Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Cawang di langik tando ka lapeh
Ingek di rantiang ka manyucuak
Tahu di dahan ka maimpok
Tahu di unak kamanyangkuik
Pandai maminteh sabalun anyuik

Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Hikmah Ramadhan (1) : Berakhlak mulia adalah Buah Amaliah Ramadhan PDF Print E-mail
Written by Buya H Masoed Abidin   
Friday, 05 September 2008

ImageWahyu Allah mengingatkan, antara lain, "Dan tiadalah kami mengutus kamu (wahai Muhammad), melainkan untuk (menjadi) Rahmat bagi Semesta Alam". (QS. 21 ‑ Al Anbiya ‑ ayat 107). Jika Nabi Muhammad SAW tidak diutus sebagai Rasul, maka Alquran pun tidak akan pernah ada, dan kita tidak akan tahu, bagaimana bentuk kehidupan manusia di akhirnya.

Kebuasan binatang adalah soal biasa. Tetapi, kebuasan manusia akan menyisakan persoalan-persoalan, antara lain perkosaan manusia terhadap lainnya, pengrusakan alam lingkungan di obrak‑abrik oleh kebejatan moral manusia. Kita wajib bersyukur kepada Allah, yang mengutus Muhammad disertai Alquran, untuk mengangkat derajat manusia menjadi yang paling mulia di antara makhluk yang ada.

Ajaran Agama, mengarah kepada perubahan watak manu­sia, dan kepada tingkah laku dalam kehidupan. Ajaran agama, akan mengikat gerak dan jalan manusia. Ilmu pengetahuan agama, mempunyai satu tuntutan agar orang mengubah sikap dan tingkah lakunya, sesuai dengan perintah agama (perin­tah‑larangan dari Allah SWT), dalam semua persoalan hidup manusia, dengan menunjukkan cara menyelesaikan seluruh problematik kehidupan manusia. Ajaran agama (yang bersumber dari Allah, dengan pedoman Alquran), akan menyembuhkan penyakit yang melanda manusia, yang melanda masyarakat manu­sia, lantaran kejahatan atau kerusakan moral manusia sendiri. Segala penyakit dan wabah yang merusak nilai‑nilai kemanusiaan, akan disembuhkan secara total oleh ajaran agama, jika masyarakat manusia itu benar‑benar thaat mengikuti ajaran agama (Allah) itu.

Kitapun, sebagai manusia, berada di permukaan dunia ini, mempunyai satu tugas suci, selalu memelihara nilai‑nilai kemanusiaan kita, dengan cara yang ditetapkan oleh Maha Pencipta."Dan tidaklah diciptakan manusia dan  jin, melainkan hanya untuk pengabdian kepada KU (Allah)", (Alquran). Pengabdian kepada Allah (beribadah), adalah memung­sikan akal, dan menempatkan manusia pada konsentrasi yang benar. Di sini agama tidak hanya berurusan dengan masalah sesudah mati semata, namun juga mengatur hakekat hidup  manusia di dunia. Sebuah pertanyaan, sudahkah kita hidup sesuai dengan harkat itu? Kenalilah, bahwa Allah SWT telah memanggil dengan penuh kasih sayang‑Nya, masihkah hati mengelak jauh dari Ajaran agamaNya? Maka sahutilah segera, dengan amal kebaikan.

Dalam hubungan sesama manusia, ada ajran agama agaru mengulurkan tangan membantu orang lain. Ketika banyak daerah kita dilanda musibah, maka membantu orang lemah sebenar­nya menjadi bukti akan kuatnya iman. Membiarkan orang yang lemah menjerit, sesungguhnya  memberi tahukan bahwa orang kaya dan mampu secara materi itu sebenarnya lebih lemah dari para dhu’afak yang menjerit tadi. Mereka orang berada itu sedang lemah, tidak berdaya melepaskan dirinya dari belenggu harta bendanya, sehingga mere­ka tidak sanggup menggunakannya untuk meringankan beban orang lain. Enggan membantu orang yang miskin, akan beraki­bat lebih jauh yakni Allah tidak memperhatikan orang kaya itu. Ketika suasana itu tiba, maka beban derita akan datang menghimpit hatinya. Na’udzubillah.

Nabi Muhammad SAW menasehat­kan kita semua dengan sabda beliau yang sangat dalam artinya “Man lam yahtamma bi ammril Muslimin falaisa minhum”, artinya, Yang tidak mau tahu urusan sesama umat Muslim sebenarnya tidak pantas disebut kelompok Muslim. Begitulah Rasulullah SAW. Mudah‑mudahan kita tidak tergolong kedalam klasifika­si yang disebut Rasulullah SAW ini. Mari kita bantu Sauda­ra kita yang sebenarnya sangat menunggu bantuan kita, dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Allahumma Amin. ***

 

Allahumma Inna nas-aluka ridhaka wal jannah, wa na'udzubika min sakhatika wa an-naar. Allahummaghfir lana dzunubana wa kaffir 'anna sayyi-atina wa tawaffana ma'al-abrar. 

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Member Area
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 46 guests and 8 members online
Generated in 0.69263 Seconds