Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Bajalan ba nan tuo
Balatia ba nakhodo
Bakato ba nan pandai
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Hidup Berakal Mati Beriman - Hiduik Baraka Mati Bariman PDF Print E-mail
Written by Zulkarnain Kahar   
Saturday, 30 August 2008

ImageKalau sama saja dengan orang lain itu artinya anda adalah orang lain. (zxkahar)

“PPS Club Business Luncheon "  mengundangku untuk hadir, pada Tgl 25 Agustus  untuk merayakan 63 tahun Indonesia Merdeka. Di Grand Ball Room, Grand Hyatt Hotel.  Kali ini aku akan hadir karena judulnya  "Celebrating Indonesia 63rd Independence Day" menggugah rasa kebangsaanku.

Dua kali undangan luncheon dari AirFrance/KLM tak pernah kuhadiri, saya suruh Istri saya pergi dengan mengajak orang termiskin di RT saya, satu kali lagi istri pak RT yang tak pernah tahu nama jalan jalan jakarta, orang orang yang tak pernah dilayani ini menjadi tamu kebesaran dari KLM.  Entah lah ada kebahagian tersendiri bagiku bila aku bisa memberikan kesenangan bagi orang lain. Setiap aku transit di Singapore tak pernah kulewatkan untuk membawa orang Indonesia  untuk masuk ka Launchnya Singapore Airline, begitu juga bila sedang di Paris selalu kucari si melayu, kalau tak ketemu siapa saja asal asean yang biasanya pilipino yang menjadi pilihan karena mereka selalu ada dimana mana.

Dengan  celana jean yang berwarna kabur  serta baju kerja tangan dilipat sampai disiku engkai dengan sepatu bot camel yang sudah mulai pudar aku berangkat dari rumah. Setelah Parkir mobil di kantor yang berlokasi semanggi aku  berjala sekitar sepuluh menit menuju halte busway. Turun di bundaran HI, akupun  lanjut  menuju lokasi makan siang di Hyatt hotel itu.

Aku lupa pula membawa print out undangan yang dikirim lewat email yahoo itu. Kulihat didompet ada Kartu PPS ku langsung keserahkan kepada para penyambut tamu. “go show” ya pak katanya, “tidak saya bilang kenapa tidak anda lihat daftar undangan anda itu dan cocokan nama saya yang tercantum di PPS itu”.  Setelah melihat kembali kemudian dia berkata “oh maaf pak”. “ Ada kartu nama pak, ini ada lucky draw” sambil menunjukan  cambung kaca yang sudah berisi kartu nama para hadirin. “tidak” saya bilang. “ tapi kalau tujuannya hanya luckydraw ini ada “sambil menunjukan potongan boarding pass dengan nomor kursi 2A” yang terselip didompet saya. Sambil berpandangan satu sama lain nona nona pemyambut tamu itu akhirnya berkata, “masukan sajalah pak” katanya. Dengan sedikit senyum saya katakan “ I will get your lucky draw, trust me” kata saya sambil berjalan masuk. Boarding pass yang dwi warna Biru putih itu adalah yang paling
 menyolok kelihatan dibandingkan dengan tumpukan kartu2 nama lain  dalam cambung itu.

Busyet, didalam semua orang pakai jas minimal pakai batik sutera yang harganya pernah kulihat di Plaza senayan seharga limia jutaan. Bulek, india, cina dan satu dua melayu masing masing bergerombol melikar sambil berdir mengelilingi meja bulat.  Ada layar besar dengan menampilkan filem bagaimana nyamannya business class baru Singapore airline. Ada stage dengan pemain band yang sedang bedendang lagu lagu barat th 70 han.

Tentu saja aku merasa asing sendiri.  Pengalaman dalam situasi seperti ini sebenarnya sudah sering kuhadapi. Sambil menyambar coca cola dingin yang ditenteng oleh para pelayan aku mencari tempat duduk dekat sepasang keluarga Cina. Kuljulurkan tangan sambil berkata, “ hai, saya Zulkarnain Kahar”.  Beliau mengeluarkan kartu nama dan memerikan pada saya. Sambil meminta kartu nama saya. “Tidak punya pak” kata saya sambil melihat kartu namanya disitu terulis beliau adalah Chairman dari sebuah perusahaan besar di Indonesia dan Singapura .

Tanpa sadar terucap dari mulut saya” man, you are big bos”. Istrinya kelihatan tersenyum.  Kemudian kami bercerita macam macam, kalau dikantor dan lingkungannya, mungkin orang berbicara dengannya mengangguk angguk diapun serba salah berakting sebagai tuan besar. Dikejauhan saya lihat tampang orang yang pernah muncul di tipi selalu di ikuti oleh seketarisnya kemana dia bergerak.  Jadi teringat ketika saya menyapa Miranda Gultom di pesawat, beliau duduk disebelah saya,”wah  ini kesempatan langka, biasanya ibuk saya lihat di tipi sekarang disebelah saya, apa kabar bu?” Bagaimana dia curhat seperti kawan setara. Saat saya bilang”saya kuli buk”. Dia langsung nyeletuk” kalau engnineer itu memang harus jadi kuli, kalau engineer di perbangkan itu yang salah” katanya. Walaupun dalam hati aku tertawa bahwa aku bukan insinyur.

Saat saat yang ditunggu tunggu tiba” Lucky Draw”. Country manager SIA melihat kecambung kaca  pada saat itu hati kecil saya berkata ”kenak lu”. Kalau dia meraba sambil melihat tempat lain mungkin akan lain ceritanya.

“Kahar Zulkarnain” nama saya tersebut. Kemudian saya pun melenggang naik kepanggung menerima hadiah. Dan kembali ketempat duduk. Pak bos langsung komplain sama saya. Gimana anda dapat hadiah tapi kartu nama tidak ada”.

“Pak kalau saya tarok kartu nama, probability saya untuk dapat hadiah di marauke pak, dalam situasi kritikal satu urat saraf minang saya bekerja pak”.  Sambil  ketawa ada pepatah dikampung saya pak bos ”Hidup berakal mati beriman”.

Sebelum berpisah beliau bertanya “bagaimana saya memamggil anda kalau suatu saat nanti bertemu”. “Just call me zul pak” sambil menyalami kedua suami istri toke besar tersebut saya permisi pulang..,

Wassalam
Zulkarnain Kahar
 

 

Trackback(0)
Comments (2)add comment

Brian Haryadi Tamon (PDK) said:

luaa...biasoo, itu kato2 yang pas Ambo sampaikan ka Uda Kahar. Walaupun satiok tulisan Pak Kahar di Cimbuakko bamulai dari kisah 'kekecewaan, atau katasingguangan'. Tapi, bagi kami iko suatu hal yang wajib untuak dibaco, iko laa sosok 'idealis' Uda Kahar yang 'langkah'. Maju taruiii Pak Kahar, sucses selalu. Kami (Ambo) tunggu tulisan2 selanjutnyo. salam dari Ambo, Piliang Dt kando
 
report abuse
vote down
vote up
August 30, 2008
Votes: +0

Limpapeh2007 said:

Bia Takapik, tapi tatap manggigik.....
ado pulo nan salah kaprah orang nan kurang saketek nan awak danga"maaf" : Hiduik baraka, mati bariman, kapalo bakada ......... ---nan macam ko nan marucak citra keuletan dalam berdiplomasi urang awak, memang dari dulu dalam hal diplomasi urang minang labiah unggul..
 
report abuse
vote down
vote up
August 30, 2008
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Saturday, 30 August 2008 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 2 guests and 5 members online
Generated in 1.02625 Seconds