Minang From The sky

Kampuang dari Ateh Langik

Pado halaman ini sanak dapat menyaksikan Ranah Minangkabau dari atas langit / satelit.

Anda dapat memperbesar petanya (di zooming) hingga ketinggian tertentu (mudah mudahan bisa basobok gonjong rumah dikampuang :-)
Silakan klik link-link disebelah ini untuk membuka lokasi lokasi yang tersedia.
Untuk saat ini masih terbatas kepada beberapa lokasi, mudah mudahan diwaktu yang akan datang semua wilayah di Ranah Tacinto dapat di petakan Google semuanya :-)
Mudah mudahan fasilitas ini dapat bermanfaat dan menjadi paubek taragak.

Tempat Pariwisata

Danau Singkarak,
Lembah Anai,
Danau Maninjau,
Pantai Carocok, Pantai Bungus, Danau Diatas/Dibawah

 

Kota Kota Utama

Padang, Bukittinggi , Padang Panjang, Pariaman, Painan,
 
Tarusan, Lubuk Alung

 

cimbuak
Dibelakang Imam PDF Print E-mail
Written by Dr. H. K. Suheimi   
Friday, 26 September 2008

ImageMencapai untuk bisa sholat di Masjidil Haram tidaklah mudah, apalagi mendekati 27 Ramadhan yang diyakini sebagai malam Lailatul Qadar.

Tapi entah kenapa dihati ini terbersit keinginan aku ingin sholat tarawih dan kalau bisa disyaf dibelakang imam. Saya cari tempat itu dan ternyata tidak mudah untuk kesana.

Dengan berjuang dan berusaha akhirnya saya terhantar beberapa syaf dibelakang imam Sholat rarawih 20 rakaat masing-masingnya setiap 2 rakaat satu salam dan Al-Fatihah nya diawali dengan Alhamdulillah, mungkin bacaan Bismillah nya di sirkan atau dilunakkan, tapi tak pernah kedengaran. Begitu di Masjid Nabawi begitu pula di Masjidil Haram setelah 20 rakaat sholatnya dihentikan selesai kira-kira jam 10.30 malam kemudian istirahat untuk nanti jam 1  malam dilanjutkan dengan sholat tahajud dengan ayat yang lebih panjang lagi menyentuh 10 rakaat dan ditutup witir 3 rakaat yaitu 2 rakaat dengan membaca surat Al-Al’a serta surat Al-Kafirun lalu 1 rakaat terakhir dengan membaca surat Al-Ikhlas serta ditutup dengan dengan do’a kunut yang sangat menyentuh dengan do’anya yang panjang..imam tersedan, makmum larut dan luluh dalam air mata.

Sholat berakhir jam 2.30 pagi baru bubar selesai pulang kehotel makan sahur kemudian kembali lagi ke Masjidil Haram untuk sholat subuh berjama’ah.

Setiap selesai salam diseling dengan sholat janazah rata-rata ada 2 mayat yang di sholatkan sehingga malam itu kira-kira 10 mayat yang di sholatkan dan langsung dibawa ke kuburan.

Tidak ada mayat yang terlantar, tak ada yang ditunggu-tunggu seperti setiap kali sholat tahajud jam 2 dan jam 3 tetap sholat janazah dilaksanakan dan dikuburkan.

Tidak ada istilah menunggu segerakanlah agar si mayat bisa menemui Tuhannya, kalau terlalu lama dibumi dan tak segera dikubur akan membusuk dan akan menularkan penyakit.

Betapa mudahnya nyawa melayang, betapa rapuhnya dia setiap sholat dan waktu sholat tahajud, selesai 2 rakaat menyembahyangkan mayat 2 atau 3 sekaligus.

Betapa rapuhnya nyawa manusia. Dan hal yang sama akan kita alami. Kini menyembahyangkan dan sebentar lagi disembahyangkan betapa mudahnya nyawa melayang setiap waktu sholat tahajud selesai 2 rakaat menyembahkan mayat 2 atau 3 sekaligus.

Demikian sederhananya penyelenggaraan mayat disini tanpa menunggu sesiapa tanpa bunga ataupun karangan bunga tanpa ucapan berduka bagi yang membaca tulisan: Kelak kalau saya meninggal tolong jangan dibebani saya dengan bunga dan karanganya jangan dibebani dengan ucapan berduka izinkanlah dan biarkanlah saya pergi menemui Tuhan dengan sesederhana yang dimaui NYA.Lepaslah kepergian saya dengan ikhlas maafkanlah saya tolong bebaskan saya dari yang akan menghangbat pertemuan saya dengan Allah. Kalau ada yang memerlukan mata saya silahkan saya ingin mendonorkannya agar kornea ini masih bisa digunakan untuk yang tinggal, andaikata ada nanti organ tubuh saya yang masih dibutuhkan tolong berikan kepada yang membutuhkan saudaraku aku tulis tulisan ini di Masjidil Haram didepan Ka’bah jangan sampai saya membebani orang yang tinggal setelah saya lihat hamper tiada hari tanpa mayat dan sederhananya penyelenggaraan mayat, saya ingin diperlakukan seperti ini kelak.

Bukalah kembali tulisan saya ini sewaktu menyelenggarakan mayat saya, inilah permintaan saya dan inilah wasiat saya..Amin ya Rabbal alamin..perkenanlah saya ya Allah kuburkanlah saya ditempat mana saya meninggal kelak dan mudahkanlah dan segerakanlah penyelenggaraan mayat yang baik seperti yang dicontohkan jama’ah Masjidil Haram.

Masjidil Haram, Khamis 26 September 2008    

 

Trackback(0)
Comments (2)add comment

hamba Allah said:

Assalamu'alaikum.
sungguh muliah sekali niat bapak, dan sangat menyentuh dengan kekhusukan sholat sunat disana....terbayang dipelupuk mata ini dan masih jelas terbayang saat berdesakan waktu mengambil posisi didekat imam, karena semua umat juga menginginkan itu...ada suatu yang menjadi ganjalan dihati ini pak...disaat keinginan dibarengi dengan usaha yang kuat banyak orang (maaf semoga tidak termasuk bapak), berdesakan, mendorong, menerobos, bahkan tidak sedikit yang menyikut saudaranya sendiri hanya demi untuk berada diisaaf belakang imam, menurut saya hal itu sudah tidak etis karena hanya untuk mengejar kepuasan mereka sendiri, tega menyakiti saudaranya yang lain...harapan kita tentunya kita puas dengan hasilnya sementara orang lain tidak tersakiti tentunya... sungguh pengalaman spritual yang sangat berkesan tentunya...terimakasih, wassalamu'alaikum
 
report abuse
vote down
vote up
October 08, 2008
Votes: +1

tanty blåtind said:

Salamun alaikum dunsanak,

Ini ada artikel menarik mengenai Kabah untuk menambah wawasan. Silakan dibaca disini http://aididsafar.com/shaivite.html
 
report abuse
vote down
vote up
October 08, 2008 | url
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Friday, 26 September 2008 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Generated in 0.70447 Seconds