Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Pisau gadang pisau tambatu
Dibaok urang ka taluak bayua
Di makan anak dari salido
Rumah gadang basandi batu
Adat basandi alua
Alua nan kaganti rajo
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Buka Bersama Putri dan Pangeran Raja Brunei Di Masjidil Haram PDF Print E-mail
Written by Dr. H. K. Suheimi   
Thursday, 25 September 2008

ImageSaya tak menyangka dapat berbuka bersama dengan putra putrid Raja Brunei Darussalam justru berbuka bukan disembarang tempat, tetapi ditempat yang dimuliakan Allah SWT.
Didepan Ka’bah Baitullah Masjidil Haram.

Seusai tawaf sunat ba’da sholat zhuhur, saya dan isteri menunaikan tawaf sunat dalam teriknya matahari dengan temperature 47C kami larut dalam rombongan hamba NYA yang basah bibirnya memanjatkan do’a setelah mengelilingi ka’bah sampai tujuh kali kami sampai di multazam didepan pintu ka’bah. airmata saya jatuh berderai dan isteri saya terisak tangisnya tertahan digenggamnya jemari saya, kami larut dalam do’a.

Dada saya berguncang jantung saya bergetar :ENGKAU perkenankan hamba Mu yang daif ini berkunjung kepintu rumah MU ini Allah, aku ketuk pintu rumah MU ini dengan linangan airmata kupanjatkan do’a dan kumohon ampunan MU ujung semua do’a saya tutup “YAallah berilah hamba ini setiap detik waktu menjadi detik-detik yang bermamfaat untukku dan untuk orang lain.

Airmata ini pun terurai kembali sewaktu di maqam Ibrahim kami sholat. Entah kenapa hati tidak bisa ditahan dan airmata berlinang mengantung dikelopak mata berbaur dengan keringat yang menetes dari kening. Hijir Ismail dapat kami masuki, saya tertunduk ingat perjuangannya dan ketabahannya Ismail.

“ Laksanakanlah apa yang diperintah ALLAH itu, Ayah..bisik Ismail kepada ayahnya setelah beberapa hari dia menimbang permintaan ayahnya untuk menyembelih Ismail seperti yang diperintahkan Allah.

Dialah yang menguatkan hati ayahnya sewaktu digoda iblis, dilemparinya iblis Jumratul Ula, Wustha dan Aqaba. Keikhlasan Ismail lah yang mendorong kesuksesan ayahnya: keikhlasannya berkorban menyerahkan lehernya dengan pasrah.

Ismail hanya mohon 3 hal dari ayahnya sebelum pengurbanan itu terlaksana.

Ayahku, aku mohon 3 hal padamu “Katakanlah anakku kata Ibrahim sambil berbisik

1)      Tolong ayah asah pisau itu setajam tajamnya agar peristiwa penyemblihan itu berlangsung dengan cepat

2)      Tolong ayah ikat kaki dan tanganku agar ayah tidak melihat aku menggelepar sewaktu pengurbanan itu.

3)      Selesai penyembelihan itu tentu bajuku ini berlumuran darah, tolong berikan baju yang berlumuran darah ini kepada ibuku, agar ibu tahu anaknya telah berbakti kepada orang tuanya.

Baik anakku kata Ibrahim, sambil menggenggam jemari dan membimbing anaknya.

Namun sebagai sebagai ayah, ternyata Ibrahim tidak tega. Sewaktu pisau yang tajam itu menempel dileher anaknya, Ibrahim melengos..saat itulah ALLAH mengganti Ismail dengan kibas. Cukup Ibrahim..pengorbananmu diterima “bukan darahnya bukan dagingnya dan bukan bulunya yang sampai kepada Allah tetapi adalah nilai Taqwanya nabi Ismail yang membantu ayahnya Ibrahim mendirikan Ka’bah .

Bukan hanya itu dikalangkannya lehernya dan dibiarkannya dirinya yang akan dikorbankan.

Peristiwa itu membayang lagi, makanya dada ini bergoncang lagi ketika akan sholat di hijir Ismail dan airmatapun mengalir saya terisak menahan sendu.

Saputangan basah oleh airmata dan bajupun basah oleh keringat, baru terasa bahwa matahari sungguh terik. Kami mencari perlindungan dan tempat yang dingin saya antar isteri ke tempat perempuan dan saya mencari-cari luangan lain untuk tempat duduk dan melepas lelah.

Saya terhampar kesebuah tempat yang ada Al Qur’an dan justru Qur’an terjemahan bahasa Indonesia yang dicetak dan diwakafkan oleh almarhum Raja Fahd dari percetakan Mushaf Al Karim Malik Fahd di Madinah Al Munawarah. Sungguh berkualitas dengan kertas yang sangat bagus dengan tulisan yang sangat jelas. Kita tak akan bisa mencari Qur’an ini di pasar-pasar.

Asyik saya membacanya karena bagus sekali bacaan dan sangat dibutuhkan, sehingga tanpa saya sadari disekililing saya banyak orang berpakaian melayu.

Ternyata orang-orang disekitar tempat itu dipindahkan oleh petugas keamanan mesjid.

Baru saya tahu ketika semua berdiri tapi petugas disana mengatakan kalau bapak mau duduk silahkan nggak apa-apa mereka tak mau mengganggu orang yang sedang membaca Alqur’an.

Saya dibiarkan saja tetap duduk disitu tidak disuruhnya hengkang dari sana.

Masuklah putri dan pangeran beserta rombongan. Ketika semua duduk saya diapit oleh yang tertua disebelah kiri saya pak Jakfaruddin ketua rombongan dari Kerajaan Brunei Darussalam dan disebelah kanan saya pak Jabaruddin duta besar Brunei Darussalam di Saudi Arabia.

Kedua beliau ini baik dan ramah sambil berkata “Brunei itu makmur dan banyak rezeki karena penduduknya menjalankan agama dengan baik”

Memang saya saksikan raja mengirim anak-anaknya dibulan Ramadhan ini untuk mendalami dan mengamalkan syariat Islam.

Benar kata saya dalam hati, bila hamba NYA menjalankan perintah NYA dengan benar ALLAH akan datangkan rezeki dari tempat yang tidak diduga-duga.

Saya perhatikan semua anak raja itu sederhana sekali, namun kulitnya bersih seperti orang Indonesia. Saya tetap saya asyik membaca AlQur’an karena inilah waktu yang saya yang terbaik di Masjidil Haram untuk memahami. Detik-detik sebelum berbuka puasa saya dengar suara halus dibelakang tabir mengucapkan “Assalamua’laikum” kali yang kedua baru bisa saya jawab “Alaikumsalam” pak ini perbukaan silahkan dimakan katanya.

Betapa terkejutnya saya, putri raja yang peduli dengan lingkungan. Saya terima pemberiannya sambil mengucapkan terima kasih, rupanya ada rezeki saya ditangan sang putri. Dengan menyebut nama NYA dan bersyukur “ALLAHUMMA LAKASHAUMTU WA BIKA IMANTU WA ALA RIZKIKA AFTARTU” kue yang saya makan hari itu sangat lezatnya. Terimakasih ya ALLAH terima kasih sang putri saya nikmati penganan itu dan saya bagi-bagi dan setengahnya saya bungkus saya berikan untuk isteri saya. Rupanya ada rezeki kita ditangan sang putri.

Ketika mereka meninggalkan tempat saya, saya sampaikan hormat dan terima kasih, dibalasnya dengan senyum, senyum yang ikhlas, senyumnya Masjidil Haram.

Terima kasih raja Brunei, anda telah berikan contoh dan suri tauladan yang sangat baik.

Izinkan saya saya untuk mencontoh bahwa mendidik anak kirim mereka kesini ke masjidil haram.

Itulah saat saya merasa lapang dan bahagia sekali

Biasanya sholat di Masjidil Haram berdesakan dan berimpit2an. Baru kali ini saya merasa lega dan nyaman sekali didekat pak Jabaruddin. Terima kasih ya Allah terima kasih sang putri raja.


Masjidil Haram 23 September 2008.

 

Trackback(0)
Comments (5)add comment

aVend said:

Sangat Mengharukan...
 
report abuse
vote down
vote up
September 25, 2008
Votes: +0

dinardi said:

Trima kasih atas tulisannya pak Suheimi , berkat tulisan bapak saya jadi tahu bahwasannya ada tiga permintaan nabi Ismail kepada bapaknya nabi Ibrahim .

Saya akui kepedulian sang putri raja itu memang sangat dalam, dia telah berfikir bahwa bapak yang sedang baca Al-quran pasti sedang berpuasa jadi dia ingin memberikan kue kepada bapak untuk berbuka.

Wassalam ----------------- rangsaba
 
report abuse
vote down
vote up
September 25, 2008
Votes: +0

Deswita said:

Assalamualaikum Wr. Wb.
Subhanallah... dari tulisan pak suhaimi kito dapek baraja dan meniru kerendahan hati serta keikhlasan dari sang putri raja, InsyaAllah seluruah putri minang juo bisa sarupo itu...
Amiiinnn......

Wassalam,
Deswita
 
report abuse
vote down
vote up
September 26, 2008
Votes: +0

khairunas said:

doa yang cukup tulus dan penuh arti sedikit tapi padat...SEDETIK BERHARGA UNTUK ORANG LAIN DAN DIRI SENDIRI..AMIN...
 
report abuse
vote down
vote up
September 27, 2008
Votes: +0

saif said:

ambo sendiri sempat basuo jo pangeran2 brunai, baik pangeran putri maupun pangeran putranyo sewaktu di tanah suci. hampir satu bulan penuh mereka tinggal di tanah suci, baik di kota mekkah atau dimadinah. semuanya low pofile, malah ada diantara keluarga kerajaan berpakaian layaknya ulama walau mereka masih sngat muda. semoga jadi contoh buat kita, ketika Allah memberikan harta, kita gunakan untuk dijalanNya dan mendidik anak2 untuk mengenal penciptaNya.
 
report abuse
vote down
vote up
October 06, 2008
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 22 guests and 17 members online
Generated in 0.16710 Seconds