Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Kamanakan barajo ka mamak
Mamak barajo ka panghulu
Panghulu barajo ka mufakat
Mufakat barajo ka nan bana
Bana badiri sandirinyo
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Kunang-kunang PDF Print E-mail
Written by Hifni HFD   
Tuesday, 28 October 2008
ImagePerjalanan ribuan mil selalu diawali dari satu langkah jika langkahmu salah kamu akan mundur tanpa kamu membalikkan badan
Kamu tetap melangkah menatap kedepan
Jika kamu tersandung pertanda ada kelalaian dalam dirimu
Kamu akan tersungkur ketika kamu tak kokoh
Bahkan ketika terjerembab dirimu akan penuh luka Walau kamu tak pernah jadi matahari
Kamu kan jadi bulan
Walau kamu tak pernah jadi bulan
Kamu kan jadi bintang
Ketika kamu menjadi bintang
Belumlah cukup menyinari bumi
Belumlah cukup berbagi cahaya karena begitu banyak yang akan disinari
Walau kamu tak menjadi bintang
Cukuplah kamu menjadi seekor kunang-kunang Kunang-kunang tak dapat menyinari yang lain
Namun dapat menyinari dirimu sendiri

Hemmm.. kunang kunang…

Bait bait ini mengalir begitu saja ketika menyikapi perjalanan hidup ini.

Entah karena pengalaman hidup yang secara fungsional begitu banyak yang saya alami, sehingga ketika ketika memasuki masa premature power syndrom (istilah “ kakak” saya), saya menemukan falsafah ini cukup dalam bagi diri saya.

Renungilah…apa itu kunang-kunang ?

Bagaimana kunang-kunang melalui hari-harinya. bagaimana tingkah laku kunang-kunang. Ketika dimasa kanak-kanak doeloe, saya beruntung tinggal didesa-desa Sumbar, semisal Duku, Tabing dan Lubuk Alung. Bagi anak yang hidup dikota besar – tak akan mengenal makhluk ajaib – selain dari sekedar dendang lagu kanak-kanak. Kunang-kunang adalah salah satu hewan malam. dia bertubuh kecil dan ada satu keunikan yang dia miliki, yaitu dia bisa mengeluarkan cahaya dari dalam tubuhnya. Di kala malam menyelimuti bumi ini, serombongan kunang-kunang muncul dari balik balik pohon dan semak. Beriringan mereka keluar dari sarangnya.

Mereka memancarkan cahaya kecil yang indah jika lihat. Mereka tampak antusias sekali, seakan tak peduli berkelip kelip terbang kian kemari. Mereka tidak ingin kalah dengan bulan dan bintang yang memperindah malam dengan cahaya mereka yang begitu besar. Matahari – bulan – bintang, menerangi dunia dengan cahaya yang jauh lebih besar dari yang diberikan oleh seekor kunang-kunang.

Namun kunang-kunang tetap saja penuh semangat memancarkan cahaya kecilnya hanya dengan satu tujuan. Ia memperindah malam yang gelap. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, dari sisi ilmu pengetahuan, saya ingin mengetahui banyak mekanisme tubuh makhluk ajaib ini. Sepantasnya ahli biologi yang menjawabnya. Maka berselancarlah saya ke mesin pencari data semisal Google. Prof Barry Trimmer dari Tufts University, Massachusetts, menemukan rahasia cahaya kelap-kelip yang dihasilkan oleh kunang-kunang.

Dalam penemuannya, ia menemukan nitrogen monoksida (NO) yang menjadi penghantar sinyal flash, sekaligus menjadi kunci mekanisme kedap-kedip cahaya kunang-kunang. Dijelaskan bahwa kunang-kunang memiliki sel pemantul cahaya yang mengandung banyak senyawa luciferin. Senyawa ini bereaksi dengan adenosine triphosfat (ATP). Cahaya lalu dihasilkan oleh bagian tubuh yang bernama luciferin, bercampur dengan enzim yang disebut luciferase. Dengan adanya luciferase, luciferin akan menjadi aktif, lalu bereaksi dengan Oksigen.

Hasil reaksi ini adalah energi, yang lantas timbul sebagai cahaya dibantu oleh Nitrogen Oksida tadi. Reaksi berlangsung di dalam sel photocyte sehingga cahaya dapat terlihat. Sistem kerja syaraf akan mengatur perut kunang-kunang untuk mengeluarkan flash secara periodik dan teratur. Sudahlah.. kita tak perlu berpanjang lebar mendalami makhluk kunang kunang dari sisi biologis. Bagi saya yang penting adalah falsafahnya..! Mengumpamakan diri bagaikan kunang-kunang, tidak lain ingin keinginan hati untuk berbagi cahaya. Sekecil apapun cahaya itu – ia akan tetap bermanfaat bagi makhluk lain dan tentu bagi diri sendiri. Para pendidik selalu membangkitkan motivasi kepada peserta didik – termasuk kita sebagai orang tua dengan petuah ; “ gantungkanlah cita citamu setinggi dilangit. Atau gapailah bintang dilangit.

Seorang anak akan menafsirkan petuah itu agar ia giat belajar sehingga ia akan menjadi bintang kelas dan akan mendapat pujian. Untunglah ia belum memahami bahwa ketika ia menggapai bintang sesungguhnya ada takdir Ilahi yang menyertai dirinya – apakah ia menjadi apa dan menjadi bagaimana ia kelak. Kadar kecerdasan intelektual tidak cukup untum membangun karir, akan tetapi kecerdasan emosional yang mengantarkan keberhasilan seseorang pada jenjang karirnya. Menjalani kehidupan tidak cukup dengan falsafah “ mengalir bagaikan air” akan tetapi tetap harus didayung dan berenang menghindari riak yang deras.

Apakah kunang-kunang itu lebih mulia dibandingkan dengan diri kita? lihatlah kunang-kunang, bagaimana mereka memancarkan cahayanya walaupun cahaya itu jauh lebih kecil daripada cahaya bulan, tetapi mereka tetap saja menyumbangkan cahayanya untuk memperindah malam.
Walaupun kunang-kunang itu binatang yang kecil, akan tetapi ia dapat memberikan penerangan kepada sesuatu. kepada saudaraku yang mempunyai semangat dan keberanian yang menggelora, bangkitkan semangat hidupmu.

Kepada saudaraku yang hanya mampu berdoa, doakanlah diri dan keluargamu, semoga apa yang kami mohonkan mendapatkan keridhoan Allah dan kerelaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa Aalihi wasallam dan keluarganya yang telah disucikan oleh Allah.

Amiin ya rabbal alamiin.

Puspiptek, Serpong, Tangerang 21 Oktober 2008 Wassalam dari, Istana Kunang kunang

Trackback(0)
Comments (4)add comment

melati said:

assalamualaikum hifni...
ya semestinya mel jua biasa melihat kunang-kunang ...anak desa masakan terlepas dari mengintai keindahan...
mel suka cahaya waktu malam...mata sejuk walaupun merenung bintang di langit..bayangkan disiang hari mana biasa merenung matahari.....
maka mel sering ikuti kunang-kunang bila terlihat di beranda...indah berpasangan ..sering melati cuba ambil dan letak di telapak tangan melihat nya..kagum mel...
kan melati lepas ia kembali melihat lenggok cahaya...sesunggohnya itu kuasa Allah ciptaannya berbeza...dengan funsinya...adeh ...
kehidupan kita jua sebegitu kekadang lebeh baik buat apa yang kita terasa senang selesa ...memberi yang kita mampu untok yang lain amati...
Allah kurniakan kita sesuatu yang kita sendiri tak tahu..hingga ia tercetus ..tertara
apa yang kita minati jadi bahan untok dikongsi...
terima kasih hifni...membuat mel bayangkan kembali tika usia termuda..pandangan mengikut cahaya...renungi lama2 tertara kan termasuk dijiwa akan maha besarnya kuasa yang maha Esa...


salam mesra
melati malam


 
report abuse
vote down
vote up
October 28, 2008
Votes: +0

tanty blåtind said:

http://www.yusufislam.com/movies/

MIDDAY (AVOID CITY AFTER


liiiiisten, so sweet
 
report abuse
vote down
vote up
October 28, 2008
Votes: +0

Evi Djamaludin said:

Uni melati,
apakabar....... semoga hari harimu juga bagaikan kunang kunang. Walau tak mampu menyaingi bulan dan bintang dengan cahaya yang begitu besar, namun cahaya kunang-kunang tetap memperindah malam yang gelap.
 
report abuse
vote down
vote up
October 29, 2008
Votes: +0

syaputra irwan said:

alam takambang jadi guru.
falsafah pendidikan urang awak.
cuma ampek kato
namun sangaik mandunia

kunang-kunang
dikampuang awak disabuik jo namo siapi-api.
dek karano katiko satiok bakijok
badannyo takah ado yang ba api didalamnyo.

kini
wak dak banyak basobok jo siapi-api
padahal wak nio manalitinyo
sahubungan jo chemiluminence yang tajadi didalam badanyo

ado nan tau dak dimano mancari siapi- api yang masih banyak jumlahnyo?
 
report abuse
vote down
vote up
November 23, 2008
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Tuesday, 28 October 2008 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 8 guests and 4 members online
Generated in 0.90527 Seconds