said:

mungkin saya harus bersetuju lagi dengan tanty dalam hal ini..., yaitu pada bagian

"Coba baca kisah nabi Ibrahim, sebuah pelajaran yang sangat penting diberikan kepada kita. Apakah dia mengikuti tradisi yang dilakukan oleh ayahnya atau sukunya? Saya rasa tidak, Allah telah memperingatkan kita terhadap praktisi-praktisi ciptaan atau rekaan."

bahwa para rasul diturunkan dengan satu tujuan, yaitu mengubah perilaku yang sudah ada. akan tetapi sepeninggal para rasul itu, kebanyakan manusia kembali kepada jalan nenek moyangnya, dan bukan kepada jalan rasulnya..

mungkin kita memang harus banyak instrospeksi lagi, termasuk dengan adat istiadat kita sendiri...

wasalam
 
report abuse
vote down
vote up
August 28, 2008
Votes: +0

Zulkarnain Kahar said:

Assalamulaikum w.w

Komentar dunsanak salut saya. Saya melihat tradisi ini sederhana saja.

Ketika saya masih anak anak Ibu selalu menyiapkan air wangi limau ini sehari sebelum puasa.

Coba kau cium , gimana katanya "Harum wangi rasa jeruk buk dan enak harum" jawab saya.

Mari kita sambut bulan ramadhan dengan hati dan tubuh yang bersih serta wangi semerbak. Wangi wangian alami rasa jeruk dan daun pandan serta bunga bungaan adalah aroma yang akan membuat fikiran kita segar dan siap menyambut datangnya bulan penuh rahmat. Dan yang ini dijamin mengandung zat kimia dan tidak pula membuat kulit alergi. Kalau diramu oleh pakarnya wanginya berlanjut berhari hari mengalahkan Chanel Number5,

Marhaban ya Ramadhan.

Wassalam
Zulkarnain Kahar


 
report abuse
vote down
vote up
August 28, 2008 | url
Votes: +0

Zulkarnain Kahar said:

correction ***tidak mengandung zat kimia,
 
report abuse
vote down
vote up
August 28, 2008 | url
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Monday, 25 August 2008 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 11 guests and 11 members online
Powered By PageCache
Generated in 1.03240 Seconds