Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Kaluak paku kacang balimbiang
Buah simantuang penggang-penggangkan
Anak dipangku kamanakan dibimbiang
Urang kampuang di petenggangkan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Puasa 22 Jam PDF Print E-mail
Written by Zulkarnain Kahar   
Thursday, 11 September 2008

ImageJarum Jam menunjukan pukul empat sore, and ready to go back pack kuelku mendarat di jok belakang. Setangah enam sore checkin di bandara Sukarno Hatta, Setelah menyumbang satu juta di Bank mandiri, pos imigrasipun dilewati. “Jauh amat pak, ada tiga boarding pass”. Kata anak muda seusia anak saya sambil mencap passport saya. “Boarding pass pertama untuk berbuka puasa, yang kedua untuk makan sahur dan yang ketiga untuk berbuka lagi” kataku sambil menerima kembali passport kebangganku yang berlogo burung garuda yang tak mau melihat kedepan seolah takut menantang dunia ini.

Esplanade, launch yang melayani penumpang angkot Tuan Rafles adalah tempat ku berbuka puasa hari ke enam itu. Tak ada makanan berat, tapi kalau yang ringan ringan dibanyakin akhirnya padat juga.

7:15 pm. Semua penumpang sudah boarding dan setelah satu jam diudara. Pulau kecil atau titik hitam dipeta kata habibi adalah tempatku akan  menghabiskan malam panjang ini. Flight SQ478 baru berangkat ke Joburg pukul dua pagi. Rencana mau manghabiskan malam ini chating di cimbuak. Baru saja login. ada pula bule aussie ngajak ngobrol. karena kebetulan kami berdua saja diruangan merokok di Launch SQ itu. Dia mau ke Cape town berlibur setelah kerja panjang di pengeboran lepas pantai Australia. Laptop yang sudah kogin ke Cimbuak terpaksa dilipat kembali dan masuklah beliau ketempatnya di ransel.

Jam 1:30am kami  berjalan ke gate E31 seperti biasa, laptop keluar dari ransel jacket dibuka masuk screening. Semua yang berbau metal kulepas dari badanku saat antri boarding menjelang subuh itu. Bagiku airport singapura ini adalah tolak ukur semua pintu screening seluruh dunia. Bila disini tidak berbunyi, where ever you go tak kan ada suara beeping lagi saat melewati pintu pintu screening diseluruh airport dumuka bumi ini.

SQ 478 take off, teringat kata seorang kawan yang kukenal  diperjalanan. “take off or flying this plane is easy, but to put back into the ground you need a practice”. Entah karena sudah kebiasaan akupun  punya ukuran tersendiri. Pada saat bacaan ayat Al Kursyi yang ke empat kali pesawat sudah diudara. Tak perduli apakah itu BA,AF,KLM,SQ atau AA.

Setelah sepuluh menit diudara sang pramugari menawari makanan sambil memberikan menu makanan. Inilah makan sahur…hasil dari boarding pass kedua. Setelah makan sahur, penutup matapun dipasang kursi berubah jadi tempat tidur  dan selimut ditarik..bantal sudah pada posisi yang pas. Divider pemisah dengan teman sebelah sudah ditarik keatas. Now I am on my own. Sambil berpesan pada pramugari “ do not disturb me and no breakfast mam” Lama penerbangan lebih kurang sebelas jam. Dua jam menjelang tiba aku terbangun sendiri mencium bau harum kopi dan kulihat di layar tipi pesawat sedang menyeberangi selat mozambique. Jam enam tiga puluh the hard part to put the plane into the ground kata kawanku berjalan lancar..tak ada bumpi yang biasanya ditimpakan pada  aspal  landasan. nice and smooth

Tak terasa sudah sepuluh jam berpuasa, masih sisa 12 jam lagi. Satu boarding pass lagi untuk terbang ke Angola ini yang paling berat. Jam 9 pagi boarding pass terakhir diserahkan. SA 55 adalah boing yang dilengkapi dengan tekhnology camera terbaru di ekor pesawat  di dada bawah pesawat yang  dapat lihat dari monitor di bangku kita. It’s cool, anda seolah bisa melihat dengan mata kita alam sekitar dan melihat bagaimana pesawat bermanuver. Selama penerbangan ini perut sudah mulai bertanya kok orang lain pada makan dan minum saya tidak?

Jam dua belas 30 siang landing di Luanda. Enam jam lagi bro. hang in there mates….Akhir nya setelah berpuasa panjang 22 jam, tidur malampun mulus…..

 

Trackback(0)
Comments (1)add comment

Piliang Dt Kando / Brian Tamon said:

Assalamualaikum WW, Puaso '3 benua'--sahur di Asia, menahan di Eropah babuko di Afrika, maso manahan 22 jam..weee...yoo bana luaa biaso stamina Uda Kahar. Dalam puaso normal (13-14 jam) rasonyo ala cukuik panjang, apo lai 22 jam..??, mudah2an Ibadah yang Uda Kahar karajoan akan mandapek pahalo yang setimpal dari Allah SWT, Selamat menjalankan Ibadah Puaso & selamaik batugas sanak Ambo.
Wassalam
 
report abuse
vote down
vote up
September 11, 2008
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 19 guests and 15 members online
Powered By PageCache
Generated in 0.68711 Seconds