To me it suffices to wonder at these secrets and to attempt humbly to grasp with my mind a mere image of the lofty structure of all that there is. Albert Einstein
Bagiku cukuplah mengagumi rahasia semesta dan dengan rendah hati mencoba memahami dengan pikiranku, ternyata hanyalah gambaran2 adistruktur yang begitu. But I'm not using those lessons just for theorizing about the future, I am betting on it. Bill Gates Aku bukan hanya menggunakan pelajaran2 untuk berteori tentang masa depan. Aku pertaruhkan itu. Ada perbedaan fundamental antara kedua sosok itu. Yang satu cukup 'mengagumi', satunya sampai 'bertaruh'. Yang satu cukup 'berteori', satunya 'praktek'. Tidak sebatas teori, tetapi orang2 yang senada Einstein menganggap gagasan2, intuisi, konsep, kajian, rancangan, rencana, impian, cita2, dll sudah 'end', sudah selesai serta tidak perlu ditindak lanjuti. Sosok yang lain lebih mirip Bill, segala macam ide, teori, ancangan, intuisi, dll, belum selesai harus ditindak lanjuti dalam tindakan eksekusi. Semua yang berasal dari awang2 haruslah ditranslasi menjadi substansi. Ini tidaklah berarti sosok seperti Einstein salah atau keliru. Tetapi memang ada type2 manusia seperti beliau. Yang menganggap bahwa teori sudah 'end'. Orang lainlah yang harus mentranslasi menjadi substansi. Sosok seperti itu cocok dilingkungan semacam perguruan tinggi, Bapenas, CSIS, legislatip, badan2 pengkajian, think tank, analis, konsultan, dlsb. Mereka ini adalah pabrik pikiran. Mereka type thinker. Sedangkan yang mirip Bill Gates merupakan kombinasi thinker, doer, dan better (pelaksana + pemikir + petaruh) yang menterjemahkan segala macam proposal, slogan2, desain2, konsep, gagasan, inspirasi, intuisi, impian, dan sejenis itu dari awang2 menjadi kenyataan. Simak lagi Einstein : To me it is suffices to wonder ..... Bill : I am betting on it ! Jika ini dua titik extrim antara Einstein & Bill, maka simpul2nya THINK - ACTION - BET Ini adalah dua extrim, yang satu tak mau beranjak dari gagasan, yang satu ketitik maksimum, bertaruh. Sebagian besar dari kita berada diantara dua titik extrim itu yaitu kombinasi Think + Do. Tetapi ada yang condong ke-kiri2an, yaitu cukup sampai teori, yang satu condong kearah kanan. Type thinker thok kurang pas dijajaran M karena M adalah eksekusi, itu sebabnya disebut Eksekutip. M juga tidak sampai kelevel 'bertaruh'. M adalah kombinasi think & do. Kawan saya seangkatan sebut namanya Badu juara di MM tetapi ia memiliki karakter seperti Einstein. Ia mampu membuat proposal2, desain2, konsep2, dan sejenisnya yang istimewa tetapi ia kurang tergerak untuk sampai tahap eksekusi. Ia dulu bercita mau jadi Top Eksekutip tanpa menyadari bahwa sifatnya tak sesuai dengan habitat M yang menuntut eksekusi. Sebaiknya, yang rangking bontot saya sebutkan namanya Zainal Abidin justru sukses ! Karena ia punya karakter eksekutip yaitu spirit mengeksekusi apapun yang di-awang2 menjadi substansi. Zainal condong ke Think & Do, serta berani Bet. Berikan padaku orang kelas I mengerjakan gagasan kelas II, bukan orang kelas II yang mengerjakan gagasan kelas I (lupa sumbernya) Orang2 macam si Badu, yang condong kesikap Einstein banyak mereka kesana kemari bawa2 berbagai gagasan, proposal, dll. Belum lagi selesai dieksekusi, datang lagi gagasan2 baru yang nampak 'bagus'. Demikian seterusnya ia meloncat dari satu gagasan ke gagasan yang lain2 tanpa pernah menyelesaikan satupun. Itu sebabnya saya ber-panjang2 soal well done. Si Badu lebih cocok ke habitat yang non M, walau itu kurang tampak ngejrèng. Mereka bisa hebat sebagai arkitek, desainer, corporate planner, strategic planer, think thank, pengkaji makalah, dlsb. Ini adalah peran2 informatif, bukan direktif, bukan desisif. M adalah sekian persen (T)hink, sekian persen (A)ction, dan jika berada dipuncak, ada kandungan (B)et. Secara gradual proporsi2 itu berubah, kira2 sbb Pada entry level, mayoritas A, sedikit T dan sama sekali tanpa B Pada level menengah Kadar T naik, kadar A menurun, dan masih belum bersentuhan dengan B Pada Top Eksekutip, kadar T naik lebih banyak, A menurun, dan muncul tuntutan untuk B. Celakanya, titian ini tak selalu serasi dengan peniti karir ! .... belon selesai, .....
Diposting pada mailing list UGM Disadur oleh : Dewis Natra
Trackback(0)
|